MUI Madura: Dakwah Kiyai ‘Anti Pancasila’ Tidak Menyimpang
Oleh Hanin Mazaya pada Jum'at 08 Januari 2010, 06:59 AM
SUMENEP (Arrahamh.com) - Dari jutaan masjid dan mushalla di seluruh Indonesia, yang paling unik ternyata ada di pulau garam Madura, tepatnya di Desa Beluk Kenek, Kecamatan Ambunten, Kabupaten Sumenep.
Di desa itu terdapat seorang kyai kharismatik yang cukup terkenal seantero Madura, Kyai Achmad Munib namanya. Kiyai berusia 80 tahun ini terkenal gigih mendukung penegakan syariat Islam dan menentang Pancasila sejak Pancasila tersebut dijadikan asas tunggal di Indonesia.
Untuk mempertahankan keyakinannya menolak Pancasila, KH Achmad Munib sering berkonsultasi maupun berdebat dengan beberapa kiai di antaranya, Abu Bakar Ba’asyir, Habib Riziq Syihab, dan KH Hasyim Muzadi.
Kyai tawadhu’ ini memiliki cukup banyak santri. Beliau tidak pernah keluar dari komplek rumahnya jika tidak ada keperluan penting, karena hari-harinya disibukkan dengan ibadah dan pembinaan santri. Ia tinggal bersama seorang istri, Farhah (60) dan dua anaknya.
Di area rumahnya terdapat sebuah masjid yang cukup besar, namanya Masjid Anti Pancasila. Masyarakat umum, siapapun diperbolehkan melaksanakan shalat dan beribadah di masjid tersebut, karena bukan masjid eksklusif. Di bagian depan masjid terdapat plakat bertuliskan Arab pegon: "Anti Pancasila Kewajiban Kita Umat Islam".
Salah seorang warga di sekitar komplek rumah kyai Achmad Munib menuturkan kejadian unik seputar plakat “anti Pancasila” ini.
Suatu ketika Kapolsek mendapat laporan mengenai arti "plakat Arab pegon" itu. Ia pun marah dan berusaha menutupi logo dari semen. Namun karena tidak berani melakukan secara langsung, maka Kapolsek itu menyuruh anak buahnya satu-persatu untuk melempari logo tulisan tersebut dengan semen sampai tertutup penuh.

Qadarullah, setelah kejadian itu sang Kapolsek jatuh sakit hingga meninggal. Sejak itu beredar kabar beraroma klinik bahwa sang Kapolsek kuwalat, sehingga para polisi lain di daerah itu tak berani berbuat macam-macam dengan masjid Anti Pancasila tersebut.
Ada juga beberapa polisi lain yang berusaha menutup logo tulisan itu, namun begitu ketahuan salah satu santri kyai Achmad Munib, polisi itu langsung diusir paksa.
Polisi: mendirikan negara Islam dan menyatakan anti Pancasila merupakan hak individu
Aparat kepolisian bukan tidak tahu keberadaan KH Achmad Munib yang menyatakan anti Pancasila. Namun karena ajaran itu tidak berdampak pada lingkungan sekitar, maka polisi belum perlu mengamankan yang bersangkutan.
Wakapolres Sumenep, Kompol Achmad Husin, menjelaskan, setiap warga negara harus punya ideologi sesuai dengan yang berlaku di negara Indonesia. Jika ada yang tidak mengakui perlu dipertanyakan.
Akan tetapi, keinginan untuk mendirikan negara Islam dan menyatakan anti Pancasila merupakan hak individu. "Selama keinginan itu tidak berdampak pada warga dan tidak ada pengikutnya, biarkan saja," kata Kompol Achmad Husin, di ruang kerjanya, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (6/1/2010).
"Sampai saat ini Sumenep aman-aman saja," ujarnya.
PWNU Jatim: Tak perlu tindakan khusus terhadap dakwah anti Pancasila
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur memiliki pandangan lain terhadap Pancasila. Ketua PWNU Jatim, KH Mutawakil Allallah menganggap kelima sila Pancasila, mulai dari sila pertama hingga sila kelima tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Meski memiliki pandangan lain dengan Achmad Munib, Ketua PWNU Jatim menyatakan tidak perlu tindakan khusus terhadap dakwah anti Pancasila.
"Saya kira tidak perlu upaya khusus. Karena saya yakin, ajaran mereka tidak akan diterima masyarakat. Hanya ulama di sekitarnya yang perlu memberikan pemahaman agar dia tidak menyebarkan dan ditanyakan apa latar belakangnya mengatakan Pancasila tidak sesuai dengan syariat Islam," jelas juga Pengasuh Pondok Pensantren Gengong, Kraksaan, Kab Probolinggo, Rabu (6/1).
MUI Madura: Ajaran Kiyai Anti Pancasila tidak menyimpang
Meski mengajarkan anti Pancasila, Ketua MUI Kecamatan Dasuk, Sumenep, KH Syamsul Arifin menilai ajaran agama yang disampaikan KH Achmad Munib tidak ada yang aneh.
