AS: India Mesti Transparan Pada Pakistan
Oleh Althaf pada Kamis 28 Januari 2010, 09:43 AM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Amerika Serikat mendesak India pada Rabu (27/1) untuk transparan dengan Pakistan mengenai kegiatan mereka di Afghanistan.
Pada pertemuan singkat di Pentagon, juru bicara Geoff Morrell juga mengurangi peran India dalam pelatihan pasukan keamanan Afghanistan.
Sekretaris pers di Pentagon mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Amerika Serikat Robert Gates telah membahas situasi Afghanistan dengan pemimpin India, termasuk isu-isu yang menyangkut Pakistan, ketika ia mengunjungi New Delhi pekan lalu.
"Kami mendiskusikan Afghanistan dengan pemerintah Delhi dan membahas mengenai perlunya pemerintah India bersikap transparan dengan pemerintah Pakistan tentang kegiatan mereka di Afghanistan," katanya.
Ketika ditanya apakah Amerika Serikat menginginkan India untuk melatih pasukan keamanan Afghanistan, Morrell mengatakan bahwa masyarakat internasional tidak pernah memberikan mandat bagi India untuk melakukan peran tersebut.
"Mereka jelas telah berkontribusi banyak dalam moneter, bantuan keuangan kepada pemerintah di Afghanistan dan hal itu yang sangat kami hargai, begitupun oleh pemerintah Afghan dan, saya kira, oleh masyarakat internasional," kata juru bicara Pentagon.
Gates mengatakan kepada wartawan di New Delhi pekan lalu bahwa India dan Pakistan telah memiliki saling curiga yang sangat mendalam tentang kegiatan mereka di Afghanistan dan menekankan perlunya "transparansi penuh" di antara masing-masing negara.
Pakistan mengeluh bahwa India menggunakan pengaruhnya di Afghanistan untuk menimbulkan masalah di Balochistan dan juga menyediakan senjata dan bantuan keuangan kepada militan di Fata.
Islamabad juga melihat keberadaan India yang kuat di Afghanistan sebagai ancaman bagi keamanan negaranya. Pemerintah Pakistan takut bahwa New Delhi sedang mencoba untuk membawa tekanan pada Pakistan dari timur dan barat perbatasan.
Awalnya, para pembuat kebijakan AS mengabaikan keluhan Islamabad. Sebaliknya, mereka terus mengingatkan para pejabat Pakistan bahwa militan (mujahidin)-lah musuh utama mereka, bukan India, dan mereka harus fokus pada perang melawan teror.
Tapi sikap Washington mulai berubah setelah menghadapi kenyataan bahwa upayanya membujuk Pakistan untuk menghentikan ketakutan pada India tidak berhasil. Dalam sidang Kongres baru-baru ini, pejabat militer AS, Laksamana Mike Mullen dan Jenderal David Petraeus, mengakui bahwa Washington harus menerima kecemasan Islamabad.
Dalam sebuah laporan yang dikirim ke Gedung Putih pada September, Jenderal Stanley McChrystal, yang telah memerintahkan pasukan AS dan NATO di Afghanistan, memperingatkan bahwa "pengaruh politik dan ekonomi India meningkat di Afghanistan" dan "pemerintah Afghanistan saat ini dirasakan oleh Islamabad menjadi pro-India."
McChrystal juga memperingatkan bahwa peningkatan pengaruh India di Afghanistan kemungkinan akan memperburuk ketegangan regional.
Laporan McChrystal itu juga mencatat: "Stabilitas di Pakistan merupakan satu hal yang sangat urgeb, bukan hanya bagi internal Pakistan, tetapi juga untuk meningkatkan kemajuan di Afghanistan. Meskipun keberadaan tempat-tempat perlindungan militan di Pakistan tidak menjamin kegagalan ISAF, Afghanistan membutuhkan kerja sama Pakistan dan tindakan Islamabad terhadap militansi kekerasan, terutama terhadap kelompok-kelompok yang aktif di Afghanistan." (althaf/dawn/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- NATO: Rusia Dan Pakistan Dukung Rencana Baru Afghanistan
- Tentara Boneka Afghan Butuh Waktu Lima Tahun Tuk Ambil Alih Keamanan
- LSI Nilai SBY Dapat Kutukan, Amien Anggap Kocar-kacir
- Rencana Untuk membayar Mujahidin Taliban Terus Dipertimbangkan
- Kazakhstan Termakan Rayuan NATO dan Bergabung Dengan Perang di Afghanistan
- Upaya Untuk Membungkam Aafia Siddiqui Terus Berlanjut
- Kini Jerman Yang Akan Tambah Tentara ke Afghanistan
- Cracker China Serbu Perusahaan Minyak AS
- Menag Ajak Umat Hadapi Gugatan Kelompok Kebebasan Beragama
- Empat Polisi Boneka Afghan Ditemukan Tewas di Afghanistan Selatan
Berita Terbaru
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
Berita Terkait
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Satu Tentara Tewas Dua Terluka Dalam Baku Tembak di Srinagar, Kashmir
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak