Desak Terus Rekonsiliasi Damai, AS Berdalih Sangkal Kontak Isu Yang Digembar-gemborkannya Sendiri
Oleh Althaf pada Senin 08 Februari 2010, 08:02 AM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Washington menyatakan diri bahwa pihaknya sedang tidak melakukan "kontak langsung" dengan Taliban sebagai bagian dari upaya untuk mengintegrasikan kembali pejuang anti-pemerintah, sebagaimana yang diungkapkan oleh utusan AS untuk Afghanistan.
Richard Holbrooke, kembali membuat drama kebohongan saat berbicara di Jerman pada hari Minggu (7/2), seolah-olah menolak klaim media (yang diisukannya sendiri) yang menyatakan Amerika terlibat dalam pembicaraan rahasia yang diselenggarakan setelah konferensi di London bulan Januari di Afghanistan.
"Pers, setelah (konferensi) London, telah menjadi terobsesi dengan gagasan bahwa ada pembicaraan rahasia yang terjadi dengan Taliban," bualnya.
"Jadi, saya ingin menyatakan dengan sangat jelas bahwa bangsa kami tidak terlibat dalam kontak langsung dengan Taliban," lanjut Holbrooke pada konferensi keamanan internasional di Munich.
Washington dan sekutu-sekutunya di London setuju untuk mendukung upaya oleh presiden Afghanistan Hamid Karzai untuk membujuk para mujahidin yang tidak ideologis dan tidak memiliki komitmen terhadap Taliban atau al-Qaidah untuk meletakkan senjata mereka dengan imbalan keuangan dan pekerjaan.
Program Integrasi
Holbrooke mengatakan bahwa program ini akan berjalan "secara paralel" dengan upaya-upaya militer, yang diawali dengan penyebaran hampir 40.000 lebih pasukan internasional untuk bergabung dengan 110.000 pasukan yang sudah ada di Afghanistan, serta terlibat dalam pelatihan pasukan keamanan Afghanistan.
"Sebagian besar orang yang berperang bersama Taliban tidak memiliki komitmen ideologis baik kepada al-Qaidah atau Mullah Omar, dan itulah yang akan dirangkul dalam program integrasi ini," katanya.
"Isu utamanya adalah bahwa siapa pun ingin mendamaikan, mengintegrasikan kembali atau memutuskan ikatan apapun yang terkait dengan al-Qaidah. Bagi sebagian besar orang-orang berperang bersama Taliban, hal itu merupakan keputusan yang mudah. Tapi bagi yang sudah memegang tampuk kepemimpinan, itu mungkin akan sulit."
Sebelumnya pada hari Minggu, Imarah Islam Afghanistan menolak mentah-mentah upaya Karzai untuk merangkul kelompoknya, dan menyebut rekonsiliasi ini sebagai suatu hal yang berisi kesia-siaan dan sangat konyol.
Dalam pernyataannya, Imarah Afghanistan mengatakan ketentuan yang telah ditetapkan untuk rekonsiliasi justru lebih memicu peningkatan perang daripada mengakhirinya.
Laporan yang diterbitkan pasca perundingan di London itu juga menyangkal klaim Kai Eide, wakil khusus PBB untuk Afghanistan, yang telah bertemu dengan tokoh-tokoh Taliban pada 8 Januari atas permintaan mereka.
Karzai, yang juga berada di Munich, mengatakan rakyat Afghan yang tidak memiliki "pelawanan ideologis" pada pemerintah Afghanistan telah 'berpisah' dari Taliban karena kurangnya prospek dan akan "kembali ke normal" jika diberikan "insentif".
Awal pekan ini, Karzai pergi ke Arab Saudi untuk melakukan pembicaraan dengan Raja Abdullah mengenai strategi reintegrasi tersebut.
Arab Saudi telah mengatakan bahwa Taliban harus menyangkal perlindungan kepada Usamah bin Ladin, pemimpin al-Qaidah, sebelum pihaknya bertindak sebagai mediator. (althaf/alj/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. QS. Al Baqarah: 9
YA ITULAH CIRI DR ORANG2 KAFIR…..
DIA YG BICARA, DIA PULA YG MENYANGKAL…..
PURA2 IDIOT APA MANG IDIOT BENERAN…..???
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- NVIDIA Optimus Siap Optimalkan Laptop
- MUI dan KPID Sumsel Menyoal "Take Him Out Indonesia"
- Ratusan Mujahid Al-Shabaab Penuhi Mogadishu
- Imarah Islam Afghanistan Gunakan Bom Modern Anti-deteksi
- Ledakan Hantam Kota Quetta, Baluchistan
- Musim Dingin Bukan Halangan Tuk Melaksanakan Jihad
- Membongkar Kaki Tangan Zionis Indonesia
- Pentagon Siapkan Strategi Untuk Musuh Baru Pasca 11 September
- Ulama Besar Mesir Haramkan Facebook
- Menhan Buka-Bukaan Soal Keterkaitan Perang dan Energi
Berita Terbaru
- Warnet Bisa Tangkal Teroris Lewat Daftar Pengunjung?
- Kongres AS Mendesak AS Segera ‘Rangkul’ Muslim?
- Pesawat Tempur Mengebom Gaza Selatan
- Putin: ‘Kelompok-Kelompok Teror’ Di Pakistan Dan Afghanistan Mengkhawatir Dunia
- Tentara AS Membunuh Pasangan Sipil Irak Di Baghdad
- Israel Akan Bangun 50.000 Unit Perumahan Baru Di al Quds
- Ba’asyir: Mengapa Jasad Dulmatin Wangi?
- Tentara Israel Hanya Dihukum 3 Tahun Dalam Aksi Kejinya di Gaza
- Mujahidin Imarah Islam Afghanistan Klaim Tewaskan 5 Tentara Kafir AS
- Bedah Buku Islam Standar : Islam Akan Bangkit Dari Indonesia
Berita Terkait
- Kongres AS Mendesak AS Segera ‘Rangkul’ Muslim?
- Putin: ‘Kelompok-Kelompok Teror’ Di Pakistan Dan Afghanistan Mengkhawatir Dunia
- Tentara AS Membunuh Pasangan Sipil Irak Di Baghdad
- Mujahidin Imarah Islam Afghanistan Klaim Tewaskan 5 Tentara Kafir AS
- Biden : AS Tidak Memiliki Teman yang Lebih Baik Selain Israel
- Serangan Mematikan Misil AS Kembali Memakan Korban Jiwa Dari Kalangan Sipil
- Mujahidin Afghan Akui Ledakkan Pangkalan NATO Di Khost
- Kunjungan Biden Tegaskan AS Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa Terhadap Israel
- Gates Tonton Pelatihan Militer Afghanistan
- Pemerintah AS Tidak Mengenal Anggota Al Qaeda yang Ditangkap di Pakistan
. on 08/02/10 08:28 AM said:
Muak sekali mendengar orang-orang kafir ini berbicara, penuh dusta dan tipu muslihat. Lebih muak lagi melihat thoghut2 itu membuat makar hanya demi dunia yang fana ini. Masya Allah sudah tidak ada lg keimanan dlm hati “mereka”.