Solusi Ba’asyir Agar Presiden Tidak Di’kerbau’kan Pendemo

Oleh Hanin Mazaya pada Selasa 09 Februari 2010, 07:15 AM

Print Recommend (0) Comment (35)

JAKARTA (Arrahmah.com) - Republik ini sudah tidak berwibawa lagi, bila pemimpinnya tidak dihormati rakyatnya. Kewibawaan Presiden dan Wakil Presiden RI benar-benar jatuh di mata rakyat. Berbagai umpatan diumbar luas dalam berbagai demo, tulisan, facebook dan lain sebagainya.

Di jalanan, demonstrasi benar-benar liar. Wapres Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani kerap jadi sasaran dengan berbagai kritikan sarkasme. Foto kedua pejabat negara itu ditambahi dua buah taring dan diberi goresan merah seperti ceceran darah, sehingga foto itu berubah menjadi drakula atau vampir yang baru menghisap darah manusia. Ungkapan dalam spanduk pun jauh dari rasa kesopanan yang tidak etis bila dituliskan di situs Islam ini.

Hujatan terhadap presiden juga datang dari seorang tokoh nasional mantan pemimpin ormas Islam kedua negeri ini. Dengan seenaknya ia mengeluarkan statemen terbuka kepada media di Jakarta, Kamis (28/1) bahwa pola pikir SBY sudah luar biasa goblog.

Tak hanya di jalanan, dalam forum resmi dan terhormat pun pemimpin negara ini dihujat! Dalam  rapat pansus Century di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/1), Wakil Presiden Boediono diteriaki ”Boediono maling! Boediono maling! Tangkap Boediono” sebanyak tiga kali.

Ungkapan “maling” kepada pemimpin negara itu terlulang lagi dalam demonstrasi menyambut 100 hari pemerintahan SBY-Boediono, di Jakarta (28/1). Tanpa merasa risih sedikitpun, para pendemo meneriakkan kata-kata kotor “SBY Maling, Boediono Maling! SBY Lebay,” dan masih banyak lagi. Padahal dalam kultur Indonesia, ejekan “maling!” itu sebetulnya tidak sopan, meskipun ditujukan kepada rakyat jelata, apalagi kepada pemimpin negara tertinggi, yaitu presiden dan wakil presiden.

Tak puas dengan umpatan maling, para demonstran juga menyamakan Presiden SBY dengan simbol kerbau SiBuYa. Seekor kerbau dimake-up sedemikian rupa, badan yang hitam diberi tulisan SBY yang diplesetkan dengan istilah 'Si BuYa' untuk menghindari delik hukum. Pada bokong kerbau ditempeli gambar kartun pria berpeci mirip Presiden SBY,  dengan tulisan “turun!”

Di situs jejaring sosial, ungkapan penghujatan terhadap kepala negara juga tak kalah nekadnya. Di Facebook, berbagai macam group anti SBY juga sangat marak. Contohnya adalah group "KERBAU GUGAT SBY," "Sby Mirip Kerbau," dan group  “1.000.000,- Kerbau TO MY LORD SBY.” Foto profil kedua group ini adalah Presiden SBY berdampingan dengan seekor kerbau hitam. Astaghfirullah…

Dalam keterangan info group ditulis sindiran sinis:

“Kerbau adalah binatang yang paling setia kepada petani, kerbau berkorban untuk membajak sawah dari mulai jaman nenek moyangnya SBY. Kerbau adalah hewan yang baik hati, mau diatur dan menurut untuk kebaikan umat manusia, selain itu kerbau juga hewan pekerja keras, jadi kerbau bukan hewan pemalas.

Kerbau juga bukan hewan yang bodoh, karena terbukti, kerbau mampu bekerja sama dengan petani, dan mampu bersimbiosis mutualisme dengan burung jalak.

Pak SBY, anda tersinggung dengan kehadiran kerbau dalam unjuk rasa, tapi kerbau lebih tersinggung lagi dengan perkataan anda. Jangan menuduh kerbau sekerbau-kerbaunya, bisa jadi kerbau lebih bertakwa kepada Allah SWT daripada anda.”

Dalam profil group “1.000.000,- Kerbau TO MY LORD SBY” juga ditulis sindiran yang tak kalah sinisnya:

“Sepertinya 1 kerbau tidak cukup untuk menyadarkan Tuanku yang terhormat SBY untuk peduli kepada rakyat miskin dan jelata yang dipresentasikan lewat kerbau. Kerbau adalah lambang kemiskinan rakyat Indonesia, saat ini banyak masyarakat harus hidup seperti kerbau, yang paksa untuk bekerja dan tidak pernah dihiraukan nasibnya. Rakyat hidup dikubangan lumpur, sementara SBY sibuk beli pesawat dan naikin gaji para menteri!!! Sadarlah Hai SBY!”

