AS-Rusia Kurangi Hulu Ledak Nuklir Hingga 1.000 Unit
Oleh Althaf pada Jum'at 05 Februari 2010, 09:28 AM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Amerika Serikat dan Rusia menyerukan pada hari Kamis (4/2) untuk mengurangi hulu ledak nuklir masing-masing hingga 1.000 unit, seiring dengan dimulainya kembali perundingan mengenai perjanjian pengganti Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START) yang kadaluarsa minggu ini.
Para pemimpin politik, militer, bisnis, dan pemuka agama dari berbagai negara yang berpartisipasi dalam pertemuan Global Zero menyerukan agar rencana pengurangan itu dirilis setelah pertemuan tiga-hari di Paris.
Global Zero menyerukan Amerika Serikat dan Rusia agar mengumumkan negosiasi putaran selanjutnya untuk memangkas penggunaan nuklir mereka masing-masing hingga 1000 hulu ledak, termasuk nuklir-nuklir yang tidak dikerahkan dan digunakan jangka pendek.
Mereka juga menyerukan agar negara-negara lain yang memiliki senjata pemusnah massal untuk membekukan gudang persenjataan mereka.
Sekitar 200 orang yang menghadiri pertemuan tiga-hari, termasuk mantan Menteri Luar Negeri AS George Shultz, Menteri Luar Negeri Swedia Carl Bildt, Menteri Luar Negeri Brasil Celso Amorim, dan Wakil Sekretaris Negara AS untuk Kendali Persenjataan Ellen Tauscher.
Thomas Pickering, mantan Wakil Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Politik masa pemerintahan Clinton yang juga spemimpin Global Zero, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Xinhua bahwa Amerika Serikat dan Rusia memiliki sekitar 6.000-7.000 hulu ledak nuklir (95% senjata nuklir dunia).
"Rusia dan Amerika Serikat jelas akan memimpin dan mengurangi nuklirnya hingga ke level yang paling rendah," kata Pickering.
Sergei Prikhodko, ajudan presiden Rusia, menyatakan pada hari Rabu (3/2) bahwa Rusia dan Amerika Serikat dapat membereskan perjanjian lanjutan START di bulan Maret atau April tahun ini.
START, yang ditandatangani pada tahun 1991 antara Uni Soviet dan Amerika Serikat, mewajibkan kedua belah pihak untuk mengurangi jumlah persenjataan nuklir mereka menjadi 6.000 unit. Perjanjian ini berakhir pada bulan Desember tahun lalu.
Presiden AS, Barack Obama, dan mitranya dari Rusia, Dmitry Medvedev, menyepakati pada Juli lalu bahwa masing-masing negara akan memangkas hulu ledak nuklir hingga 1.500-1.675. (althaf/xnh/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Bajingan tengik neh Amerika ma rusia. seenak udel lo bikin senjata pemusnah.Iya gwe sumpahin juga biar tuh nuklir2 meledak di tempat lo. Amin ya Allah.
Amiin Yaa Sami’ul Bashir. Adzab mereka kafiriin yg slalu memerangi UmmatMu yaa Allaah.
G habis pikir aku mikir mreka…
mreka buat senjata nuklir tp org lain g boleh katanya mengancam dunia
otak mreka itu ditaruh mana thooo,kok g punya malu sama skali….!!!
Dasar kaum babi dan kera…
[removed]void(0);[removed]void(0);[removed]void(0);[removed]void(0);[removed]void(0);[removed]void(0);[removed]void(0);[removed]void(0);[removed]void(0);
hati-hati dgsumpahnya saudara, senjata nuklir para kafir itu cuma sebagian kecil di negaranya, sebagian besar tersebar di berbagai pelosok bumi..hal ini sudah menjadi pengetahuan mereka..yg ada dinegara mereka cuma remot kontrolnya.
semua kapal induk membawa senjata nuklir, jarang sekali nyandar atau berlabuh di negaranya sendiri, tp wara-wiri di negara2 lain…
EHMM… YA INTINYA NEGARA KAFIR ITU HANCUR LAH,,,,,!!!
jangan dikurangi, maunya kirim satu ke afganistan . . . . .
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Menteri-Menteri Pertahanan NATO Berkumpul Di Turki, Bahas Operasi Afghanistan
- Konflik India-Pakistan, Dilema AS
- Pakistan Siap Bantu Perdamaian Afghanistan
- Microsoft Selidiki 'Luka' Baru Internet Explorer
- Alhamdulillah, Aliran Sesat Marak, MUI Kudus Tolak Cabut Stempel Sesat Sabda Kusuma
- Asmat Siddiqui : Putusan AS Terhadap Aafia Memperlihatkan Wajah Mereka Sesungguhnya
- Tentara Kafir Rusia Bunuh Akuntan dan Polisi di Distrik Botlikh Namun Katakan Mujahid Yang Terbunuh
- Polisi Klaim Temukan Amunisi Dan Gagalkan Serangan 'Teroris' Di Afghanistan Selatan
- AS Percaya Diri Bahwa Pemimpin Taliban Pakistan Telah Meninggal
- Helikopter Militer AS Alami Kecelakaan di Jerman, Tiga Tewas
Berita Terbaru
- Obama & Medvedev Sepakat Tandatangani Transaksi Nuklir Segera
- Tujuh Kapal Perang Amankan Kunjungan Obama
- Pemerintah Provinsi Kandahar Minta Pasukan Ditambah Demi ‘Keamanan’
- Polres Pastikan Mamuju Steril dari Aksi, Persembunyian Teroris
- Putri Munawaroh Akan Diadili
- Penjahat Cyber ‘Bonceng’ Info Windows Update Palsu
- Tentara Israel Brutal Terhadap Warga Palestina Yang Melakukan Protes Pendudukan Negara Zionis
- Mesir Tolak Laporan HAM AS
- Afghanistan Dan Pakistan Siap Melawan Terorisme Bersama-sama
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
Berita Terkait
- Obama & Medvedev Sepakat Tandatangani Transaksi Nuklir Segera
- Pemerintah Provinsi Kandahar Minta Pasukan Ditambah Demi ‘Keamanan’
- Mesir Tolak Laporan HAM AS
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
- India-Rusia Tanda Tangani 19 Perjanjian
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Kongres AS Mendesak AS Segera ‘Rangkul’ Muslim?
- Putin: ‘Kelompok-Kelompok Teror’ Di Pakistan Dan Afghanistan Mengkhawatir Dunia
- Tentara AS Membunuh Pasangan Sipil Irak Di Baghdad
- Mujahidin Imarah Islam Afghanistan Klaim Tewaskan 5 Tentara Kafir AS
. on 05/02/10 09:58 AM said:
Dasar kafir! punya ribuan hulu ledak nuklir kok masih melarang negara lain memiliki nuklir meskipun hanya dalam jumlah sedikit. Emangnya bumi ini milikmu sendiri. Insya Allah hulu2 ledak itu akan meledak di negara2 mrk sendiri.