Israel Ambil Bagian Dalam Teror Di Afghanistan
Oleh Althaf pada Ahad 24 Januari 2010, 02:56 PM
KABUL (Arrahmah.com) – Meski tidak memiliki pasukan darat yang diterjunkan di negara-negara Muslim, Israel turut ambil bagian dalam perang Afghanistan yang dipimpin oleh AS, caranya dengan mengirimkan pesawat tanpa awak untuk dipergunakan oleh negara-negara sekutu AS di Afghanistan.
“Para prajurit Israel memang tidak turut bertempur di Afghanistan, tapi pesawat tanpa awak Israel bisa melakukannya,” tulis Jerusalem Post edisi Jumat (22/1).
Sejumlah negara-negara NATO mempergunakan drone milik Israel untuk memburu dan menyerang para anggota Taliban.
Jerman, yang menerjunkan 4.500 orang prajurit di Afghanistan, pekan depan akan menerima pesawat tanpa awak Heron dari Israel untuk dipergunakan di Afghanistan. Akan tetapi, jumlah pasti pesawat tanpa awak yang dikirimkan tidak diungkapkan.
Jerusalem Post menyebutkan bahwa beberapa orang perwakilan Jerman akan datang ke Israel untuk secara resmi mengambil pesanan tersebut.
Pasukan Australia telah mengumumkan bahwa pihaknya mempergunakan Heron untuk menghadapi Taliban di selatan Afghanistan.
Tiga negara NATO lainnya; Spanyol, Perancis, dan Kanada, juga mengoperasikan pesawat tanpa awak buatan Israel di medan tempur Afghanistan.
Jerman menjadi negara kelima yang mengoperasikan pesawat tanpa awak buatan Israel di Afghanistan.
Heron adalah pesawat tanpa awak dengan jarak tempuh sedang yang dapat mengudara selama lebih dari 30 jam, pesawat tersebut dapat mencapai ketinggian 30.000 kaki.
Drone tersebut mampu mengangkut muatan seberat 250 kilogram dan rentang kedua sayapnya mencapai 16,6 meter. Bobot tinggal landasnya mencapai 1.200 kilogram.
Pesawat tersebut juga memiliki jarak operasional beberapa ratus kilometer. Pesawat tanpa awak Heron mampu mengangkut bermacam-macam sensor yang dipergunakan untuk melakukan pengintaian dan mengidentifikasi target.
Meski pesawat tersebut diproduksi di Israel, sama sekali tidak ada penanda apapun untuk mengidentifikasi bahwa pesawat tersebut berasal dari Israel.
Tahun lalu, pemberitaan media mengungkapkan bahwa pasukan AS dan sekutunya telah mengoperasikan pesawat tanpa awak buatan Israel di langit Irak dan Afghanistan sejak tahun 2006.
Sejak melakukan invasi ke Afghanistan pada tahun 2001, pasukan pimpinan AS telah bertempur melawan gerakan Taliban, yang melakukan strategi perang gerilya.
Israel banyak dikenal dalam pengembangan teknologi pesawat tanpa awak. Pada bulan November lalu, pemerintah Brazil mengumumkan bahwa pihaknya bersiap untuk menandatangani kesepakatan pembelian pesawat Heron senilai $350 juta untuk dipergunakan dalam kegiatan patroli di kota-kota dan perbatasan negara tersebut, serta untuk mengamankan Piala Dunia 2014 dan Olimpiade 2016.
Pada penghujung tahun ini, Industri Dirgantara Israel akan menggelar demontrasi pengoperasian Heron kepada aparat keamanan Panama, bekerjasama dengan Komando Selatan militer AS. Demonstrasi di Panama tersebut akan difokuskan pada operasi pemberantasan peredaran obat-obatan terlarang, dan juga untuk melakukan pengamanan perbatasan negara.
Bulan Mei lalu, pesawat tanpa awak Heron menjalani proses evaluasi selama satu bulan oleh Komando Selatan dan militer El Salvador untuk menilai kecocokan Heron dengan misi pemberantasan obat terlarang di Amerika Latin dan Pasifik. Misi tersebut menjadi misi pertama yang dijalani Heron untuk operasi semacam itu. (sm/iol/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
kamu melihat dengan teknologi yg kamu buat, para mujahidin melihat dengan lindungan Rabbnya yang serba Maha, teruslah membuat pesawat super canggih, karena Allah lebih canggih segalanya untuk melindungi para Hambanya yang berjihad membela Agama Nya..
lA KHAULA WALA KUWATA ILABILLAH, Semoga Allah menjadikan teknologi mereka usang dan tak berdaya Amin
Kalo bisa Indonesia beli tuh HERON. Beli khan gak papa, buat dipelajari dan dibuat tiruannya.
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Ulama Mesir Larang Ringtone Azan
- Menhut: 42 Juta Ha Hutan Indonesia Gundul
- Menperin: Klaster Kelapa Sawit Undang Investor
- Firefox 3.6 Diklaim Browser Terbaik Dunia
- MUI Siap Menjadi Mediator Polemik Jilbab RSMI
- Menag: Ada yang Menginginkan Kebebasan Agama Tanpa Batas
- Lagi, Tanker NATO Hancur Terkena Serangan Di Peshawar
- AS-Inggris Bersikukuh Boyong Taliban Masuk Politik Mainstream
- Indonesia Siap Hadapi ACFTA
- Kebohongan Analis Pakistan: Taliban Afghanistan Kemungkinan Mau Berdialog
Berita Terbaru
- Tentara Israel Ringkus Lima Bocah Palestina
- Indonesia di ‘Daftar Hitam’, Pemerintah Diminta Tegas?
- Virus Lokal Seret Nama Antivirus
- Militer Israel Konfirmasi Serangan Udara Ke Gaza
- Aksi Penjajahan NATO Di Kandahar Pun Dimulai
- Hubungan AS-Pakistan Bukan Hanya Soal Keamanan
- Dua Penduduk Palestina Terluka Akibat Bombardir Israel di Jalur Gaza
- SBY Diminta Amalkan Surat Al Mumtahanah:9
- NATO Berencana Gelar Operasi Besar di Utara Afghanistan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
Berita Terkait
- Tentara Israel Ringkus Lima Bocah Palestina
- Militer Israel Konfirmasi Serangan Udara Ke Gaza
- Aksi Penjajahan NATO Di Kandahar Pun Dimulai
- Dua Penduduk Palestina Terluka Akibat Bombardir Israel di Jalur Gaza
- NATO Berencana Gelar Operasi Besar di Utara Afghanistan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Yerusalem, Riak-Riak Intifadhah Ketiga
. on 24/01/10 05:01 PM said:
Dasar pengecut & juga culas. Pengecut, krn main keroyokan. Culas, krn menyerang (membombardir) dg pesawat tanpa awak. Coba dg pesawat yg ada awaknya kalau berani. Kagak bakalan deh, Pilot2nya udah pd ciut. Suka kencing dicelana jk udah takut.