Konflik India-Pakistan, Dilema AS
Oleh Althaf pada Jum'at 05 Februari 2010, 08:53 AM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Dilema besar melanda agenda Amerika Serikat di Afghanistan. Selain harus tetap memantau kepentingan mereka di negara tersebut, AS juga merasa perlu untuk mendamaikan konflik kepentingan keamanan India dan Pakistan, kata seorang pejabat senior Amerika Serikat.
"India memiliki serangkaian kepentingan keamanan yang sah di wilayah itu, seperti halnya sejumlah negara lain termasuk, tentu saja, Pakistan, Cina, dan semua negara-negara lain yang bertetangga dengan Afganistan," kata Richard Holbrooke, utusan khusus AS untuk Pakistan-Afghanistan, saat diminta untuk mengomentari mana pengaruh yang lebih besar yang akan diperlihatkan oleh Pakistan atau India di Afghanistan.
"Berbagai jenis penyelesaian perang di Afghanistan menandakan bahwa kepentingan keamanan yang sah dari setiap negara sebetulnya dapat dipahami dan diperhitungkan," katanya.
"Dilema muncul ketika kepentingan keamanan mereka cenderung berada dalam konflik. Afghanistan telah menderita sepanjang sejarah oleh kenyataan bahwa negara ini selalu menjadi medan perjuangan untuk memperebutkan kekuasaan. Kami tidak ingin melihat hal itu terjadi. Saya berharap bahwa ada sesuatu yang bisa dilakukan."
Saat dimintai komentar mengenai saran Mullen bahwa India dan Pakistan perlu melanjutkan kembali saluran diplomasi mengenai isu Kashmir, Holbrooke mengatakan Amerika Serikat akan "bertepuk tangan dan mendorong" setiap langkah dua negara itu untuk mengurangi ketegangan.
"Tapi kami tidak akan bertindak sebagai perantara antara Islamabad dan New Delhi. Karena bukan itu yang kami lakukan di sini," tambahnya.
Holbrooke mengatakan seringnya ia mengunjungi New Delhi karena negara itu sangat penting dalam masalah Afghanistan, bukan yang lain.
Mullah Omar
Ketika diminta untuk mengomentari permintaan beberapa organisasi suku Pakhtun agar nama Mullah Omar dan Gulbuddin Hikmatyar dihapus dari daftar teroris PBB, Holbrooke mengatakan, "Saya tidak berpikir bahwa orang yang Anda sebutkan tadi memenuhi syarat untuk memperoleh penanganan semacam itu . Saya tidak bisa melihat bahwa dalam keadaan sekarang ada orang yang bisa secara realistis menghapus nama-nama itu."
Holbrooke juga bersikeras bahwa ada perbedaan antara reintegrasi dari beberapa pendukung Taliban dengan usulan rekonsiliasi kepemimpinan Taliban.
"Reintegrasi merupakan program untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang bergabung bersama Taliban untuk meletakkan senjata mereka, meninggalkan Al-Qaidah, meninggalkan kekerasan, dan berpartisipasi dalam proses politik Afghanistan," katanya.
"Ini adalah program yang sangat diperlukan, serta dianggap oleh Komando ISAF sebagai sesuatu yang paling penting, seperti halnya yang diungkapkan oleh menlu Clinton."
Rekonsiliasi, katanya, yang diarahkan pada kemungkinan diskusi dengan pimpinan Taliban ini akan diarahkan untuk membawa perdamaian dan mengakhiri peperangan.
Dia mencatat bahwa Presiden Karzai berada di Arab Saudi minggu ini dan telah secara terbuka menyerukan kepada Saudi untuk membantu usaha tersebut. (althaf/dawn/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
brothers, kuffars obviously dont stop enmity against true moslems & mujahids, try to corrupt mujahids strength by bleaching supports to mujahids; this is indeed war of Islam versus syahwat of denying Allaah, free-will, love of wordly life, kuffars
Ucapan holdbrook adalah upaya memecah belah pimpinan Taliban, Semoga Allah menjaga dari hal yg demikian, dan atas izin Allah justru perpecahan akan terjadi pada musuh2 Taliban…. Amin Ya Mujibasailin.
YES.
ORANG SPT MULLAH UMAR LEBIH MENYUKAI DIBENCI PBB DP DI SAYANG PBB….....DIA LEBIH TAKUT PD ALLAH DP TAKUT AMA DUNIA….......SEMOGA ALLAH MENEGUHKANMU MULLAH…HAFIZAHULLAH
Bismillah. Tukang adu Jangkrik yang dongo ye…eluh tuh. Ude tau elu yang ‘kilik’ kanan…‘kilik’ kiri..Eee pengen jangkrik nye dame…dasar keliatan bodo nye…ye.
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Pakistan Siap Bantu Perdamaian Afghanistan
- Microsoft Selidiki 'Luka' Baru Internet Explorer
- Alhamdulillah, Aliran Sesat Marak, MUI Kudus Tolak Cabut Stempel Sesat Sabda Kusuma
- Asmat Siddiqui : Putusan AS Terhadap Aafia Memperlihatkan Wajah Mereka Sesungguhnya
- Tentara Kafir Rusia Bunuh Akuntan dan Polisi di Distrik Botlikh Namun Katakan Mujahid Yang Terbunuh
- Polisi Klaim Temukan Amunisi Dan Gagalkan Serangan 'Teroris' Di Afghanistan Selatan
- AS Percaya Diri Bahwa Pemimpin Taliban Pakistan Telah Meninggal
- Helikopter Militer AS Alami Kecelakaan di Jerman, Tiga Tewas
- Mujahidin Kembali Serang Tangki Oli NATO di Pakistan
- Windows 7 'Jebol' Baterai Laptop?
Berita Terbaru
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
- Provokasi Anti-Islam Tak Henti Dihembuskan Media Barat
Berita Terkait
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Satu Tentara Tewas Dua Terluka Dalam Baku Tembak di Srinagar, Kashmir
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak
. on 05/02/10 09:18 AM said:
al-qaeda dan taliban tak kan terpisahkan INSYA ALLAH. ALLAHU AKBAR 3X