Sampai saat ini, para penghina pemimpin negara itu tidak terkena sanksi apapun. Lantas di manakah kewibawaan pemimpin negara di hadapan jutaan rakyatnya?

Carut-marut negeri mayoritas Muslim itu tak luput dari perhatian Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, amir Jama’ah Anshorut Tauhid. Kiyai sepuh yang masih teguh pada prinsip dakwah dan jihad meski pernah dipenjara ini ternyata punya solusi agar presiden tidak didemo, dihujat dan dicaci-maki rakyat. Solusi itu disampaikan di hadapan ratusan jamaah pengajian bulanan di Masjid Ramadhan Bekasi, Ahad (7/2).

Solusi yang paling cespleng untuk mengobati kerusakan republik ini, menurut Ba’asyir adalah penerapan syariat Islam dalam bernegara. Dalam sistem Islam, sesama mukmin harus saling memberi nasihat tentang kebenaran dan kesabaran. Saling memberi nasihat supaya kembali kepada yang haq dan bersabar. Sabar mengamalkan yang haq dan sabar meninggalkan kebatilan.

“Antara pemimpin dan rakyat saling nasihat-menasihati. Bukan hanya pemimpin saja yang menasihati rakyat, tapi rakyat pun boleh menasihati pemimpin,” jelas dia.

Jika negara sudah menerapkan syariat Islam, maka pemimpin dan rakyat akan hidup saling mencintai dan menjaga kehormatan. Maka demo di jalanan yang menghujat pemimpin adalah perbuatan yang terlarang.

“Etika  dalam Islam, tidak boleh menasihati pemimpin dengan cara demo yang menjelek-jelekkan di depan umum. Tapi ini berlaku untuk pemimpin Islam. Kalau mau menasihati, datangi langsung, dan pemimpinnya harus mau menerima nasihat. Pemimpin Islam harus mau menerima nasihat, tidak melalui protokoler yang angel (susah, ed.) dan menyulitkan,” terang Ba’asyir.

Pelajaran dari Ustadz Ba’asyir itu sungguh sangat berharga. Tak ada salahnya jika Presiden SBY mau berguru kepada pengalaman Ba’asyir agar tidak diteriaki “maling!” dan disamakan dengan binatang kerbau oleh rakyat yang dipimpinnya. Bukankah sejarah membuktikan, Ba’asyir tidak pernah didemo Majelis Mujahidin, Jama’ah Anshorut Tauhid maupun keluarga besar Pesantren Ngruki? Bukankah dengan syariat Islam, kiyai sepuh tidak pernah diteriaki “maling” apalagi disamakan dengan “kerbau” oleh jutaan jamaahnya yang dipimpinnya? [voa-islam/arrahmah.com]

Solusi Ba’asyir Agar Presiden Tidak Di’kerbau’kan Pendemo

sponsored links

Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com

The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net

. on 09/02/10 08:06 AM said:

Bismillah. Tiada hukum, tatacara, Aturan yang benar dan baik kecuali hukum Alloh. Seperti yang digariskan dalam al-Qur’an. Kalo mau dihormati oleh mahluk sejagad,.... IKUTI….HUKUM ALLOH….....!!!!!! Catet Bo…....

TOKAR3V on 09/02/10 08:20 AM said:

Setuju ... pada Ustadz Abu Bakar Ba’asyir

Bukan mau ikutan sarkasme ..sekedar asumsi..berarti menurut pandangan rakyat indonesia mr.sby lebih rendah dari kerbaukah…?

. on 09/02/10 08:28 AM said:

Ustad Abu yth hafizhahullaah, benarlah ustad ktk tegaskan syariat Islam adlh solusinya; tp Ustad, apkh kita harap syariat tegak tanpa jihad, khilafah tegak tanpa jihad? mk tdk akan kuat dan teruji; apkh kita spt 10 ribu tentara masuki Makkah?

