NATO Tidak Punya Batasan Waktu Pemunduran Pasukan
Oleh Althaf pada Rabu 23 Desember 2009, 07:17 AM
KABUL (Arrahmah.com) - Pimpinan NATO mengatakan pada hari Selasa (22/12) bahwa pihaknya tidak akan menentukan batas waktu untuk menarik mundur pasukan sekutu dari Afghanistan, dengan dalih masih ada kecemasan warga Afghanistan jika pasukan asing pergi sebelum pasukan mereka mampu menjamin keamanan negara mereka sendiri.
Sekretaris Jenderal NATO, Anders Fogh Rasmussen, mengunjungi Afghanistan untuk pertama kalinya sejak Presiden AS Barack Obama mengumumkan rencana bulan ini untuk mengirimkan 30.000 pasukan tambahan ke Afghanistan. Selain AS, sekutu-sekutu NATO pun berjanji untuk mengirim sekitar 7.000 lebih pasukan tambahannya.
Tapi rencana Washington yang juga berisi pengurangan jumlah pasukan AS akan tahun 2011 karena pasukan keamanan Afghanistan diperkirakan mengambil alih tanggung jawab keamanan secara bertahap, diklaim NATO dan beberapa pejabat AS, menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga sipil Afghanistan.
"Pesan pertama saya adalah untuk warga Afghanistan: Saya tahu bahwa ada yang bertanya-tanya berapa lama pasukan internasional akan tetap tinggal, lebih tepatnya lagi, mereka khawatir kami akan pergi terlalu cepat," ungkap Rasmussen kepada wartawan bersama Presiden Afghanistan di Kabul.
"Jangan ada keraguan, masyarakat internasional akan ada di pihak anda, akan melindungi anda, dan membantu membangun kembali negara anda sampai anda siap untuk berdiri sendiri," katanya.
Rasmussen mengatakan akan ada 'momentum baru' pada tahun 2010 sebagai temuan sebagai langkah NATO untuk melakukan misinya di Afghanistan tetapi fokus utamanya masih tetap untuk 'melindungi' penduduk dan melatih lebih banyak pasukan Afghanistan. (althaf/ansr/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Israel Janji Bebaskan 450 Palestina Demi Shalit
- Saat Melakukan Latihan, Seorang Tentara Zionis Israel Tewas
- 13 'Ulama' Keluarkan Fatwa Niqab Adalah Bentuk Ekstrimisme, Tidak Punya Akar Substansial Dalam Islam
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 22 Desember 2009
- Otak Penyebar Spam Dunia Didenda Rp 1,7 M
- Prof Meuleman: Barat Juga Melaksanakan Syariat Islam
- CIA-ISI Intensifkan Operasi Gabungan Di Pakistan
- Wawancara Dengan Pimpinan Mujahidin Taliban Pakistan
- JIL Agendakan Diskusi Rutin ke Perguruan Tinggi
- Muslim Libya Beberkan Kekerasan dalam Penjara Inggris
Berita Terbaru
- Kakak Kandung Dulmatin Masih Ragukan Keterangan Polri
- Gates Tonton Pelatihan Militer Afghanistan
- 16 Pemuda Kashmir Tak Bersalah Ditangkap Polisi Musyrik India di Chennai
- Sidang M Jibriel : Jaksa Gunakan Pasal Karet
- Pemerintah AS Tidak Mengenal Anggota Al Qaeda yang Ditangkap di Pakistan
- Biden Yakinkan Israel Soal Komitmen AS
- Al-shabaab Nyatakan Siap Melawan AS
- Pemerintah: Namru Menjadi Agenda Kemitraan Strategis Indonesia-AS
- Jerman Mungkinkan Ponsel Membaca Gerakan Bibir
- Hezb-i-Islami Membelot, Membebek Pada Pemerintah Afghanistan
Berita Terkait
- Gates Tonton Pelatihan Militer Afghanistan
- Hezb-i-Islami Membelot, Membebek Pada Pemerintah Afghanistan
- Serangan Bom Kembali Tewaskan Tentara Kafir NATO di Afghanistan
- Pentagon Khawatir Mengenai Blackwater Di Afghanistan
- Holbrook Ragukan Komitmen Pakistan
- NATO: Afghanistan Model Penanganan Krisis Masa Depan
- Mullen: Kekuatan Militer Sangat Berpengaruh Bagi Politik Luar Negeri AS
- Dua Lagi Tentara Kafir NATO Tewas di Afghanistan Selatan
- PBB: Saatnya ‘Berbicara’ Dengan Taliban
- Kewenangan Komandan AS Di Afghanistan Lebih ‘Melar’