Israel Akan Bangun Tembok Di Sepanjang Perbatasan Israel-Mesir
Oleh Althaf pada Selasa 12 Januari 2010, 07:47 AM
YERUSALEM (Arrahmah.com) - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada hari Minggu (10/1) menyetujui rencana pendirian tembok penghalang di sepanjang perbatasan Israel dengan Mesir dan rencananya juga akan menginstal alat pengintai untuk mencegah masuknya imigran ilegal dan 'militan', Reuters melaporkan.
"Saya mengambil keputusan untuk menutup perbatasan selatan Israel agar para penyusup dan teroris tidak lagi bisa masuk. Ini adalah keputusan strategis untuk mengamankan Yahudi Israel dan karakter demokratis negara kami," kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.
Ribuan imigran dari Afrika dan lainnya telah memasuki Israel melalui perbatasan Mesir selama beberapa tahun terakhir. Mereka datang dengan berbagai motif, di antaranya ada yang melarikan diri dari konflik atau mencari kehidupan yang lebih baik di negara Yahudi tersebut.
Netanyahu mengatakan Israel akan tetap berbaik hati menerima pengungsi dari daerah-daerah konflik, tetapi "kami tidak bisa membiarkan puluhan ribu pekerja ilegal itu menyusup ke Israel melalui perbatasan selatan dan kami pun tidak bisa membiarkan negara kami banjir dengan orang asing ilegal."
Proyek pembangunan tembok penghalang ini akan menelan biaya 1 miliar shekel ($ 270 juta) dan membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun untuk menyelesaikan tembok sepanjang 266 kilometer itu.
Sejumlah alat pengintai canggih akan membantu Israel melakukan pengawasan perbatasan yang biasa dijadikan sebagai celah penyusupan.
Sumber-sumber keamanan Mesir di Sinai Utara mengatakan Israel tidak memberitahu pihak berwenang Mesir mengenai rencana tersebut.
Salah satu sumber keamanan mengatakan bahwa Mesir tidak ada hubungannya dengan pembangunan tembok tersebut, karena hal itu adalah urusan internal Israel dan pembangunan pun dilakukan di atas tanah Israel yang sebetulnya dirampas dari muslim Palestina.
Polisi Mesir telah meningkatkan upaya dalam beberapa bulan terakhir untuk mengontrol perbatasan dengan Israel setelah mendapati peningkatan perdagangan manusia melalui Mesir. Sedikitnya 17 migran telah dibunuh oleh polisi Mesir sejak bulan Mei.
Israel juga tengah membangun penghalang yang kontroversial di dalam dan di sekitar Tepi Barat yang didudukinya. Negara Zionis itu mengklaim pembangunan pagar dan dinding beton sepanjang 670 kilometer dan menjulang itu sangat urgen untuk untuk menghentikan masuknya pembom bunuh diri ke kota-kota di Israel.
Serupa dengan Israel, Mesir pun membangun penghalang bawah tanah di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza dengan dalih untuk menghentikan penyelundupan senjata Palestina melalui terowongan bawah tanah yang sebetulnya dibutuhkan warga Gaza untuk memperoleh barang-baranga kebutuhan hidup mereka sehari-hari. (althaf/rtrs/dawn/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Insya Allah, tembok atau apapun tdk akan bisa memadamkan cahaya jihad di bumi Gaza, meskipun musuh2 bersekutu. Sebagaimana Allah SWT berkehendak memenangkan mujahidin Hamas yang logikanya diatas kertas Israel harusnya bisa dengan mudah menghabisinya.
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Pembicaraan Pakistan-Afghanistan Hari Ini Dilakukan Di Uni Emirat Arab
- NATO: Enam Tentara Internasional Kembali Tewas Di Afghanistan
- Tentara India Tewas Dalam Baku Tembak Di Perbatasan Kashmir
- Obama : Tidak Ada Tentara AS Untuk Yaman
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 10 Januari 2010
- Mujahidin Kaukakus Mendanai Jihad Dengan Uang Hasil Memancing Ikan
- Dengan Rev B, Unduh 1 Giga Cuma 11 Menit
- Mantan Pemimpin ISI Membenarkan Bahwa Blackwater Beroperasi di Pakistan
- Demokrasi Porno: Artis 'Bom Seks' Boleh Memimpin Ulama dan Umat Islam Sukabumi
- Serangan Udara Zionis Israel Bunuh Tiga Mujahid Palestina
Berita Terbaru
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
Berita Terkait
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- Yerusalem, Riak-Riak Intifadhah Ketiga
- Bentrokan Yerusalem Berkelanjutan, Pejabat AS Batal Ke Israel
- Mesir Tangkap Pelajar Yang Melakukan Protes Anti-Israel
- Israel Perintahkan Tuk Hancurkan Masjid di Nablus
- Mesir Batalkan Peresmian Sinagog Yahudi Di Kairo
- Tentara Israel Brutal Terhadap Warga Palestina Yang Melakukan Protes Pendudukan Negara Zionis
- Mesir Tolak Laporan HAM AS
- Pesawat Tempur Israel Mengebom Gaza Selatan
. on 12/01/10 10:16 AM said:
Buat apa?