Klarifikasi Propaganda Para Penjajah di Afghanistan Terkait Isu Pembicaraan Damai
Oleh Hanin Mazaya pada Senin 01 Februari 2010, 07:51 AM
(Arrahmah.com) - Sabtu (30/1), kru theunjustmedia berhasil mewawancarai salah seorang jurubicara Imarah Islam Afghanistan, Zabiullah Mujahid mengenai beberapa statemen yang selalu dipublikasikan di media-media ternama internasional.
TUM : Media-media tersebut melaporkan bahwa Presiden Afghanistan, Hamid Karzai mengundang Imarah Islam Afghanistan untuk melakukan pembicaraan damai sebagai bagian dari upaya untuk mengakhiri peperangan.
Zabiullah Mujahid (ZM) : Kenapa Imarah Islam Afghanistan mesti menerima pembicaraan damai dengan para penjajah atau budak mereka yang tidak memiliki otoritas legal untuk memerangi Afghanistan dan penduduknya, otoritas tersebut hanya milik orang-orang Afghan. Statemen dari para penjajah dan budaknya adalah untuk menyembunyikan kekalahan mereka di Afghanistan. Kami, Imarah Islam Afghanistan dan dunia internasional selalu mendengar mengenai akan dilakukannya pembicaraan damai antara Imarah Islam Afghanistan dan para penjajah serta budak mereka yang dilakukan di Arab Saudi atau Dubai, kami Imarah Islam Afghanistan dan publik internasional melihat dengan jelas pertemuan ini, siapa saja yang berpartisipasi karena tidak ada satupun mujahid Imarah Islam Afghanistan yang menghadirinya. Ini merupakan salah satu statemen kebohongan yang dikeluarkan para penjajah dan budak mereka untuk membingungkan publik, untuk "menyenangkan" mereka di atas realitas perang Afghanistan.
TUM : Media-media rujukan itu juga melaporkan bahwa PBB mengatakan bahwa Pemimpin "Taliban" secara sembunyi-sembunyi telah melakukan pertemuan dengan PBB untuk membicarakan masa depan Afghanistan dan kemungkinan peletakan senjata yang mereka miliki. Taliban Quetta Shura dilaporkan telah bertemu dengan duta khusus PBB, Kai Eide pada 8 Januari 2010 di Dubai. "Mereka meminta dilakukannya pembicaraan. Mereka meminta perlindungan," ujar pejabat PBB tersebut. "Mereka tidak ingin berakhir di tempat seperti Bagram," pejabat tersebut menambahkan.
ZM : Pertama, saya tegaskan, tidak ada seorangpun anggota dewan Imarah Islam Afghanistan yang melakukan pertemuan dengan PBB untuk membicarakan persoalan Afghanistan apalagi untuk membicarakan peletakan senjata. Kedua, kami tidak mengetahui adanya Dewan Taliban Quetta. Ketiga, Imarah Islam Afghanistan tidak membutuhkan perlindungan dari siapapun dan perlu diketahui (fakta sebenarnya), Imarah Islam Afghanistan telah menguasai dan mengontrol lebih dari 80 persen wilayah Afghanistan, jadi yang sebenarnya membutuhkan perlindungan adalah para tentara penjajah bersama budak-budak mereka. Tidak akan ada pembicaraan damai dengan siapapun sampai para penjajah meninggalkan daratan kami. (haninmazaya/KC/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
mantapp… imarah islam… usir mereka semua… hajarrrr ALLAHUAKBARR
ALHAMDULILLAH,,,IMARAH ISLAM AFGHAN TETAP ISTIQOMAH DI JALAN JIHAD,,,,
ALLAHUAKBAR….!!!!!
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Menag: Teknologi Informasi Tantangan Umat
- DataTraveler 5000, Flash Disk dengan Standar Sandi AS
- NATO: Tahun 2010 Lebih Banyak Korban Dan Kekerasan Di Afghanistan
- Mesir Klaim Tangkap Mujahi Dan Menyita Sejumlah Amunisi
- Pengadilan Anti-Terorisme Pakistan Umumkan Muslim Khan Dan 23 Lainnya Dinyatakan Sebagai DPO
- Terinsipirasi Perancis, Jerman Dan Italia Pun Larang Penggunaan Niqab
- Konferensi London, Lebarkan Perspektif Kampanye Melawan 'Terorisme'
- Obama Sibuk, Janji Penutupan Guantanamo Terus Diulur
- BP Migas: Tendangan Gas Sumur Sukowati Hal Biasa
- 10 Negara Produsen Trojan Terganas
Berita Terbaru
- Pakistan Bombardir “Posisi Taliban”?
- Israel Perintahkan Tuk Hancurkan Masjid di Nablus
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
- Hugo Chavez Mulai Geram dengan Internet
- PKS Dukung Kunjungan Obama???
- Menag: Pesantren Jadi Benteng Anti Terorisme (?)
- Mesir Batalkan Peresmian Sinagog Yahudi Di Kairo
- Insiden Kandahar Peringatan Bagi NATO
- Obama & Medvedev Sepakat Tandatangani Transaksi Nuklir Segera
- Tujuh Kapal Perang Amankan Kunjungan Obama
Berita Terkait
- Komandan Inggris : Perubahan Strategi Taliban Sangat Cepat
- Mujahidin Imarah Islam Afghanistan Klaim Tewaskan 5 Tentara Kafir AS
- PBB: Saatnya ‘Berbicara’ Dengan Taliban
- Pernyataan Imarah Islam Afghanistan: Monopoli Media Oleh Pemerintah Boneka
- Imarah Islam Afghanistan Kembali Buka Suara Soal Perang di Marjah
- Operasi Syahid Kembali Guncang Jantung Afghanistan
- Belasan Tentara Kafir AS Tewas Bersama Hancurnya Tank-tank Mereka di Marjah
- Wawancara Dengan Qari Muhammad Yousuf Ahmadi Mengenai Keadaan di Helmand
- Imarah Islam Afghanistan : Operasi Marjah Adalah Pelajaran Untuk Tentara Penjajah
- Press Rilis Imarah Islam Afghanistan Terkait Isu Penangkapan Maulvi Kabir
. on 01/02/10 09:48 AM said:
Alhamdulillah..ya Allah,mereka ( Taliban ) senantiasa berteguh pendirian trhdap bujuk rayu syeithon2 dunia akhirat.