AS-Inggris Bersikukuh Boyong Taliban Masuk Politik Mainstream
Oleh Althaf pada Sabtu 23 Januari 2010, 06:30 PM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Amerika Serikat pada hari Jumat (22/1) mengumumkan rencana untuk mengintegrasikan kembali Taliban dalam politik mainstream (demokrasi) di Afghanistan, melalui proses yang direncanakan akan mencapai keberhasilan pada bulan Juli 2011.
"Strategi baru kami ini mengakui dimensi politik dari konflik dan hanya orang-orang Afghanistan yang dapat mengamankan negara mereka sendiri," kata Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton.
"Sebuah elemen kunci dari strategi politik kami akan mendukung upaya-upaya yang dilakukan oleh tentara Afghanistan untuk mengintegrasikan kembali Taliban yang meninggalkan Al-Qaidah, berhenti dari jalur kekerasan, dan menerima sistem konstitusional (demokrasi -Red.)," kata Clinton.
Dalam perkembangan terkait, Presiden Afganistan Hamid Karzai mengumumkan paket insentif pada hari Jumat. Paket itu menawarkan sejumlah uang dan pekerjaan untuk mengiming-imingi para mujahidin Taliban agar mau meletakkan senjata mereka dan kembali ke kehidupan sipil.
Presiden Karzai juga akan menunjuk komite Dewan Keamanan Nasional Afghanistan untuk mengembangkan program reintegrasi pemerintah.
Pemimpin dan pejabat senior dari 60 negara diperkirakan akan membahas beberapa aspek dari rencana mengintegrasikan Taliban tersebut pada sebuah konferensi mengenai Afganistan yang akan diselenggarakan di London minggu depan.
Menteri Luar Negeri Inggris David Miliband, di Washington saat melakukan pertemuan singkat dengan anggota parlemen dan pejabat AS, juga menekankan perlunya untuk merangkul Taliban.
"Kami tidak meragukan Al-Qaidah dan Taliban," katanya kepada sebuah panel Senat AS. "Kepimpinan Taliban tidak memiliki serupa dengan agenda jihad global Al-Qaidah."
"Tujuan mereka hanyalah untuk memukul mundur pasukan asing dari Afghanistan dan membentuk kembali sebuah Emirat Islam didasarkan pada hukum Syari'ah."
Bagi Inggris, kata Miliband, "definisi keberhasilan sudah sangat jelas, yakni bukan untuk membunuh atau menangkap setiap anggota Taliban. Keberadaan kami hanya sekedar untuk memastikan bahwa pemerintah Afghanistan mampu mengamankan wilayahnya melawan pemberontakan yang melemah, dan mempersempit ruang gerak Al-Qaidah."
Media AS pada hari Jumat melaporkan bahwa jika strategi itu berjalan sesuai dengan rencana AS, maka diperkirakan akan banyak mujahidin Taliban yang akan melakukan reintegrasi pada Desember 2010.
Administrasi Obama berharap bahwa strategi baru ini akan 'memulihkan perdamaian' pada Juli 2011 bagi beberapa wilayah kunci yang saat ini ada di bawah kontrol Taliban, sesuai rencana AS untuk mengurangi kehadiran militer di Afghanistan.
Strategi ini akan memberikan jaminan kepada komandan Taliban bahwa mereka tidak akan ditangkap atau terbunuh ketika melakukan negosiasi dengan pemerintah Afghanistan, AS, dan Inggris.
Namun omong kosong ini berulang kali ditepis oleh kepemimpinan Taliban. Taliban telah tidak pernah sedikitpun melakukan perundingan damai di masa lalu, dan pada hari Jumat, jurubicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah sama sekali mau untuk berunding dengan pemerintahan Karzai.
"Satu-satunya dan tujuan utama kami adalah menuntuk kebebasan dan kemerdekaan negara kami. Kami tidak bisa dibeli dengan uang dan kebaikan. Dan Taliban tidak akan pernah menggadaikan diri mereka hanya demi uang tunai," kata Zahibullah Mujahid. (althaf/afp/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
HAI MUSUH ALLAH! BILANG SAJA KALIAN TIDAK SANGGUP LAGI UNTUK BERPERANG DAN SIAP MENINGGAKAN NEGRI2 MUSLIM.
Menunjukan Kelemahan Mereka untuk menhadapai mujahidin…
Tidak akan ada kompromi dengan kafir kafir itu, bagaimana mau kompromi tujuan kami berbeda mana bisa kompromi…..
Hehehe… AS Cs berupaya buang malu ya? Ngaku aja kalah gitu, ngapa sih? Bilang aja udah gak sanggup lagi bertahan ngelawan Mujahidin. Gitu aja kok repot. Payah!!! Dasar si Vampir Amrik bin Dajjal. Sombongnya minta ampun. Kaciaan…deh lu.
Amrik Cs serba salah. Maju kena, mundur kena. Tetap bertahan, hampir tiap hari tentara mereka meregang nyawa. Mundur? Maluuuuuuuuu…... sekali. Sebab jk mundur, itu adalah bukti nyata bhw mereka tlh kalah telak. Kaciaaaan deh lu. Hehehe…
Taliban tidak akan bisa dibayar dengan uang, Taliban (islam) tidak akan pernah menengok besarnya lawan…. siapa yang kufur harus hancur. allaahu akbar
Semoga allah swt menolong para mujadin talibin dan alqaidah untuk tetap istiqomah di jalan jihad, tetap kuat persatuannya shg tidak diadu domba antara taliban dan alqaidah.
rencana busuk…. dulu mereka merangkul HAMAS utk terjun dalam Politik praktis, tapi nyatanya??? setelah HAMAS menang, justru mereka sendiri yg menolak kemenangan HAMAS! rencana busuk kalian tdk akan mempan pada Taliban !
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Indonesia Siap Hadapi ACFTA
- Kebohongan Analis Pakistan: Taliban Afghanistan Kemungkinan Mau Berdialog
- Seorang Imam Di Paris Berikan Legitimasi Atas Larangan Niqab Perancis
- Survei: AS Lebih Sentimen Pada Islam Daripada Agama Lain
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 21 Januari 2010
- Kuburan Muslim Palestina di Tepi Barat Diserang
- Banyak Bank Bobol, 'Satpam' Internet Indonesia Perlu Diperkuat?
- Demokrasi Porno: Demi Pilkada Artis Seronok Rogoh Kocek 10 M
- Didemo, RSMI Sudah Persiapkan Pasukan “Tandingan”
- Karzai Ingin Menangkan Hati Mujahidin Taliban dengan Uang dan Pekerjaan
Berita Terbaru
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Obama Persingkat Kunjungannya Ke Indonesia
- Pentagon Latih Karyawan Jadi ‘Hacker’
- Koalisi dengan PDS, PKS Dicemooh
- Bentrokan Yerusalem Berkelanjutan, Pejabat AS Batal Ke Israel
Berita Terkait
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Bentrokan Yerusalem Berkelanjutan, Pejabat AS Batal Ke Israel
- Serangan Roket Tewaskan Seorang Tentara di Basis NATO
- Pakistan Bombardir “Posisi Taliban”?
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
. on 23/01/10 07:59 PM said:
ALLAHHU AKBAR, ALLAH MAHA BESAR, MUDAH2 AN TALIBAN TIDAK KERKECOH KPD KAUM
KAFIR DG DALIH BERUNDING2 BOHONG HANYA UNT NIAT MENANGKAP MEREKA.INSAALLAH IMAN
MEREKA BERTAMBAH KUAT, AMIN.