Blair Bersilat Lidah Untuk Membenarkan Perangnya Di Irak
Oleh Althaf pada Sabtu 30 Januari 2010, 09:44 AM
LONDON (Arrahmah.com) - Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, pada hari Jumat (29/1), berdalih bahwa Saddam Hussein bukan lagi ancaman yang besar setelah 11 September, tetapi persepsinya mengenai risiko lebih besar yang ditimbulkan jika 'teroris' merebut senjata pemusnah massal Irak, secara dramatis telah diubah oleh serangan yang ia lakukan bersama rekannya Bush.
Blair mengatakan kepada Mahkamah Pengadilan Irak di Inggris bahwa keputusannya yang kontroversial untuk mendukung invasi Amerika di Irak tahun 2003 diilhami oleh ketakutan yang lain, yakni serangan teror.
"Bukan karena dia (Saddam) telah melakukan banyak hal, namun persepsi kami mengatakan bahwa ada resiko yang lebih besar dari itu semua," kata Blair.
"Jika orang-orang yang diilhami oleh fanatisme keagamaan ini bisa membunuh 30,000, mereka akan melakukan hal serupa. Sejak saat itu maka terorisme dan bibit-bibitnya di Iran, Libya, Korea Utara, Irak ... semuanya harus diakhiri."
"Pertimbangan utama saya adalah mengirim pesan yang benar-benar tegas, jelas, dan berkelanjutan bahwa setelah 11 September jika Anda terlibat dalam suatu rezim yang mengembangkan senjata pemusnah massal (WMD), maka anda harus menghentikannya," lanjutnya.
Sambil menggenggam satu map dokumen, Blair duduk dengan tegang di tengah-tengah konferensi London untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Mahkamah Irak, sebuah penyelidikan luas ditugaskan oleh pemerintah Inggris untuk meneliti intrik di balik keputusan Inggris untuk bergabung dengan dengan perang Irak yang mahal dan tidak populer.
Blair ditanya mengenai tuduhan bahwa pemerintahnya bertekad untuk menggulingkan diktator Irak dengan membesar-besarkan isi laporan intelijen yang menyatakan bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal. Dia pun menekankan waktu tepat dimana dia menawarkan dukungan untuk invasi yang diperintahkan oleh Presiden AS George W. Bush.
Mantan dubes Inggris untuk Washington, Christopher Meyer, mengatakan bahwa kesepakatan yang ditandatangani dengan darah oleh Bush dan Blair ini terjadi di peternakan Bush di Crawford, Texas, pada April 2002.
"Satu-satunya komitmen yang saya berikan (di Crawford) adalah komitmen untuk berurusan dengan Saddam," kata Blair. Dia bilang dia mengatakan kepada Bush "kita akan bersama mereka dalam menghadapi ancaman ini."
Blair mengatakan para pemimpin dunia lainnya tidak merasakan hal yang sama seperti halnya yang dia dan Bush rasakan.
"Meskipun pola pikir Amerika telah berubah secara dramatis (pasca 11 September) -dan sejujurnya saya juga berubah-, saat saya berbicara dengan para pemimpin negara lainnya, terutama negara-negara Eropa, saya tidak mendapatkan kesan yang sama dari mereka."
Blair sengaja datang sebelum pukul 07:00 GMT (0200EST) pada hari Jumat, untuk menghindari demonstran, dengan memasukkan pusat konferensi melalui berpembatas pintu belakang. Sekitar 150 pengunjuk rasa berkumpul di luar gedung dan meneriakkan slogan-slogan termasuk "Penjarakan Tony" dan "Kebohongan Blair menyebabkan ribuan orang meninggal" namun dihadang oleh sederetan polisi.
Saat Blair bersaksi, demonstran di luar gedung pertemuan membacakan nama-nama warga sipil dan personil militer tewas di Irak.
"Rakyat Irak harus hidup setiap hari dengan agresi dan kekejaman," kata pengunjuk rasa, Saba Jaiwad, salah seorang Irak yang menentang perang.
