Menag: Ada yang Menginginkan Kebebasan Agama Tanpa Batas

Oleh Althaf pada Sabtu 23 Januari 2010, 07:18 PM

Print Recommend (0) Comment (7)

JAKARTA (Arrahmah.com) - Menteri Agama (Menag) H Suryadharma Ali mengingatkan umat Islam agar berhati-hati dengan sekelompok orang yang menginginkan adanya kebebasan beragama tanpa batas. Kelompok ini sudah mengajukan gugatan melalui Mahkamah Konstitusi agar siapa pun boleh memeluk agama selain agama yang diakui di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Menag saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan masjid dan Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus Sunnah di Pisangan Barat, Ciputat, Tangerang, Kamis (21/1).

Menurut Menag, dalam gugatan mereka bahwa setiap warga negara bebas meyakini dan menjalankan agama dengan keyakinannya masing-masing tanpa batas. Kebebasan beragama yang mereka maksudkan bukan agama yang enam, seperti Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Kong Hu Chu, tapi agama apa saja. "Kalau ini dikabulkan akan terjadi kekacauan," kata Menag

Hadir dalam peletakan batu pertama, antara lain mantan Menag Prof Dr H Quraish Shihab MA, pengasuh Pondok Pesantren Luhur Ilmu Hadis Darus Sunnah Prof KH Mustafa Yaqub, MA, para alumni Timur Tengah, dan sejumlah undangan lainnya.

Menag mohon dukungan para ulama dan umat beragama di Indonesia agar Mahkamah Konstitusi tidak mengabulkan gugatan sekelompok orang tersebut. Masalahnya, jika gugatan mereka yang menginginkan kebebasan beragama tanpa batas itu dikabulkan, maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Dia memaparkan, penggugat kebebasan beragama sudah terang-terangan menginginkan munculnya agama-agama baru, selain yang enam itu. Sekali lagi, kalau itu dilegalkan, maka tidak salah kalau komunitas tertentu dapat mengacak-acak Al-Quran dan hadis. Karena mereka bebas menafsirkan dan menjalankan agama yang sesuai dengan keinginan mereka tanpa batas.

Untuk itu, masalah ini menjadi keprihatinan kita semua. Seperti di Cirebon, misalnya, muncul aliran Surga Eden. Nama imamnya Imam Tontowi. Salah satu ajarannya apabila wanita mau suci, maka harus ditiduri dulu oleh imamnya. Kalau nanti tuntutan mereka dilegalkan oleh Mahkamah Konstitusi, maka tindakan mereka untuk menjalankan ajaran agama dengan kebebasan tanpa batas ini tidak bisa disalahkan.

Menag menyatakan, mendapat kuasa untuk menjelaskan masalah ini. "Saya tidak mau sendiri, tapi perlu dukungan dari para ulama, kiai, umat Islam, dan bangsa Indonesia pada umumnya. Kita mengharapkan dapat menjaga kemurnian agama Islam yang kita cintai ini. Kita tidak mau Al-Quran diacak-acak, begitu juga hadis perlu kita jaga," kata H Suryadharma Ali.

Pernyataan serupa Menag disampaikan ketika berkunjung ke kantor PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Jakarta Barat, Kamis (21/1).  Ia mengatakan, semua ajaran agama pada hakikatnya memiliki konsep tentang wajib dan larangan. Kewajiban melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama dan kitab sucinya, serta memiliki rambu-rambu sebagai larangan.

Konsep wajib dan larangan ini jelas memberikan batasan-batasan kepada umatnya, mana yang baik yang harus dikerjakan dan mana yang kurang baik harus ditinggalkan. Walaupun manusia diberikan kebebasan, tetapi bebas yang memiliki rambu-rambu, ujar Menag. (hdytlh/arrahmah.com)

 

Berita Lainnya Tentang

Menag: Ada yang Menginginkan Kebebasan Agama Tanpa Batas

sponsored links

Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com

The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net

TOKAR3V on 23/01/10 10:10 PM said:

ini pasti kerjaanya J I L alias jaringan iblis laknatulloh
kumpulan iblis2 dengan format manusia yg ingin menafsirkan ayat2 Al Qur’an
seenak perutnya sendiri !
hanya orang2 bodoh saja yg terpengaruh ajakanya ..na’udhubillahi minasyaithonirojim

. on 24/01/10 02:49 AM said:

MK ini bs iya-iya aja tuh nanti. Lha wong orang minta perubahan status dari laki jadi perempuan aja dikabulin…

. on 25/01/10 05:49 PM said:

Lha wong negara ini mengikuti ideologi demokrasinya thoghut ya begitulah konsekwensinya negara ini menjadi surganya para pengikut thoghut, sayangnya banyak org2 yg mengaku muslim ikut dg ideologi ini.

. on 25/01/10 05:50 PM said:

Sadar wahai kaum muslimin kembalilah pada Al Quran dan Hadist agar engkau selamat dunia dan akhirat

. on 11/02/10 05:08 PM said:

jelaslah, Islam adalah muslim, selain islam kafir…......................sudah….gak ada yang syah selain islam. MENTERI BINGUNG SENDIRI

ifinufein on 13/02/10 03:33 PM said:

Menag Surya Dharma Ali dan DEPAG memang departemen paling yahud di NKRI kita ini

. on 15/02/10 09:49 PM said:

BERMUKA DUA….!!!
PADAHAL ITU CITA2 MBAHMU SI MR.DUR…....!!!!!
KEBEBASAN BERAGAMA TANPA BATAS, DAN MENGANGGAP SEMUA AGAMA BENAR…!!!!!!
FANATIK KOQ SETENGAH2…..???!!!!

Anda harus login untuk memberikan komentar



Auto-login on future visits

Show my name in the online users list

Forgot your password?