NATO: Tahun 2010 Lebih Banyak Korban Dan Kekerasan Di Afghanistan
Oleh Althaf pada Senin 01 Februari 2010, 06:31 AM
KABUL (Arrahmah.com) - Perwakilan bagian sipil NATO di Afghanistan telah memperingatkan bahwa 2010 akan menjadi tahun yang membawa lebih banyak korban dan memperkirakan akan banyak sekali kekerasan yang terjadi saat pihaknya memerangi Taliban.
Tapi Mark Sedwill, diplomat senior Inggris yang mewakili koalisi dalam hal-hal non-militer, meramalkan bahwa tahun ini juga akan terjadi titik balik dalam konflik Afghanistan, seiring dengan diperkuatnya strategi politik dan kekuatan tempur NATO.
Sembari memperkirakan bahwa pasukan internasional akan berjuang antara tiga sampai lima tahun lagi, Sedwill mengatakan kepada BBC: "Tahun ini akan menjadi tahun lain yang sangat menantang."
"Saya yakin akan ada lebih banyak korban, dan akan ada banyak sekali kekerasan. Itulah yang saya takutkan dari konflik."
"Namun menurut pandangan saya sendiri, kami mungkin masih akan memiliki pasukan yang ada di garis depan pertempuran di wilayah ini hingga tiga tahun mendatang, mungkin tiga sampai lima tahun yang akan datang," tambahnya.
Sedwill meramalkan bahkan setelah pasukan berangkat, bahkan Afghanistan akan memerlukan bantuan pembangunan dari asing selama "20, 30, atau 40 tahun lamanya."
Namun, Liam Fox, dari kementerian pertahanan Inggris, mengatakan bahwa sekutu NATO termasuk Jerman telah gagal untuk memberikan bantuan dana maupun militer di Afghanistan.
Pemerintah Konservatif Inggris akan berusaha mereformasi NATO sehingga negara-negara anggota yang memiliki sedikit pasukan di Afghanistan pun tetap harus melakukan pembayaran tunai untuk sama-sama menanggung beban pertempuran.
Fox mengatakan kepada Sunday Times: "Militer kami harus kehilangan pasukan dengan jumlah yang tidak proporsional dan para pembayar pajak kami pun harus menanggung beban keuangan yang tidak proporsional. (Pada saat yang sama) beberapa negara tidak mau berperang atau bahkan mendanai (peperangan)." (althaf/tlgrph/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Jangan 5 tahun, 1000 tahun tetap gue layanin…kata Mujahidin begitu, enteng..emang Muslim Afgan belum menang saat ini, nanti bukan saja memang di di Afgan..tapi juga Di Amrik…
NATO…kewalahan naggung beban perang…..lihat dong Mujahidin gak ada istilah kurang biaya buat perang, NATO cuma gaya doang…tapi bego
KERAHKAN SELURUH TENTARA SALIBISMU, MUJAHIDIN SIAP MENYAMBUTMU….!!!
biarin tentara kafir berlama lama di afgan syah reza eh afganistan, ampe habis tuh senjata modern ame uang kafir buat perang ama mujahid islam,gak bakal menang sikafirtuh ,klo deh abis tuh senjata modern ame uangnye,modar semua tuh kafir
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Mesir Klaim Tangkap Mujahi Dan Menyita Sejumlah Amunisi
- Pengadilan Anti-Terorisme Pakistan Umumkan Muslim Khan Dan 23 Lainnya Dinyatakan Sebagai DPO
- Terinsipirasi Perancis, Jerman Dan Italia Pun Larang Penggunaan Niqab
- Konferensi London, Lebarkan Perspektif Kampanye Melawan 'Terorisme'
- Obama Sibuk, Janji Penutupan Guantanamo Terus Diulur
- BP Migas: Tendangan Gas Sumur Sukowati Hal Biasa
- 10 Negara Produsen Trojan Terganas
- Pakistan Mesti Mainkan Peran Besar Di Afghan
- Syariat Ditentang Keraton
- Ledakan Kembali Hantam Barat Laut Pakistan
Berita Terbaru
- Yerusalem, Riak-Riak Intifadhah Ketiga
- Satu Tentara Tewas Dua Terluka Dalam Baku Tembak di Srinagar, Kashmir
- Sidang Pendiri dan Pemilik Arrahmah Media Akan Kembali Digelar
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Obama Persingkat Kunjungannya Ke Indonesia
Berita Terkait
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Serangan Roket Tewaskan Seorang Tentara di Basis NATO
- Insiden Kandahar Peringatan Bagi NATO
- Pemerintah Provinsi Kandahar Minta Pasukan Ditambah Demi ‘Keamanan’
- Afghanistan Dan Pakistan Siap Melawan Terorisme Bersama-sama
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
- Komandan Inggris : Perubahan Strategi Taliban Sangat Cepat
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Putin: ‘Kelompok-Kelompok Teror’ Di Pakistan Dan Afghanistan Mengkhawatir Dunia
- Mujahidin Afghan Akui Ledakkan Pangkalan NATO Di Khost
. on 01/02/10 10:41 AM said:
Bismillah. Nah..lo tau bakal runyem diAfghan. Dasar bangsa Dogol (dongo dan tolol) dah tau kaga bakal menang. Ee…ee die masih pengen ‘nginep’ diAfgha. Makasih deh…lo pade jadi bahan percobaan bom pendem.