Jerman Dukung Penuh Dialog Dengan ‘Moderat’ Taliban?
Oleh Althaf pada Senin 21 Desember 2009, 06:57 AM
BERLIN (Arrahmah.com) - Menteri pertahanan Jerman mengatakan pihaknya mendukung penuh pembicaraan dengan 'moderat' Taliban di Afghanistan, beberapa hari setelah sebuah komite yang dibentuk untuk menyelidiki serangan mematikan yang diduga kuat ada di bawah kendali Jerman dan mengakibatkan jatuhnya banyak korban sipil.
Dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Welt am Sonntag, Karl-Theodor zu Guttenberg, pada hari Minggu (20/12) mengatakan bahwa dia lebih suka untuk membuka saluran komunikasi dengan suku-suku dan komunitas Afghan moderat dengan tetap memperhatikan resiko potensial dari aktivitas tersebut.
"Tidak semua pemberontak merupakan ancaman langsung bagi masyarakat Barat ... Ada perbedaan antara kelompok-kelompok yang memiliki tujuan untuk memerangi budaya kita keluar dengan penolakan radikal terhadap Barat, dengan kelompok-kelompok yang melihat budaya sebagai penghubung tempat di mana Anda tinggal," kata zu Guttenberg.
Guttenberg pun menolak ajakan Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk menambah jumlah pasukan di Afghanistan. Menurutnya, konferensi Afghanistan di London akan menawarkan kesempatan bagi siapapun untuk membangun strategi yang mencerminkan pengalaman masing-masing negara sekutu, bukannya mengikuti langkah kebijakan AS begitu saja.
"Saya akan berhati-hati dengan kata-kata: siapapun harus mengikuti Obama ... Langkah logis pertama dari setiap pendekatan strategis yang baru tidak berarti kami harus mengirim lebih banyak tentara dan kemudian mengetahui strategi di lapangan, tetapi sebaliknya... merumuskan strategi, kemudian memutuskan berapa banyak pasukan dan warga sipil yang kami butuhkan," katanya.
Pernyataan itu muncul seiring dengan semakin tidak populernya keberadaan Jerman di Afghanistan yang tetap menjadi pusat perhatian karena melakukan serangan brutal di bawah komando Jerman dan membunuh 142 warga sipil di Kunduz hanya beberapa minggu menjelang pemilihan umum.
Guttenberg dengan tegas menolak untuk mengundurkan diri atas serangan udara kontroversial di dekat kota utara Kunduz, yang menurut pemerintah Kabul membunuh 30 warga sipil, meskipun ia telah memaksa dua pejabatnya mundur untuk mengurangi bukti kejahatannya. (althaf/prtv/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
jangan mau….ya syabab Taliban…itu para penjajah, pengen ngeruk kekayaan antum…dulu bangsa kami seperti itu…skrg masih sich…
Emang ada Taliban moderat ?
Gak ada salahnya untuk melakukan dialog dengan bangsa kafir.
Hal tersebut juga pernah dilakukan oleh Nabi SAW
Asalkan dialog tsb tidak merugikan dan bertujuan untuk tegaknya syariat islam.
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- 'Taliban Pro Pemerintah' (?) Ancam Siapapun Yang Beri Perlindungan Pada Mujahidin TTP
- AS Pulangkan 12 Tahanan Guantanamo, Termasuk 6 Warga Yaman
- Microsoft Ciptakan Pelacak Pelecehan Seks
- MUI Haramkan Pembuatan Patung Sultan Banten
- Bentrokan Antara Ekstrimis Yahudi dan Muslim Palestina Kembali Terjadi di Hebron
- Serangan ke Penjara Basilan : Belasan Mujahidin Abu Sayyaf Masih Aman
- Israel Terbukti Curi Organ Tubuh Muslim Palestina
- Islam Bersemi di Chechnya Bersama Poligami dan Unta
- Kesepakatan Kopenhagen, AS Tetap Diuntungkan, Negara Dunia Ketiga Tetap Jadi Korban
- SBY: Kesepakatan Kopenhagen Berita Baik (?)
Berita Terbaru
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Obama Persingkat Kunjungannya Ke Indonesia
- Pentagon Latih Karyawan Jadi ‘Hacker’
- Koalisi dengan PDS, PKS Dicemooh
- Bentrokan Yerusalem Berkelanjutan, Pejabat AS Batal Ke Israel
Berita Terkait
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Serangan Roket Tewaskan Seorang Tentara di Basis NATO
- Pakistan Bombardir “Posisi Taliban”?
- Insiden Kandahar Peringatan Bagi NATO
- Pemerintah Provinsi Kandahar Minta Pasukan Ditambah Demi ‘Keamanan’
- Afghanistan Dan Pakistan Siap Melawan Terorisme Bersama-sama
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Putin: ‘Kelompok-Kelompok Teror’ Di Pakistan Dan Afghanistan Mengkhawatir Dunia
- Mujahidin Afghan Akui Ledakkan Pangkalan NATO Di Khost
. on 21/12/09 08:17 AM said:
Memangnya ada unsur moderat?