China Tak Takut Ancaman Google
Oleh Althaf pada Sabtu 16 Januari 2010, 05:14 AM
BEIJING (Arrahmah.com) - China yakin ancaman Google hengkang dari negaranya akibat serangan hacker dan adanya sensor resmi, tidak akan memengaruhi hubungan perdagangan dan ekonomi bilateralnya dengan AS.
"Apapun keputusan Google tidak akan mempengaruhi hubungan perdagangan dan ekonomi China dengan Amerika Serikat secara keseluruhan," kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan China, Yao Jian, kepada pers di Beijing, Jumat (15/1).
Pernyataan itu disampaikan Yao Jian menanggapi tuntutan AS agar Beijing menjelaskan tuduhan Google telah menjadi korban para pembobol komputer yang telah menyebarluaskan akun e-mail para pegiat hak asasi manusia (HAM) China kepada pihak lain.
Perusahaan raksasa yang terkenal dengan mesin pencari di internet itu sebelumnya mengancam keluar dari China, pasar terbesar di dunia dengan 360 juta orang pengguna internet.
Google juga menegaskan sikapnya untuk tidak lagi tunduk pada sensor internet dari pihak militer China.
Menurut Yao Jian, China dan AS memiliki beragam saluran komunikasi yang menopang kepercayaan pihaknya pada "perkembangan sehat hubungan ekonomi dan perdagangan" kedua negara.
Ia kembali menegaskan sikap pemerintahnya yang meminta "perusahaan-perusahaan asing" yang beroperasi di China untuk tetap menghormati hukum, kepentingan rakyat, budaya dan tradisi yang berlaku di negara penerima serta memenuhi tanggung jawab sosialnya.
"China sedang berubah dari ekonomi terencana tradisional ke ekonomi pasar sosialis. Stabilitas dan pembangunan merupakan prioritas utama kami saat ini," katanya.
Sebelum merebaknya konflik dengan Google, hubungan bilateral Washington-Beijing telah diganggu sejumlah persoalan mulai dari sikap keduanya di KTT Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen hingga masalah nilai mata uang Yuan dan beberapa pertikaian perdagangan lainnya.
Dalam konflik pemerintah China dengan Google ini, Gedung Putih menegaskan sikapnya yang mendukung "hak atas Internet bebas".
Pesan Gedung Putih yang mendukung hak atas Internet bebas itu sendiri telah pun disuarakan Presiden Barack Obama dalam kunjungannya ke China pada November 2009.
Ketika itu, Presiden Obama menyebut dirinya sebagai "pendukung kuat penggunaan Internet terbuka" dan "pendukung utama kebebasan dari aksi sensor", katanya.
Menlu AS Hillary Clinton juga meminta penjelasan pemerintah China tentang apa yang disebut Google sebagai serangan Internet "yang sangat canggih" yang ditujukan kepada para aktivis HAM China. (inilah/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Hakimullah Mehsud Tolak Klaim Atas Kematiannya Dalam Serangan Rudal AS
- Pesawat Tanpa Awak Kembali Guncang Waziristan Utara, 11 Tewas
- Roket Hantam Area Diplomatis Di Ibukota Afghan
- Januari, Bulan Mematikan Bagi NATO Di Afghanistan
- Ledakan Berkekuatan Besar Tewaskan Seorang Tentara Kafir AS
- Jepang Hentikan Bantuannya Untuk Tentara AS
- Italia Berikan Bantuan Tuk Tentara Somalia
- Sebut Gus Dur 'Bapak Pluralisme', SBY Lecehkan Gus Dur?
- Situasi Terbaru Waziristan Oleh Mujahid Waziristan Selatan
- Ulama Yaman Akan Kobarkan Jihad Jika AS Mengirimkan Tentaranya
Berita Terbaru
- Tentara Israel Ringkus Lima Bocah Palestina
- Indonesia di ‘Daftar Hitam’, Pemerintah Diminta Tegas?
- Virus Lokal Seret Nama Antivirus
- Militer Israel Konfirmasi Serangan Udara Ke Gaza
- Aksi Penjajahan NATO Di Kandahar Pun Dimulai
- Hubungan AS-Pakistan Bukan Hanya Soal Keamanan
- Dua Penduduk Palestina Terluka Akibat Bombardir Israel di Jalur Gaza
- SBY Diminta Amalkan Surat Al Mumtahanah:9
- NATO Berencana Gelar Operasi Besar di Utara Afghanistan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
Berita Terkait
- Indonesia di ‘Daftar Hitam’, Pemerintah Diminta Tegas?
- Aksi Penjajahan NATO Di Kandahar Pun Dimulai
- Hubungan AS-Pakistan Bukan Hanya Soal Keamanan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
- Tentara Kafir AS Tewas dalam Operasi di Irak
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’