Guttenberg Bersikukuh Minta Taliban Masuk Dalam Pemerintahan Afghanistan
Oleh Althaf pada Senin 28 Desember 2009, 10:55 AM
BERLIN (Arrahmah.com) - Menteri Pertahanan Jerman mengatakan bahwa Afghanistan yang dilanda perang tidak pernah bisa merasakan demokrasi sesuai dengan cita-cita Barat, dan melemparkan keraguan pada harapan untuk terus mengandalkan kehadiran internasional di sana.
Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Bild am Sonntag, Karl-Theodor zu Guttenberg bukan hanya mendesak dimasukkannya anggota Taliban moderat ke dalam struktur pemerintah Afghanistan, tetapi juga mendesak untuk terus dilakukannya pembicaraan untuk mencapai perdamaian yang abadi di negeri tersebut.
Guttenberg mengklaim telah merancang strategi ini karena merasa telah mempelajari sejarah dan karakter Afghanistan.
"Karena kita berada dalam sebuah negara dengan keragaman wilayah ... Kita tidak bisa mengabaikan kelompok etnis Pashtun jika kita menginginkan solusi berkelanjutan untuk masa depan," katanya, dikutip Bild am Sonntag.
Menurutnya ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, dan pemerintah Afghanistan tidak bisa mengabaikan hak asasi manusia universal.
"Kita harus mulai bertanya kembali pada diri kita, siapapun mulai dari ancaman para pemberontak bagi masyarakat internasional maupun yang sangat peduli dengan kondisi di Afghanistan itu sendiri," katanya. "Masalah hak asasi manusia juga harus diperhitungkan, tanpa mengabaikan budaya dan tradisi yang ada di Afghanistan."
Pernyataannya dalam seminggu terakhir tampaknya merupakan salah satu petanda atas kebijakan baru Jerman ke Afghanistan. Guttenberg pun mengatakan pada harian itu bahwa ia akan sangat mendukung seruan keterlibatan anggota Taliban moderat dalam perundingan damai.
Ia bersumpah untuk memerangi tekanan yang menuntutnya agar melakukan pengunduran diri karena tuduhan keterlibatannya dalam menutup-nutupi jumlah korban sipil yang besar akibat serangan yang dikomando oleh Jerman pada bulan September lalu di Afghanistan utara. (althaf/prtv/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Democracy is not Isla, its Kafir and that is why the Mujahideen fought you tooth and nail.
democratic system of kafir, unlawful take, implement, and propagandize it..!!!!!!!
Islam is only true because the system comes from Allah SWT.
ya ampun..demokrasi lagi…!
q929. confirm. Mujahidiins aim the truthful peace. Allaahu Akbar!!!
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Kematian Pasukan AS Di Afghanistan Meningkat Dua Kali Lipat
- Kejahatan Dunia Maya: Serangan Umum Internet 2009
- Pesawat Tanpa Awak AS Tewaskan 13 Orang Di Miranshah
- Karzai Usulkan Dialog Dengan Mujahidin??
- Seorang Anggota Dewan Sahwa Tewas di Kirkuk
- Gurita Cikeas: Yayasan SBY Disebut Terima Aliran Dana Gelap
- Pengecut, Ekstrim Yahudi Lancarkan Tembakan ke Arah Muslimah Palestina
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 27 Desember 2009
- Sekali Lagi, Pejabat NATO Akui Kekalahan dalam Perang Afghanistan
- Penutupan Guantanamo, Tinggal Mitos
Berita Terbaru
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
Berita Terkait
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Serangan Roket Tewaskan Seorang Tentara di Basis NATO
- Insiden Kandahar Peringatan Bagi NATO
- Pemerintah Provinsi Kandahar Minta Pasukan Ditambah Demi ‘Keamanan’
- Afghanistan Dan Pakistan Siap Melawan Terorisme Bersama-sama
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Putin: ‘Kelompok-Kelompok Teror’ Di Pakistan Dan Afghanistan Mengkhawatir Dunia
- Mujahidin Afghan Akui Ledakkan Pangkalan NATO Di Khost
. on 28/12/09 11:56 AM said:
there will be no peace insyaAllaah as long as you insist of forcing your want to Islamic nations, insisting democracy & co-existence between moslems & kuffars. you’ve to choose for Afghanistan either Islam or democracy, not both or co-existence