Pejabat Tinggi AS Menekankan Upaya ‘Diplomatis’ Di Timur Tengah
Oleh Althaf pada Sabtu 16 Januari 2010, 05:30 AM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, James Jones, memberi keterangan seputar seminggu kunjungannya ke Timur Tengah pada hari Jumat (15/1). Ia membahas tantangan dan peluang kawasan tersebut bersama dengan para pemimpin negara-negara yang ada di Timur Tengah, seiring desakan AS terhadap akan segera dimulainya pembicaraan damai yang sempat beku di sana.
Jurubicara Dewan Keamanan Nasional AS, Mike Hammer, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Jones mengakhiri kunjungannya di Libanon, di mana ia bertemu dengan Presiden Libanon Michel Sleiman, Ketua Parlemen Nabih Berri, dan Perdana Menteri Saad Hariri.
Selama pertemuan, Jones berjanji Amerika Serikat akan tidak mencapai tujuannya di Timur Tengah dengan mengorbankan Libanon.
Kunjungan Jones ke Timur Tengah juga membawanya ke Arab Saudi, Israel dan Wilayah Palestina. Kunjungan itu dilakukan dalam rangka mewujudkan ambisi administrasi Obama yang mencoba menerapkan dua-jalur diplomasi di wilayah ini - perundingan damai Israel-Palestina yang akan segera dimulai kembali serta menempatkan sanksi terhadap Iran. (althaf/xnh/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
TIDAK ADA DAMAI DG JEWS SUDAH TERKENAL.BERBUAT MAKAR, FITNA,MEMBUNUH NABI MRK
SENDIRI, HARUS HENGKANG DR TANAH PALISTINE DAN KEMBALI KE EROPA,, EROPA SENDIRI TIDAK KUAT DG ULAH MRK. SAMPAI2 DI BANTAI OLEH NAZI,
tiada diplomasi, bicara damai dg musuh selama itu perkuat kedudukan dan posisi mrk, shg mrk bisa datangkan serangan berikut yg lbh buruk; bisa damai jk mrk tdk niat lg musuhi Islam, bayar diyat & tdk halangi dien Islam masuki hidup mrk
“La i’zza illa bil jihad” damai, diplomasi?..........ehm…...eh..mmm
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Holbrooke: AS Siap Tinjau Ulang Kebijakan Screening
- JK: Indonesia Harus Siap Hadapi ACFTA
- China Tak Takut Ancaman Google
- Hakimullah Mehsud Tolak Klaim Atas Kematiannya Dalam Serangan Rudal AS
- Pesawat Tanpa Awak Kembali Guncang Waziristan Utara, 11 Tewas
- Roket Hantam Area Diplomatis Di Ibukota Afghan
- Januari, Bulan Mematikan Bagi NATO Di Afghanistan
- Ledakan Berkekuatan Besar Tewaskan Seorang Tentara Kafir AS
- Jepang Hentikan Bantuannya Untuk Tentara AS
- Italia Berikan Bantuan Tuk Tentara Somalia
Berita Terbaru
- Tentara Israel Ringkus Lima Bocah Palestina
- Indonesia di ‘Daftar Hitam’, Pemerintah Diminta Tegas?
- Virus Lokal Seret Nama Antivirus
- Militer Israel Konfirmasi Serangan Udara Ke Gaza
- Aksi Penjajahan NATO Di Kandahar Pun Dimulai
- Hubungan AS-Pakistan Bukan Hanya Soal Keamanan
- Dua Penduduk Palestina Terluka Akibat Bombardir Israel di Jalur Gaza
- SBY Diminta Amalkan Surat Al Mumtahanah:9
- NATO Berencana Gelar Operasi Besar di Utara Afghanistan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
Berita Terkait
- Tentara Israel Ringkus Lima Bocah Palestina
- Indonesia di ‘Daftar Hitam’, Pemerintah Diminta Tegas?
- Militer Israel Konfirmasi Serangan Udara Ke Gaza
- Aksi Penjajahan NATO Di Kandahar Pun Dimulai
- Hubungan AS-Pakistan Bukan Hanya Soal Keamanan
- Dua Penduduk Palestina Terluka Akibat Bombardir Israel di Jalur Gaza
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
- Tentara Kafir AS Tewas dalam Operasi di Irak
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
. on 16/01/10 06:05 AM said:
Diplomasi yang aneh. Dari sejak 1948, 1967 dst, kok hasilnya tambah parah? Sgt memalukan…!!! Nampak sekali, ini sbg akibat ke-blo’on-an dan ke-bodoh-an ummat Islam sendiri yg tdk mau bersatu. Bukankah upaya Jihad selalu berdampingan dg diplomasi?