Tiruan Google Muncul di China
Oleh Althaf pada Sabtu 30 Januari 2010, 07:38 AM
BEIJING (Arrahmah.com) - Negara China selama ini memang mahir soal meniru produk-produk global, yang kemudian dijual sebagai produk Aspal (Asli tapi Palsu). Baru-baru ini, negara tersebut juga menirukan mesin pencari Google.
Mesin pencari bernama Goojje itu, tidak hanya mirip dalam hal penggunaan nama. Akan tetapi juga dalam jenis layanan, dan tampilan. Bahkan, konten di dalam Gojje juga sangat mirip dengan Google. Ternyata, dalam bahasa Mandarin sendiri, akhiran kata 'jje' mempunyai arti kakak perempuan. Sedangkan Google, yang berakhiran kata 'gege' mempunyai makna sebagai kakak laki-laki.
Kendati mesin pencari Goojje merupakan layanan buatan asli negeri Tirai Bambu, bukan berarti mereka diberi kebijakan yang istimewa. Sebab, konten di dalam Goojje juga mendapat sensor ketat dari pemerintah. Tidak seperti 'saudaranya, Google, mesin pencari Goojje sangat mematuhi aturan tersebut. Demikian yang dilansir Reuters, Jumat (29/1).
Kendati demikia, Goojje ternyata bersimpati terhadap kasus yang menimpa Google. Malahan, Goojje memiliki pesan pada situsnya yang berbunyi: "Saudara perempuan itu sangat senang ketika saudara laki-lakinya tidak jadi meninggalkannya dan tetap tinggal bersama saudara perempuannya".
Sayangnya, hingga kini belum ada komentar dari Google atas munculnya mesin pencari tiruan tersebut. Saat ini, Google masih mengatasi sengketa perusahaanya dengan pemerintah China, yang melakukan kontrol terlalu ketat. (okz/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- MK Janji Independen Soal Uji Materi UU Penodaan Agama
- Kasad: Kawasan Perbatasan Cerminan Wajah Indonesia
- Usamah Bin Ladin Sudutkan Amerika Serikat Atas Perubahan Iklim
- Oposisi Yaman Kecam Konferensi London
- 20 Warga, Termasuk Anak-Anak, Cedera Akibat Tembakan Gas Air Mata Dan Peluru Karet Tentara Israel
- Denmark Kekang Penggunaan Jilbab Dan Niqab
- Tentara Salibis AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Lagi, Suplai NATO Tak Sampai Di Afghanistan
- Kazakhstan Blokir 14 Situs Internet
- GIB: Secara Moral SBY Tidak Layak Menjadi Presiden
Berita Terbaru
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
Berita Terkait
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Bentrokan Yerusalem Berkelanjutan, Pejabat AS Batal Ke Israel
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
ekaisar on 12/02/10 01:26 AM said:
salut bwt cina…