Ajaran anti Pancasila yang dilakukan KH Achmad Munib sama dengan ajaran agama Islam pada umumnya. Praktik ibadah dan perilaku setiap harinya tidak menyimpang dari Al-Qur'an dan Hadits.
"Hanya menyatakan Anti Pancasila dan mempunyai keinginan mendirikan negara Islam," ujar Syamsul Arifin di rumahnya, Desa Nyapar, Kecamatan Dasuk, Sumenep, Rabu (6/1).
Ajaran anti Pancasila, kata dia, tidak berdampak pada masyarakat sekitar. Bahkan, warga sekitar menilai jika ajaran yang diberikan kiai Munib hal yang aneh tidak perlu diikuti.
"Warga tidak mengikuti pemahaman Anti Pancasila itu, namun tidak berani merusak tulisan yang ada di masjid," ungkapnya.
Sementara, salah seorang anggota DPRD Sumenep, A Samsul Rizal, mengatakan kiai yang mengaku anti Pancasila itu tergolong kiai Jadap, atau salah seorang yang kehidupannya antara khilaf dan waliyullah.
"Apa yang disampaikan menjadi tanda-tanda dan sulit untuk dilogikakan. Namun, soal anti Pancasila juga tidak ada pengaruh pada lingkungan," kata Samsul saat ditemui di kantornya, Jalan Trunojoyo.
Masyarakat sekitar, tambah dia, tidak mau untuk membicarakan kiai tersebut yang berkaitan dengan Pancasila. Sebab diyakini akan terjadi konsekuensi tersendiri. Konsekuensi itu terjadi secara ghaib.
"Warga yang tidak suka dengan ideologi anti Pancasila itu ya tidak mau membicarakan, mereka membiarkan saja," pungkasnya. [/muslimdaily/detik/voa-islam/arrahmah.com]
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Yang menyimpang itu justru yg ngedukung PS. Palagi ampe bikin nama “muslim PS”.
“NU>pancasila td brtentngan dg ISLAM..??
sila ke 1.Ketuhanan YME = percaya banyak tuhan..
ex=indonesia negeri Kepulauan=terdiri dr banyak pulau..
begitulah otak2 yg sdh di cucui sm mr. Dur..”
Siapapun yang shalatnya memang benar-benar shalat, memang akan berjiwa anti pancasial… eh… pancasila. Ane nggak tau selama ini bos-bos nkri kl shalat bacaannya pake versi yg mana…..
yahhhh… pancasila no, Syariat yess… Allahuakbarr
Padahal saya sedang membayangkan, kalau punya uang akan mendirikan masjid: “Baroah Be Thoghut Wal Dimuqratiyah” (benar gak ejaan arabnya?)
ana anti pancasila
Allahu akbarr…..
pancasila adalah sumber dari segala sumber hukum(buatan manusia)=Musyrik (na’udzubillahi min dzalik)
Sedangkan dalam Islam Sumber Hukum adalah Al Qur’an dan Assunnah
Masjid anti pancasila….....Allohu Akbar…!!!
@anti-ADL : mungkin bacaannya pake Versi UUD’45 kaleee blupblupblupblupblupblup !!
Masjid AntiPancasila = Masjid terbaik se Indonesia
mr.PWNU itu harus baca lagi dehhh buku millah ibrahim… kupas tuntas dulu baru ngomong… dasar aliran mr dur
pancasila adalah berhala sekarang,yg setuju ama pancasila segera tobat aja !!!!! biar selamat ngapain belain toghut
yang benar untuk kita =islam ( bukan islam ktp) yaitu lima rukun
1.mengucap 2 kalimat syahadat
2.mendirikan sholat 5 waktu
3.puasa
4.membayar zakat
5.pergi haji bila mampu
pancasila untuk mereka ajadeh..!
untuk kita cukup 5 rukun islam bukan lima dasar = panca sila
MANTAP! Excellent ! alamatnya dimana ya?
Siapa bilang Pancasila tdk bertentangan dgn Syari’at islam, KH Mutawakil (NU) kurang teliti dlm Ijtihadnya. Sila-5:Keadilan sosial bg seluruh rakyat indonesia, masak sich..
Yg terjadi Keadilan bg yg punya duit banyak kalee..trus Di indonesia mau menjalankan Sunnah seperti berjenggot & katok cingkrang aja diancam mirip teroris, suksesnya propaganda kpd islam
Kalau sistem hukum di Indonesia Bener kenapa Allah selalu turunkan azab berupa bencana alam & konflik seperti cicakbuaya & Bank century siapa bisa jawab? lihatlah wahai para pendukung sistem sesat..
Pancasila..?? Ga ada bagus2nya….
Wahai pancasilais apakah anda2 sudah merasa lebih hebat dr Allah SWT sehingga membuat hukum tandingan….???
