Kejahatan Dunia Maya: Serangan Umum Internet 2009
Oleh Althaf pada Senin 28 Desember 2009, 10:33 AM
JAKARTA (Arrahmah.com) - Sepanjang tahun 2009 ini, gelombang serangan terhadap pengguna internet di seluruh dunia tak habis-habisnya menghadang. Symantec, salah satu pemain utama di bidang keamanan mencatat beberapa metode utama serangan yang marak hadir tahun ini.
Drive-by Download Semakin Banyak
Penyerang menginfeksi komputer penjelajah internet secara diam-diam dengan menyusup di situs legal. Popularitas metode ini terus tumbuh. Di tahun 2008, Symantec mengamati sebanyak 18 juta percobaan serangan drive-by download; akan tetapi, dari Agustus sampai Oktober 2009 sendiri, Symantec mencatat terjadi sebanyak 17,4 juta serangan.
Kembalinya Intensitas Spam ke Sebelum McColo
Symantec melihat penurunan sebesar 65 persen dari jumlah total pesan spam dalam 24 jam setelah penutupan McColo di akhir 2008 dan 24 jam setelahnya, jumlah spam turun mencapai level 69,8 persen dari seluruh email. Akan tetapi, di 2009, volume keseluruhan spam kembali ke angka rata-rata 87,4 persen dari seluruh email, mencapai maksimum 95 persen dari seluruh pesan di akhir Mei.
Meningkatnya Ancaman Polimorfis
Polymorfisme berarti memiliki kemampuan untuk bermutasi. Dengan demikian, ancaman polimorfis merupakan ancaman yang membuat setiap malware sedikit berbeda dengan malware sebelumnya. Kode pengubahan otomatis yang dibuat di dalam malware tidak mempengaruhi fungsionalitasnya, tetapi membuat teknologi pendeteksian milik antivirus tradisional tidak dapat mengatasinya. Symantec telah mengamati ancaman polimorfis seperti Waladac, Virut, dan Sality, menjadi semakin umum sejalan dengan penjahat dunia maya mencari cara untuk memperluas cara mereka mengelak dari teknologi antivirus konvensional.
Meningkatnya Pembajakan Reputasi
Geocities merupakan merek yang paling umum yang dibajak oleh spammer sebagai usaha untuk menipu pengguna komputer, tetapi dengan penutupan layanan web hosting tersebut oleh Yahoo pada akhir Oktober lalu, Symantec melihat bahwa terjadi peningkatan pesat dari jumlah layanan web gratis berskala kecil, seperti layanan pemendek URL, yang nama dan reputasinya disalahgunakan oleh spammer. Hal ini dikarenakan oleh kemajuan di teknologi penembus CAPTCHA, yang memudahkan karakter berbahaya membuat akun dan profil ganda yang digunakan untuk spamming. Symantec bahkan telah mengamati bahwa beberapa dari perusahaan layanan web berskala kecil tersebut telah menutup situs mereka sendiri sebagai satu-satunya cara untuk menghentikan spam.
Pencurian Data Terus Berlangsung
Menurut Identity Theft Resource Center, sampai 13 Oktober 2009, 403 kasus penerobosan data telah dilaporkan sepanjang tahun dan mengekspos lebih dari 220 juta dokumen. Menurut Ponemon Institute, orang dalam yang tidak bermaksud jahat terus mewakili bagian terbesar dari insiden hilangnya data dengan 88% dari seluruh insiden kehilangan data disebabkan oleh orang dalam seperti karyawan dan partner. Meski demikian, terdapat peningkatan perhatian terhadap kehilangan data berbahaya. Menurut penelitian Ponemon, 59% mantan karyawan mengakui bahwa mereka mengambil data perusahaan saat mereka meninggalkan pekerjaannya. Di saat organisasi semakin meningkatkan fokus untuk menghindari kehilangan data, tampak jelas bahwa banyak hal yang perlu dilakukan untuk mencegah informasi sensitif dibawa ke luar dari perusahaan.
Kabar gembiranya, di tahun 2009 ini, kerjasama intra dan lintas industri untuk mengatasi ancaman internet semakin semakin solid. Bersama dengan ulang tahun varian pertama ancaman Conficker pada pengguna, kita diingatkan bagaimana peningkatan organisasi dan kecerdasan penjahat dunia maya telah membuat jalinan kerjasama yang lebih luas di antara vendor keamanan, penegak hukum, dan penyedia layanan internet.
Contoh yang tampak di tahun 2009 antara lain adalah Conficker Working Group (CWG), gerakan “Operation Phish Phry” yang dilancarkan FBI dan Digital Crimes Consortium, yang menggelar pengukuhannya di Oktober. (viva/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Pesawat Tanpa Awak AS Tewaskan 13 Orang Di Miranshah
- Karzai Usulkan Dialog Dengan Mujahidin??
- Seorang Anggota Dewan Sahwa Tewas di Kirkuk
- Gurita Cikeas: Yayasan SBY Disebut Terima Aliran Dana Gelap
- Pengecut, Ekstrim Yahudi Lancarkan Tembakan ke Arah Muslimah Palestina
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 27 Desember 2009
- Sekali Lagi, Pejabat NATO Akui Kekalahan dalam Perang Afghanistan
- Penutupan Guantanamo, Tinggal Mitos
- Stres Sebabkan Masalah Reproduksi Pada Muslimah Kashmir
- Grup Fans Perempuan Penyerang Paus Dikecam?
Berita Terbaru
- Tentara Israel Ringkus Lima Bocah Palestina
- Indonesia di ‘Daftar Hitam’, Pemerintah Diminta Tegas?
- Virus Lokal Seret Nama Antivirus
- Militer Israel Konfirmasi Serangan Udara Ke Gaza
- Aksi Penjajahan NATO Di Kandahar Pun Dimulai
- Hubungan AS-Pakistan Bukan Hanya Soal Keamanan
- Dua Penduduk Palestina Terluka Akibat Bombardir Israel di Jalur Gaza
- SBY Diminta Amalkan Surat Al Mumtahanah:9
- NATO Berencana Gelar Operasi Besar di Utara Afghanistan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
Berita Terkait
- Pentagon Latih Karyawan Jadi ‘Hacker’
- Nama FBI Malah Bikin Kejahatan Internet Naik
- Hugo Chavez Mulai Geram dengan Internet
- Penjahat Cyber ‘Bonceng’ Info Windows Update Palsu
- Warnet Bisa Tangkal Teroris Lewat Daftar Pengunjung?
- Internet Heboh Bocoran Catatan Pejabat China
- WiMAX Diprediksi Lambat Berkembang di RI
- Ingin Aman? Jangan Posting Lokasi di FB
- Kazakhstan Blokir 14 Situs Internet
- Huruf Kirillitz Bisa Ditulis di Internet
. on 28/12/09 01:26 PM said:
Wah bagus tuh. Tampaknya semua orang mulai bersimpati kepada Mujahidin dan membocorkan info penting kepada mereka walau mereka Kafir. Kita yang Muslim tidak boleh kalah.