Saring Konten, Pemerintah China Dituntut
Oleh Althaf pada Jum'at 08 Januari 2010, 07:55 AM
JAKARTA (Arrahmah.com) - Pemerintah China dituntut oleh sebuah perusahaan perangkat lunak AS terkait program penyaring konten internet Green Dam Youth Escort. Selain kepada pemerintah China, perusahaan AS tersebut, Solid Oak Software, juga mengajukan tuntutan atas kasus yang sama ke pengembang Green Dam Youth Escort Internet dan tujuh produsen komputer terkemuka.
Solid Oak menyebut pihak-pihak tersebut mencuri properti intelektual mereka dan melakukan semacam manipulasi program. Tuntutan itu sendiri bernilai US$2,2 miliar.
Seperti dikutip dari laman Softpedia, 7 Januari 2010, selama paruh pertama tahun 2009, pemerintah China memberikan mandat pada semua komputer yang dijual di China bahwa sejak 1 Juli 2009, komputer tersebut harus dilengkapi dengan aplikasi penyaring internet yang disebut Green Dam Youth Escort.
Perangkat lunak tersebut, yang dikembangkan di bawah kontrak pemerintah oleh Zhengzhou Jinhui Computer System Engineering dan Beijing Dazheng Human Language Technology Academy, diduga bisa menjaga agar anak-anak tidak bisa mengakses materi-materi dewasa.
Namun, piranti itu ternyata juga memblok konten lain. Tim ahli dari University of Michigan mengungkapkan bahwa perangkat itu memiliki lubang dengan tingkat risiko tinggi untuk dieksploitasi dari jarak jauh untuk menginfeksi jutaan komputer lainnya.
Dalam penyelidikannya, tim juga menemukan bahwa Green Dam memakai kode dari CYBERsitter, aplikasi penyaring konten internet yang dikembangkan oleh Solid Oak Software.
Ditekan oleh badan-badan internasional, pemerintah China akhirnya membatasi rancangan pengembangan itu menjadi hanya untuk komputer di institusi publik dan warung internet.
Tuntutan itu dilayangkan kemarin oleh Solid Oak Software di District Court AS untuk Central District California, dengan dugaan lebih dari 3.000 baris kode dari CYBERsitter dikopi dan digunakan di Green Dam oleh pengembangnya. Selanjutnya, pemerintah China bersama dengan Sony, Lenovo, Toshiba, Acer, Asustek, BenQ, dan Haier, juga menjadi tertuduh karena mendistribusikan lebih dari 56 juta kopi piranti lunak tersebut. (viva/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Serangan Bom Sebabkan Gubernur Afghanistan Cedera
- 2 Staf Blackwater Ada Di Antara Korban Insiden Chapman
- McCain: Serangan Pesawat Tanpa Awak Adalah Bagian Paling Efektif Dari Strategi Perang AS
- MUI Madura: Dakwah Kiyai 'Anti Pancasila' Tidak Menyimpang
- Ledakan Bom Tepi Jalan Bunuh Tiga Polisi Boneka Afghan
- Respon Imarah Islam Afghanistan Terkait Pernyataan Sekjen PBB, Ban Ki Moon
- Tentara Zionis Serang Bil'in dan Mengatakan "Kami Hanya Melakukan Tugas"
- Teriakan Anti-Amerika Bergema di Afghanistan
- Ledakan Dahsyat Hantam Provinsi Khost
- Duta PBB Melihat Kegagalan dalam Strategi Terbaru AS Untuk Afghanistan
Berita Terbaru
- Serangan Roket Tewaskan Seorang Tentara di Basis NATO
- Pemerintah Transisi Somalia dan Kelompok Ahlu Sunnah Berbagi Kekuasaan
- Nama FBI Malah Bikin Kejahatan Internet Naik
- Jadwal Baru Obama ke Indonesia 23-25 Maret
- Mesir Tangkap Pelajar Yang Melakukan Protes Anti-Israel
- Pakistan Bombardir “Posisi Taliban”?
- Israel Perintahkan Tuk Hancurkan Masjid di Nablus
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
- Hugo Chavez Mulai Geram dengan Internet
- PKS Dukung Kunjungan Obama???
Berita Terkait
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
- Obama & Medvedev Sepakat Tandatangani Transaksi Nuklir Segera
- Pemerintah Provinsi Kandahar Minta Pasukan Ditambah Demi ‘Keamanan’
- Mesir Tolak Laporan HAM AS
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Kongres AS Mendesak AS Segera ‘Rangkul’ Muslim?
- Tentara AS Membunuh Pasangan Sipil Irak Di Baghdad
- Mujahidin Imarah Islam Afghanistan Klaim Tewaskan 5 Tentara Kafir AS
- Biden : AS Tidak Memiliki Teman yang Lebih Baik Selain Israel