Pakistan Mesti Mainkan Peran Besar Di Afghan
Oleh Althaf pada Ahad 31 Januari 2010, 10:19 AM
BERLIN (Arrahmah.com) - Pakistan harus lebih melibatkan diri dalam penyelesaian konflik di Afghanistan, kata konsulat Jerman, Angela Merkel dalam wawancara di sebuah surat kabar yang terbit pada Minggu (31/1).
"Tidak akan terwujud perdamaian di wilayah ini (Afghanistan) kecual jika Pakistan membagi kepeduliannya," ujar Merkel pada surat kabar mingguan Welt am Sonntag.
Menurut Merkel, karena dihadapkan dengan pemberontakan Taliban bersekutu dengan 'militan' Afghanistan, Pakistan seharusnya berperan dalam mewujudkan perdamaian dengan Afghanistan. Karena sebelumnya ada kecurigaan mendalam di Kabul bahwa 'militansi' di Afghanistan tidak terlepas dari dukungan Pakistan tahun 1990-an.
"Untuk mencapai solusi yang komprehensif, kita memerlukan keterlibatan yang jauh lebih besar dari pihak berwenang Afghanistan, termasuk juga negara-negara tetangganya, terutama Pakistan," kata Merkel.
Jerman mengatakan berkomitmen untuk meningkatkan jumlah pasukan di Afghanistan dan menambah hampir dua kali lipat bantuan sipil untuk menngkondisikan Afghanistan jelang penarikan mundur pasukan salibis internasional tahun depan.
Tapi Merkel menolak untuk menegaskan jadwal pasti penarikan pasukannya karena takut bahwa mujahidin Afghanistan semakin berani untuk melancarkan serangan-serangan besar.
"Sebuah penarikan tanpa tercapainya tujuan bukan menjadi bentuk penyerahan tanggung jawab, namun sebuah tindakan yang justru tidak bertanggung jawab," katanya.
Jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas warga Jerman mendukung penarikan segera dari Afghanistan.
Menurut keterangan NATO, Jerman memiliki 4.280 pasukan di Afghanistan hingga Desember tahun lalu. (althaf/rtrs/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Ledakan Kembali Hantam Barat Laut Pakistan
- Clinton Bersumpah Tidak Akan Lakukan Kesepakatan Dengan Taliban Yang 'Jahat'
- Blair Bersilat Lidah Untuk Membenarkan Perangnya Di Irak
- Tiruan Google Muncul di China
- MK Janji Independen Soal Uji Materi UU Penodaan Agama
- Kasad: Kawasan Perbatasan Cerminan Wajah Indonesia
- Usamah Bin Ladin Sudutkan Amerika Serikat Atas Perubahan Iklim
- Oposisi Yaman Kecam Konferensi London
- 20 Warga, Termasuk Anak-Anak, Cedera Akibat Tembakan Gas Air Mata Dan Peluru Karet Tentara Israel
- Denmark Kekang Penggunaan Jilbab Dan Niqab
Berita Terbaru
- Pakistan Bombardir “Posisi Taliban”?
- Israel Perintahkan Tuk Hancurkan Masjid di Nablus
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
- Hugo Chavez Mulai Geram dengan Internet
- PKS Dukung Kunjungan Obama???
- Menag: Pesantren Jadi Benteng Anti Terorisme (?)
- Mesir Batalkan Peresmian Sinagog Yahudi Di Kairo
- Insiden Kandahar Peringatan Bagi NATO
- Obama & Medvedev Sepakat Tandatangani Transaksi Nuklir Segera
- Tujuh Kapal Perang Amankan Kunjungan Obama
Berita Terkait
- Pakistan Bombardir “Posisi Taliban”?
- Insiden Kandahar Peringatan Bagi NATO
- Pemerintah Provinsi Kandahar Minta Pasukan Ditambah Demi ‘Keamanan’
- Afghanistan Dan Pakistan Siap Melawan Terorisme Bersama-sama
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
- Ledakan Berangkai Mencabik Kota Lahore
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Putin: ‘Kelompok-Kelompok Teror’ Di Pakistan Dan Afghanistan Mengkhawatir Dunia
- Serangan Mematikan Misil AS Kembali Memakan Korban Jiwa Dari Kalangan Sipil
- Mujahidin Afghan Akui Ledakkan Pangkalan NATO Di Khost