Eh pancailang itu saudarenye pc indra,pc roba ya
Klo anak kecil blg anca ila..atu,prettt
Pancasila memang terbaik sebagai landasan hukum , hukum bagi kaum kafir!!
tinggal tanya’ aja ke MUI sama DPW NU, mereka kafir apa Islam????? betul nggak Gan…..
pwnu/nu itu di langgengkan untuk kepentingan politik jadi mereka mencari pembenaran bukan kebenaran.mereka kaum yg bnr2 tidk bisa membaca,kl bs pst bc alquran dan tahu maknanya,tapi..?
leh krna tu,klo ngku pintar plih aja 5 rukun (ISLAM),jngn plih 5 sila (panca sial eh panca sila)
klo pilih 5 rukun (islam) pasti selamat dunia akhirat.klo plih 5 sila(pnca sial) akan sial terus.
itu kok ID nya penegak pancasila sih. Maksudnya apa..?
entah pancasila, negara islam ataupun khalifah itu urusan politik, kenapa nggak terjun ke politik sekalian ?
orang Islam memang tidak punya tuhan…. yang kita punya hanya Allah, rabb, ilah… tuhan itu setahu saya artinya mengarah ke satu oknum yaitu syang hyang widi wasa.. bagaimana dengan sila pertama… harus nya di ganti ALLAH YANG MAHA ESA
رضينا بالله ربا وبالإسلام دينا وبمحمد نبيا ورسولا وبالقرآن إماما وشريعة لا بنشاسلا وبالمؤمنين إخوانا
kalian bisa lahir dan hidup damai y g lepas dr pancasila,,,,terlalu sempit dan sombong jika mengaku islam dengan simplenya,,,,emang al-quran dan as-sunnah engga perlu ditafsirkan?,,,,,
ENTE YG TERLALU SOMBONG BUNG,,,,,!!!!
DENGAN KATA LAIN, HUKUM MANUSIA LEBIH HEBAT DR HUKUM ALLAH,,,,
NAUDZUBILLAH,,,!!!!!
DAN UTK TAFSIRNYA, JANGAN PAKE TAFSIR BUTA…!!!
YG ADA PASTI MELECEHKAN DAN MENGHINA…..!!!!
ADA ILMU TAFSIRNYA,,,,!!!! BUKAN ILMU COPAS BUTA….!!!!!
PAHAM….????
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Ledakan Bom Tepi Jalan Bunuh Tiga Polisi Boneka Afghan
- Respon Imarah Islam Afghanistan Terkait Pernyataan Sekjen PBB, Ban Ki Moon
- Tentara Zionis Serang Bil'in dan Mengatakan "Kami Hanya Melakukan Tugas"
- Teriakan Anti-Amerika Bergema di Afghanistan
- Ledakan Dahsyat Hantam Provinsi Khost
- Duta PBB Melihat Kegagalan dalam Strategi Terbaru AS Untuk Afghanistan
- Kaspersky Lolos Ujicoba 'Real World' AV Test Lab
- AS: Tidak Ada Intervensi Militer Langsung Di Pakistan
- Polisi Mesir Lukai 35 Demonstran Palestina
- Pendeta Mengaku Habib Gegerkan Muslim Bengkulu
Berita Terbaru
- Warnet Bisa Tangkal Teroris Lewat Daftar Pengunjung?
- Kongres AS Mendesak AS Segera ‘Rangkul’ Muslim?
- Pesawat Tempur Mengebom Gaza Selatan
- Putin: ‘Kelompok-Kelompok Teror’ Di Pakistan Dan Afghanistan Mengkhawatir Dunia
- Tentara AS Membunuh Pasangan Sipil Irak Di Baghdad
- Israel Akan Bangun 50.000 Unit Perumahan Baru Di al Quds
- Ba’asyir: Mengapa Jasad Dulmatin Wangi?
- Tentara Israel Hanya Dihukum 3 Tahun Dalam Aksi Kejinya di Gaza
- Mujahidin Imarah Islam Afghanistan Klaim Tewaskan 5 Tentara Kafir AS
- Bedah Buku Islam Standar : Islam Akan Bangkit Dari Indonesia
Berita Terkait
- Sertifikasi Halal LPPOM-MUI Standar Internasional
- MU I: Pemindai Tubuh Terlalu ‘‘Telanjang” dan Melanggar HAM
- Program Sertifikasi Halal MUI Ditolak Beberapa Pengusaha
- Penyelenggara Perayaan Ikut Kena Getah Dosa Valentine’s Day
- MUI Bangka Haramkan “Valentine Day” bagi Muslim
- LPPOM MUI: Masih Sedikit RPH Bersertifikasi Halal
- MUI dan KPID Sumsel Menyoal “Take Him Out Indonesia”
- FPI Akan Demo Besar-Besaran, MUI Bukan Eksekutor Film Porno
- MUI Jatim Dukung Pengharaman Foto Pranikah
- Sebut Gus Dur ‘Bapak Pluralisme’, SBY Lecehkan Gus Dur?
. on 08/01/10 07:43 AM said:
Boleh juga tuh…di buat masjid lagi, namanya Masjid Anti Demokrasi…