. on 09/02/10 08:34 AM said:

sebandingkah qiyadah dr 10 ribu tentara itu dg kita; sebandingkah kader inti dr 10 ribu tentara itu dg kita; sebandingkah luas Makkah dg nusantara yg demikian luas? Mk, perang panjang skrg ini diperlukan utk bentuk para mujahid yg kuat & terpercaya

. on 09/02/10 08:42 AM said:

jg target nusantara ini terlalu luas, sulit ngontrolnya, terlalu besar resiko gagalnya daulah jk merujuk jmlh mujahid kita; mk, perlu rasionalisasi target wilayah, satu wilayah / propinsi sj, lalu perang panjang tuk pisahkan mujahid dr munafik

. on 09/02/10 08:53 AM said:

Saya setuju dengan pendapat ustadz abu. Menurut saya Syariah Islam Yes, Partai No, Demokrasi No, Politik Yes, Jihad Yes, Da’wah Yes, Daulah Islamiyah Yes.

. on 09/02/10 10:28 AM said:

hebat sekali emang
“beli pesawat dan sibuk menaikkan gaji menteri” shock
sebuah keputusan seorang intelek
semoga keputusan ALLAH segera ditimpakan….

. on 09/02/10 10:50 AM said:

RAKYAT HARUSNYA BERFIKIR BAHWA SISTEM DEMOKRASI TERBUKTI SELAMA INI HANYA AKAN MEMBAWA KEKAFIRAN, KEMISKINAN, KEBODOHAN, SIKAP BARBAR, KENISTAAN, PELECEHAN, KEMUNAFIKAN, PEMBUNUHAN, BENCANA ALAM DLL.

. on 09/02/10 10:52 AM said:

MUNGKINKAH INI AWAL KERUNTUHAN SISTEM DEMOKRASI DAN MULAI TEGAKNYA SISTEM SYARIAT ISLAM. SEMOGA TERWUJUD PERSATUAN UMAT ISLAM. AMIIN

. on 09/02/10 11:10 AM said:

Benar ya ustadz abu, hafizhahullaah. Tiada yg haq kcuali yg datang dari yang Maha Agung Allaah SWT. Syariah Islam adalah rahmatan lil ‘Alaamin. Jihad jalan satu2nya. Smoga Mujahid bersatu padu mwujudkan khilafah. Allaahu Akbar…

. on 09/02/10 12:17 PM said:

Betul,mari terapkan syariat Islam,supaya negeri ini makmur dan ga ada demo lagi sumpek saya klo ada demo udah ribut2 trus apa para pendemo itu ga nyadar betapa malunya orang yg didemo dan dipermalukan di depan umum seperti SBY?

. on 09/02/10 01:12 PM said:

/...wahai Es Be Yee….Kami sangat mencintai negeri ini…....System Demokrasi hanya akan bermuara kpd kehancuran….,semakin dilanjutkn….semakin dekat dgn muara (kehancuran ) itu…jangan ingkari agamamu….

. on 09/02/10 01:40 PM said:

anak ayam turun sepuluh mati satu tinggal sembilan,,,,bener/setuju
ustd kangen nie meski tiap ustd ceramah ane asyik ngorok,,,,subhanallah kalo ana jadi presiden ane ambil ustd sebagai penasehat presiden,,,,,

. on 09/02/10 03:04 PM said:

Mestinya pelajaran ini kalau saja SBY pandai menggunakan akalnya, sgr berubah & mengkoreksi keimanannya & hijrah dr bersikap munafik kearah yg istiqomah pd agamanya, sikap SBY yg menhujat Mujahid sbg teroris saat ini berbalik. Subahanallah

. on 09/02/10 03:07 PM said:

Mr. SBY kalau anda mau rajin membuka Al Quran dan Alhadits dan menjadikannya sebagai pedoman untuk memimpin negeri ini, kejadian penghujatan pada anda seperti saat ini InsyaAllah tidak akan terjadi.

. on 09/02/10 04:33 PM said:

Lah itu die SYB kagak mau belajar mengingat akhirat sih, jadi dikadalin ajeh ama tuh syaitan-syaitan Yahudi/Amerika and tokoh Sekuler,Nasionalis,pruralis domestik kayak kuwe Son

. on 09/02/10 04:43 PM said:

tidak ada presiden indonesia yang lebih baik dari susilo bambang yudoyono, ini fakta yang harus sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat di perhitungkan baik untuk hari ini dan nanti.

. on 09/02/10 04:49 PM said:

sebagai pemimpin adalah haknya untuk dihormati. di adab peradapan manapun penghinaan terhadap pemimpin adalah keburukan dan kejahatan.