"Blair seharusnya tidak berada di sini memberikan alasan-alasannya atas perang ilegal tersebut, ia seharusnya dibawa ke Den Haag untuk menghadapi tuduhan kriminal karena ia telah melakukan kejahatan terhadap rakyat Irak."
Blair mengakui bahwa keputusannya untuk mengikutsertakan Inggris berperang -yang menyebabkan protes publik terbesar di London ini- telah dibicarakan dengan pihak oposisi dan kabinetnya.
"Dari awal, saya tidak pernah menemukan ada satu pihak pun yang menentang keputusan ini," dalih Blair di hadapan peserta sidang panel. (althaf/ap/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
ya itulah orang kafir sudah kafir maih kena laknat dasar maling teriak maling itulah kera2 putih peliaraan zionis rockeffeler
Benar…perang lu emang benar..Saddam Hussein memang perlu digantung…teruskan saja..
yah elah si fanny lagi…
loe dukung Israel and NATO pimpinan Amerika kan..
sebentar lagy kalah…hahahaha
siap-siap aja loe MALU sama muslimin wal muslimat
sudah kebiasan orang-2 kafir bersilat lidah,blair pantesnya lidah low disilet biar tau rasanya sakit,sama seperti rekan low bus mesti disilet juga lidahnya
fanny : sebentar lagi fanny.. tdk lama lagi…. INSYA ALLAH..!!!
fany : kamu bukan moslim yahh…. dari jenis apa lohh….
fanny itu sejenis babi tapi buntutnya kera… ckakakakakakakkan….
@fanny.(mahluk sejenis babi berekor kera} “betul..betul..betul ” kata upin dan ipin.kerk kerk kerk
fanny, juga Su’ud, juga pemerintah Indonesia, Malaysia juga, Filipina juga, Yaman juga. Terus maju ke al-Quds dan mengantung Yahudi disana Insya Allah.
Bismillah.Sebenarnya dunia akan sangat….sangat aman dan damai tanpa mereka. Yang paranoid, karena otaknya sendiri. Mari kita nonton kehancuran, kekalahan, kehinaan mereka…!!!!!
Mmang sbenarnya mereka kafiriin usrael nato n sjenisnya senantiasa di laknat Allaah SWT sepanjang masa. InsyaAllaah segera kita saksikan kehinaan sejati mereka. Allaahu Akbar!!!
99% nyali non muslim tuh cmn 1% jdi percuma tengkar 1 lawan 3 ma mereka, aku yg jamin mereka kabuuurrr!!!badan gede’ wajah galak pake kalung salib gue pelototin aja dah g berani bertingkah kok!!!mereka tuh jiwa licik!!!
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Tiruan Google Muncul di China
- MK Janji Independen Soal Uji Materi UU Penodaan Agama
- Kasad: Kawasan Perbatasan Cerminan Wajah Indonesia
- Usamah Bin Ladin Sudutkan Amerika Serikat Atas Perubahan Iklim
- Oposisi Yaman Kecam Konferensi London
- 20 Warga, Termasuk Anak-Anak, Cedera Akibat Tembakan Gas Air Mata Dan Peluru Karet Tentara Israel
- Denmark Kekang Penggunaan Jilbab Dan Niqab
- Tentara Salibis AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Lagi, Suplai NATO Tak Sampai Di Afghanistan
- Kazakhstan Blokir 14 Situs Internet
Berita Terbaru
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
- Provokasi Anti-Islam Tak Henti Dihembuskan Media Barat
Berita Terkait
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Bentrokan Yerusalem Berkelanjutan, Pejabat AS Batal Ke Israel
. on 30/01/10 12:02 PM said:
Hahaha… si bos rothschild pasti lagi cengar-cengir melihat ‘anjing jalanannya yang dulu kelaparan’ sedang piadto yang ujung-ujung ‘saya tidak bersalah’.......