8 Salibis Amerika Tewas Dalam Ledakan Istisyhad Di Afghanistan
Oleh Althaf pada Kamis 31 Desember 2009, 08:38 AM
KABUL (Arrahmah.com) - Setidaknya delapan orang tentara Amerika tewas pada hari Rabu (30/12) dalam aksi istisyhad di sebuah pangkalan militer di Afghanistan timur, kata para pejabat AS.
Laporan yang kontroversial pun sampai di meja Pentagon mengenai apakah ada sipil atau militer yang menjadi korban dalam pengeboman di Forward Operating Base Chapman di provinsi Khost, dekat perbatasan dengan Pakistan.
Kematian dikonfirmasi Rabu malam oleh seorang pejabat AS di ibukota Afghanistan, Kabul.
Seorang pejabat senior Amerika Serikat di Washington mengatakan bahwa tentaranya dibunuh oleh seorang penyerang yang mengenakan rompi bunuh diri.
Senior lain pejabat AS di Washington mengatakan ada laporan yang saling bertentangan mengenai jumlah korban, dan ada pihak lain yang cedera dalam serangan itu.
Wazir Pacha, juru bicara polisi di provinsi Khost, melaporkan bahwa penduduk setempat mendengar sebuah ledakan di pangkalan. Segera setelah itu, dua helikopter mendarat, seorang polisi di Khost mengatakan.
Semua pejabat AS berbicara dengan syarat anonim karena belum semua informasi yang rinci tentang insiden itu telah dikonfirmasi. (althaf/ap/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
ayo taliban & alqaeda,,,,,bunuh terus amerika laknatullah,,,,,
Victorious Mujahidins. Allahu Akbar
8 orang itu bukan militer Amerika yang sesungguhnya, Mereka anggota CIA
Siapapun itu, kematian hanya untuk kafir laknatullah…!!!
Allah Akbar! kirim terus biar disembelih semua kayak kambing!
dikit-dikit…lama-lama ludes semua
Bangkainya cepat dibawa pulang ya…ngotor-ngotori negara Islam aja kalo dikubur di Afghan….
kirim terus kaum kuffar ke neraka. Kemuliaan hanya milik kaum muslim
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Pemerintah AS Tolak Seruan Untuk Pertimbangkan Kembali Penutupan Guantanamo
- Pengadilan Putuskan Buka Kembali Akses Jalan Raya Di Tepi Barat
- CIA Mengaku Telah Mengendus Pelaku Serangan Detroit
- Obama: 'Terorisme' Tersembunyi Dan Berkembang Di Empat Negara
- Militer Klaim Tembak Mati Panglima Taliban Di Swat
- Perang Yang Dikumandangkan AS Kembali Renggut Nyawa Sipil Afghan
- Proyek e-KTP Habiskan Rp 60 Triliun
- Pakar Fikih: Gaji Berita Ghibah Haram Dimakan
- Mubarak-Netanyahu Bicarakan 'Perundingan Damai Palestina' Dan Berencana Bekukan Blokade?
- PBB: Korban Sipil Afghanistan Naik 10%
Berita Terbaru
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
Berita Terkait
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Bentrokan Yerusalem Berkelanjutan, Pejabat AS Batal Ke Israel
abu_dzar on 31/12/09 09:55 AM said:
Mrk dikirim oleh george bus dan obama ke afgan supaya matinya mengenaskan..
Mungkin kbr kematian tentara amerika merupakan hiburan paling menyenangkan buat obama