. on 09/02/10 05:26 PM said:

@batu sembilan; ape kate lo?gak ada pres yg lbh bik dr SBY?capek deh…..,gare2 dia mimpin make’ sistem butan manusia ni negara malah makin ancurrrrrr,lo kagak liat ape?ape emang lo msih kecil ye?

. on 09/02/10 05:28 PM said:

kalo pengen dihormati makenye pake SYARIAT ISLAM dunk….

. on 09/02/10 06:45 PM said:

ulama yg mengatakan kebenaran pd penguasa,kmd ia disiksa…dimatai matai..ssghnya beliaui itu ahli tsugur…..kalau mati insya Allao syahid…!wahai orang2 bodoh, hidup dg hkm man remuk kita,dg hkm islam kalian makmur…krn dijamin ALLOH..!

. on 09/02/10 08:58 PM said:

MASIH UNTUNG ILUSTRASINYA HEWAN KEBO,,, DAH PANTES BLM SIH PAKE ILUSTRASI HEWAN BABI DAN KERA,,,,,,???? SILAHKAN ASUMSIKAN SENDIRI DGN KONDISI SAAT INI,,,,,

. on 09/02/10 10:10 PM said:

WONG GOBLOG….. DAH JADI MEMILIH SENDIRI DI DEMO SENDIRI PULAK… CIRI 2 WONG GOBLOG…

. on 10/02/10 12:32 PM said:

solusi sudah ada dalam Al Quran. bliau,ust abu hafidzahullah hanya mngutip, kita hanya menasihati, kmbali kpda yang dinasihati,, mau ambil atw tdk. fa’tabiru ya ulil albab. itu kalo mmg dy punya uthek

. on 10/02/10 01:19 PM said:

mudah2an pak sby baca,yah… minimal denger dari stafnya yg baca

. on 10/02/10 10:27 PM said:

keciduk dah gw sama DEtasemeN jeSUS 88 kalo sby baca Ar-rahmah…
huahahahahahahahaha…..

. on 11/02/10 11:20 AM said:

@vayoe & kikafaiza ;buat negara sendiri aj kalian di pulau papua sono ,,buktiin omongan kalian tuh ,,klo dah terbukti ,,,pasti SBY ngikut,,,jgn tau nya merebut milik orang ,,,
gitu aja kok repot,,

. on 11/02/10 09:53 PM said:

itachi: elo jd manusia, punya akal mbok ya bwt mikir….!!!!
kl ente muslim, ini semua milik Allah bung, dan sdh sepantasnya kita ikutin hukum-Nya…!!!
kl ente kafir, ya maaf aja, ajaran anda dan kami BERBEDA,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!!

. on 11/02/10 10:14 PM said:

SBY=Sekutu Bang Yesus,pantes aja kalo jilat pantat Amerika

banimustajab on 12/02/10 08:31 AM said:

nasihat ustadz Abu patut menjadi perhatian siapapun yang hendak menjadi pemimpin di negeri ini

ifinufein on 13/02/10 03:27 PM said:

itulah indahnya demokrasi, ust. Abu terimaksih masukannya! SBY amirul mukminin, tp Gus Dur ttp amirul umahnya kulluhum ....denger ust. Abu jd inget pas pndaftaran MMI di jogja!

TOKAR3V on 13/02/10 04:26 PM said:

@ ifinufein ; EH…KAMU SALAH PAHAM….!

maksud Ustad Abu adalah nasehat supaya sby tobat dengan meninggalkan hukum thoghut democrazy kafir dan beralih kehukum syari’at Islam….!!! baca beritanya pakai mata…!

ifinufein on 13/02/10 06:02 PM said:

ust. abu nasihatnya,,,,realnya kan demokrasinya! SBY is the best! tp Gus dur ttp yg nomer satu!

. on 14/02/10 04:15 PM said:

PERCUMA DLADENIN, WONG IFNU GA BS BACA,,,
SM KAYA BOZ-NYA YG DAH MODAR,,,, CM MODAL DENGER TNP DKAJI…..!!!
NGARTIIN AYAT SEENAK UDELNYA SENDIRI…..!!!!
SMUA ADA ILMUNYA BUNG,,, GA SEMBARANGAN….!!!!!!

. on 21/02/10 08:58 AM said:

ifinufein ,alhamdulillah Alloh memperlihatkan bahwa orang kayak km,si durjana.. ,demi Alloh najis…gak pantes masuk islam ,krn hanya membuat kotoran…!!!

Anda harus login untuk memberikan komentar



Auto-login on future visits

Show my name in the online users list

Forgot your password?