Blokade Mesir-Israel Ancam Kesehatan 1,4 Juta Warga Gaza
Oleh Althaf pada Kamis 21 Januari 2010, 08:01 AM
GAZA (Arrahmah.com) - Kesehatan 1,4 juta warga Gaza ada di ujung tanduk setelah Israel dan Mesir melakukan blokade terhadap wilayah malang tersebut, sebagaimana diungkapkan dalam sebuah laporan yang diterbitkan oleh lebih dari 80 organisasi kemanusiaan pada Rabu (20/1).
Lembaga-lembaga pemberi bantuan, termasuk WHO dan sejumlah lembaga yang ada di bawah PBB lainnya, mengatakan lebih dari seperlima dari pasien Palestina yang perlu meninggalkan wilayah Gaza untuk memperoleh perawatan ditolak oleh Israel, dengan dalih bahwa pasien tersebut tidak memiliki kelengkapan tertentu. Kelompok-kelompok itu menyerukan Israel dan Mesir untuk membuka perbatasan kedua negara dengan Gaza.
Max Gaylard, koordinator agen kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina, mengatakan blokade perlahan-lahan menggerogoti sistem kesehatan lokal dan mengancam kehidupan warga Gaza.
"Hal ini (blokade) menyebabkan terjadinya degradasi kualitas hidup warga Gaza di bidang sosial, ekonomi dan faktor-faktor penentu kesehatan lingkungan," katanya.
"Blokade menghambat penyediaan obat-obatan dan pelatihan staf kesehatan, dan dengan kata lain, mereka mencegah pasien dengan kondisi kesehatan yang serius untuk mendapatkan perawatan khusus tepat waktu."
Lembaga itu menyoroti kasus seorang mahasiswa, Fidaa Hijji (18), yang meninggal karena kanker saat Israel menunda pemberian izinnya untuk dibawa ke rumah sakit untuk melakukan operasi sumsum tulang.
Izin untuk masuk ke Israel itu akhirnya diberikan sehari setelah ia meninggal bulan lalu.
Akses kesehatan di Gaza telah terputus dan terisolasi dari dunia luar, dengan jumlah dokter, perawat atau teknisi yang sedikit dan mereka tidak dapat berangkat untuk memperoleh pelatihan yang diperlukan untuk memperbarui keterampilan klinis mereka atau belajar tentang teknologi medis baru, kata lembaga.
Banyak fasilitas kesehatan, seperti fasilitas dan peralatan untuk melakukan operasi jantung dan kanker, tidak tersedia di Gaza.
"Dibukanya perbatasan merupakan urgensi untuk menjamin kesehatan 1,4 juta orang di Gaza," kata Tony Laurance, pimpinan WHO di Tepi Barat dan Gaza.
Laporan mencatat, selama tahun 2008, terdapat dua puluh sembilan pasien yang meninggal akibat tidak memperoleh akses medis yang layak di Gaza.
"Kami melakukan hal ini bukan untuk membiarkan mereka (warga Gaza) tidak mendapatkan perawatan medis yang baik, tetapi hal ini kami lakukan sebagai konsekuensi atas pemerintah mereka (Palestina) yang memaksakan keadaan perang dan berusaha dengan sengaja untuk menyakiti rakyat Israel," dalih Yigal Palmor, jurubicara kementerian luar negeri Israel. (althaf/grdn/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Kargo Militer AS Diterbangkan Ke Afghanistan Melalui Rusia
- Ledakan Bom Lukai Politisi Pakistan di Peshawar
- MUI Jatim Dukung Pengharaman Foto Pranikah
- Pembobol Rekening Nasabah Bank Dicurigai Sindikat Mafia
- Apa Kabar Pagar Istana Rp 22,5 Miliar?
- 20 Tentara Boneka Irak Terluka Dalam Serangan Bom Mobil
- PPS : Tahanan yang Menderita Sakit Berada Dalam Kondisi yang Kian Memburuk
- Gates : Kelompok "Teroris" Saling Menolong Satu Dengan Lainnya
- Bobol Media Zionis, Mujahid Turki Kibarkan Bendera Palestina
- Komputer Mewah Mejeng di Meja Anggota DPR
Berita Terbaru
- Serangan Roket Tewaskan Seorang Tentara di Basis NATO
- Pemerintah Transisi Somalia dan Kelompok Ahlu Sunnah Berbagi Kekuasaan
- Nama FBI Malah Bikin Kejahatan Internet Naik
- Jadwal Baru Obama ke Indonesia 23-25 Maret
- Mesir Tangkap Pelajar Yang Melakukan Protes Anti-Israel
- Pakistan Bombardir “Posisi Taliban”?
- Israel Perintahkan Tuk Hancurkan Masjid di Nablus
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
- Hugo Chavez Mulai Geram dengan Internet
- PKS Dukung Kunjungan Obama???
Berita Terkait
- Mesir Tangkap Pelajar Yang Melakukan Protes Anti-Israel
- Israel Perintahkan Tuk Hancurkan Masjid di Nablus
- Mesir Batalkan Peresmian Sinagog Yahudi Di Kairo
- Tentara Israel Brutal Terhadap Warga Palestina Yang Melakukan Protes Pendudukan Negara Zionis
- Mesir Tolak Laporan HAM AS
- Pesawat Tempur Israel Mengebom Gaza Selatan
- Israel Akan Bangun 50.000 Unit Perumahan Baru Di al Quds
- Tentara Israel Hanya Dihukum 3 Tahun Dalam Aksi Kejinya di Gaza
- Beberapa Penduduk Gaza Terluka dalam Serangan Udara Terbaru Israel
- Biden : AS Tidak Memiliki Teman yang Lebih Baik Selain Israel