Diskriminasi Agama, Agen Swedia Diseret Ke Pengadilan
Oleh Althaf pada Selasa 09 Februari 2010, 09:16 AM
STOCKHOLM (Arrahmah.com) - Sebuah agen yang menangani masalah pengangguran Swedia dinyatakan bersalah oleh pengadilan setempat karena telah melakukan diskriminasi dengan mengusir seorang pria muslim dari program pelatihan kerja hanya karena ia menolak untuk berjabat tangan dengan seorang perempuan.
Pengadilan Stockholm pada hari Senin (82) memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum untuk membayar 50.000 kronor (sekitar $6.800) sebagai ganti rugi bagi seorang imigran asal Bosnia yang kehilangan kesempatan untuk mengikuti program pelatihan kerja.
Pria itu menolak untuk berjabat tangan dengan seorang wanita ketika dia diwawancarai untuk magang kerja.
Agen itu mengatakan bahwa perilakunya yang menyebabkan ia tidak akan bisa mendapatkan posisi pekerjaan, dan kemudian agen memutuskan untuk mengeluarkan pria tersebut dari programnya.
Pengadilan memutuskan bahwa orang itu telah mengalami diskriminasi karena agamanya. Meskipun agen tersebut tidak menerima putusan, namun belum ada keterangan bahwa pihaknya akan mengajukan banding. (althaf/ap/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Perang Tablet PC Kian Memanas
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Solusi Ba'asyir Agar Presiden Tidak Di'kerbau'kan Pendemo
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
- 30 Persen Utang Indonesia Berupa Pinjaman Mengikat
- Lagi, Dua Tentara Kafir dan Seorang Penerjemah Tewas di Afghanistan
- NATO Menyeru Mujahidin Imarah Islam Afghanistan Untuk Menyerah?
- Longsoran Salju Bunuh 11 Tentara Musyrik India di Kashmir
- Polisi Zionis Israel Serang Jerusalem Timur
Berita Terbaru
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
Berita Terkait
- Provokasi Anti-Islam Tak Henti Dihembuskan Media Barat
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
- Kampanye Anti-Islam Dalam Pemilihan Perancis
- OSIS Rohani Islam Dikhawatirkan Jadi Kaderisasi Radikalisme?
- Inggris Penjarakan Lebih Banyak Muslim Dalam Protes Anti-Israel Selama 2009
- Lutfie Tolak Samakan Lia Eden dengan Nabi?
- Peluncuran Buku Anti-Islam Dibatalkan
- Clinton: Islam Adalah Ancaman Nomor Satu
- Lagi, Dua Tentara Kafir dan Seorang Penerjemah Tewas di Afghanistan
- Terinsipirasi Perancis, Jerman Dan Italia Pun Larang Penggunaan Niqab
siecantik on 18/03/10 09:57 AM said:
banyak juga yang memiliki nurani, perbedaan itu gak harus jadi penghalang untuk mendapat hak yang sama. masih banyak yang tidak islamphobia