Philipina Tawarkan Pembagian Kekuasaan Kepada Pejuang Moro

Oleh Hanin Mazaya pada Kamis 04 Februari 2010, 06:41 AM

Print Recommend (0) Comment (7)

MORO (Arrahmah.com) - Otoritas Philipina menawarkan kepada Muslim di Philipina selatan "perluasan otonomi" dengan harapan dapat mengakhiri 40 tahun perlawanan, ujar pemimpin negosiasi dari kubu pemerintah.

Annabelle Abaya mengatakan pemerintah berharap tawaran terbaru ini dapat diterima oleh Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dan menandatangani proposal perdamaian sebelum dilakukan sumpah presiden terbaru Philipina pada 30 Juni mendatang.

"Dalam perluasan otonomi, presiden menawarkan pembagian kekuasaan," ujar Abaya kepada para awak media.

Pembagian kekuasaan dengan mayoritas Muslim yang menempati wilayah Philipina Selatan seperti pengontrolan sumber daya alam di wilayahnya juga penarikan pajak untuk kepentingan wilayah tersebut.

Penawaran ini dibuat di Malaysia pada minggu lalu ketika MILF dan pemerintah melakukan pertemuan di Kuala Lumpur untuk pertama kalinya sejak perang meletus pada 2008 lalu.

MILF dalam sebuah statemen yang dikeluarkan pada minggu ini mengatakan bahwa pemerintah tidak memiliki penawaran terbaru apapun.

MILF mengonfirmasikan bahwa pembicaraan damai akan kembali digelar di Kuala Lumpur pada 18 Februari mendatang.

Presiden Arroyo membuka pembicaraan damai dengan 12.000 anggota MILF di taun 2001 namun Arroyo menghianati kesepakatan antara keduanya yang akhirnya meletuskan pertempuran kedua belah pihak.

MILF tidak belajar dari pengalaman, mereka kembali mengulang kesalahan dengan melakukan gencatan senjata, menerima tawaran pemerintah kafir Philipina untuk melakukan pembicaraan damai. (haninmazaya/KC/arrahmah.com)

 

Berita Lainnya Tentang

Philipina Tawarkan Pembagian Kekuasaan Kepada Pejuang Moro

sponsored links

Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com

The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net

Serang_Amerika on 04/02/10 07:41 AM said:

Seharusnya MILF sadar bahwa Kafir Philipina adalah pendusta.

. on 04/02/10 08:13 AM said:

brothers, no truce if it is used by your enemy to strengthen themselves, attack other groups of mujahidin, or persuade you to co-existence with them; truce is permitted if they stop enmity to you and give you freedom to call them to Islam

. on 04/02/10 12:19 PM said:

Hamas d pilipin neh.. Milf payah, mju trus ABU SAYAF. Klo mreka d nsehati tdk mau, SIKAT aj skalian. Siapapun yg berwala pd kafir, mreka adalah target teroris. Ktika kt mletakkan senjata mk khinaan dunia akhirat yg akn mnghampiri kt.

Allohuakhbar

. on 04/02/10 02:43 PM said:

Assalamualaikum
Saya anggota baru,mau ikutan komen nih,klo salah tolong dimaafkan ya?
menurut saya lebih baik diterima dulu perjanjian damainya,klo PHIL msh cari gara2 ya disikat lagi

. on 04/02/10 02:44 PM said:

tapi jangan pake bom bunuh diri mending kumpulin orang2 ahli militer dan IPTEK trus bikin senjata sendiri kyk tank,pesawat,artileri,battleship(klo cuma bisa korvet ga pa2 deh),Anti Air gun,klo udah selesai SIKAT LANGSUNG MANILA!!!

. on 05/02/10 10:27 AM said:

@BlackEagle :  Hmmmm… teori yang menarik, kira2 perlu brp bs terealisasi? kalo terlalu lama keburu di gempur duluan nih.. “Pertahanan yang terbaik adalah menyerang”

. on 06/02/10 06:18 AM said:

BLACK EAGLE , COBA BACA ATTAUBAH 7-8,SSGUHNYA ITU BUKAN BOM BUNUH DIRI ,KRN ADA HUJAHNYA KETIKA ILAM PERANG MELAWAN ROMAWI ,SATU SAHABAT MINTA DILEMPAR KE BENTENG MUSUH U BUKA WL DIA MATI…..

Anda harus login untuk memberikan komentar



Auto-login on future visits

Show my name in the online users list

Forgot your password?