Hacker Jerman Jebol Kode untuk Sadap GSM
Oleh Althaf pada Kamis 31 Desember 2009, 09:31 AM
JAKARTA (Arrahmah.com) - Di saat kontroversi Rencana Peraturan Pemerintah (RPP) Penyadapan masih terus bergulir, baru-baru ini, Karsten Nohl, seorang pakar keamanan komputer asal Jerman justru berhasil menjebol kode enkripsi rahasia teknologi Global System for Mobile Communication (GSM), sehingga memungkinkan pembicaraan telepon melalui jaringan GSM bisa disadap oleh siapapun.
Ini merupakan suatu perkembangan yang mencengangkan, karena teknologi GSM yang telah berusia 22 tahun, kini merupakan teknologi paling populer, digunakan sekitar 3,5 miliar orang, dan menguasai 80 persen komunikasi di seluruh dunia.
Karsten Nohl, 28 tahun, mendemonstrasikan cara menjebol A5/1, pada ajang berkumpulnya para peretas international "Chaos Communication Congress", di Berlin, pekan ini. A5/1 adalah teknik enkripsi berbasis algoritma 64-bit, yang dipakai luas di industri GSM.
Saat ini, banyak yang memandang bahwa sistem algoritma 64-bit, sudah kurang memadai. Sekarang, standar algoritma 128- bit lah yang dipandang masih cukup kuat untuk memproteksi data-data.
Nohl, bisa menjebol enkripsi tadi, menggunakan jaringan komputer yang menjajal setiap kombinasi enkripsi dari triliunan kemungkinan yang ada. Seluruh data keluaran direkam dalam tabel yang sangat panjang, yang dapat memecahkan kode enkripsi dari percakapan telepon maupun teks pesan pendek pelanggan GSM.
Menurut Nohl, untuk melakukan penyadapan terhadap miliaran pelanggan GSM di seluruh dunia, cuma butuh sebuah komputer yang biasa digunakan untuk bermain game, dan sebuah peralatan komunikasi radio seharga US$ 3000 (sekitar Rp 30 juta). Bahkan sinyal GSM bisa disadap secara real time dengan perangkat seharga US$ 30000 (sekitar Rp 300 juta), kata Nohl.
"Ini menunjukkan bahwa kemanan jaringan GSM sudah tidak memadai lagi. Kami sedang berupaya menekan para operator untuk mengadopsi langkah-langkah keamanan yang tepat untuk melindungi para pelanggan ponsel," kata Nohl, dikutip dari laman DailyTech.
GSM Association sendiri, sebagai organisasi yang mengelola standar teknologi GSM, telah merancang penerus algoritma A5/1, yang bernama A5/3. Namun sistem tersebut gagal untuk bisa dijadikan sebagai standar industri.
Kini tabel panjang berisi data yang bisa memecahkan enkripsi GSM sudah beredar di torrent-torrent (saluran mengunduh file) di seluruh dunia. GSMA menuduh Nohl melakukan aksi yang ilegal karena dianggap tidak sejalan dengan semangat melindungi privasi panggilan telepon pelanggan.
Namun Nohl, membantah anggapan itu. Penyandang gelar PhD dari Jurusan Computer Engineering, University of Virginia itu mengatakan langkahnya murni merupakan aktivitas akademik yang dilakukan di ranah publik, dan ia tidak mengggunakan temuannya untuk menyadap siapapun.
"Kami juga tidak merekomendasikan orang memanfaatkan informasi ini untuk perbuatan melanggar hukum. Yang kami lakukan adalah memperjuangkan agar operator selular bisa menggunakan keamanan yang lebih baik daripada yang ada sekarang.
Nohl yang merupakan pengguna BlackBerry GSM, juga mengaku kini agak berbeda dalam menggunakan ponselnya. "Tentu saja kini saya lebih hati-hati. Saya menjaga kerahasiaan pembicaraan telepon saya di line lain yang telah dienkripsi," katanya. (viva/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
berarti sheikh Usamah lebih dulu tau ya kejadiannya seperti ini…...canggih bgt…..
Allahu Akbar. Ilmu Allah masih luas
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Taliban Pakistan Mengklaim Bertanggung Jawab Atas Insiden Karachi
- Pemerintah AS Tolak Seruan Untuk Pertimbangkan Kembali Penutupan Guantanamo
- 8 Salibis Amerika Tewas Dalam Ledakan Istisyhad Di Afghanistan
- Pengadilan Putuskan Buka Kembali Akses Jalan Raya Di Tepi Barat
- CIA Mengaku Telah Mengendus Pelaku Serangan Detroit
- Obama: 'Terorisme' Tersembunyi Dan Berkembang Di Empat Negara
- Militer Klaim Tembak Mati Panglima Taliban Di Swat
- Perang Yang Dikumandangkan AS Kembali Renggut Nyawa Sipil Afghan
- Proyek e-KTP Habiskan Rp 60 Triliun
- Pakar Fikih: Gaji Berita Ghibah Haram Dimakan
Berita Terbaru
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
Berita Terkait
- Pentagon Latih Karyawan Jadi ‘Hacker’
- Jerman Mungkinkan Ponsel Membaca Gerakan Bibir
- Penetrasi Ponsel ke Pedesaan, Antara Kenyataan dan Harapan
- Charge Baterai Harus Dalam Kondisi Kosong?
- Bobol Media Zionis, Mujahid Turki Kibarkan Bendera Palestina
- Penyadapan Ponsel Bayangi 2010
- 2010, Adobe Jadi Sasaran Utama Hacker
- Hacker Rusia Jebol Jutaan Dolar Bank AS
- Microchip Kecil Jadikan Ponsel Murah
- LG Kenalkan Ponsel untuk Tuna Netra
. on 31/12/09 02:06 PM said:
Makanya sheikh Usamah anti dengan hp.