Google Didenda Rp 140 Juta Per Hari
Oleh Althaf pada Ahad 20 Desember 2009, 07:50 AM
JAKARTA (Arrahmah.com) – Google dijatuhi putusan bersalah atas proyek pemindaian buku ke teks digital. Google didenda harus membayar US$ 14.300 (Rp 140 juta) per hari sebagai konsekuensinya.
Pengadilan Paris memutuskan bahwa ekspansi Google Inc ke buku-buku digital melanggar undang-undang hak cipta Perancis, dan seorang hakim menjatuhkan sanksi ke pemimpin pencarian di internet ini dengan denda 10.000 euro setara dengan Rp 140 juta per hari selama waktu pelanggaran.
Selain itu Google diperintahkan untuk membayar 300.000 euro setara dengan Rp 6 miliar untuk kerusakan dan bunga ke penerbit Prancis La Martiniere, yang membawa kasus atas nama sekelompok penerbit Prancis.
Pengacara Google Alexandra Neri mengatakan bahwa perusahaan akan naik banding.
Keputusan hukum ini jadi penghalang yang dapat mencegah Google mewujudkan target 5 tahun pemindaian seluruh buku di dunia ke perpustakaan digital dan dapat diakses oleh siapa saja dengan koneksi internet.
Hukum Amerika Serikat yang akan memberi Google hak digital untuk jutaan buku sedang dalam pembahasan karena regulator AS telah memperingatkan bahwa perjanjian mungkin akan menghambat persaingan di industri pasar buku elektronik dan hak cipta.
Pemerintah Jerman dan Prancis juga telah menyatakan keberatan. Google sedang berusaha untuk mengatasi kritik dengan penyelesaian yang masih di periksa pengadilan.
Kasus Perancis relatif kecil jika dibandingkan dengan tempat lainnya. Bahkan tampaknya tidak mengganggu investor saham Google. (inilah/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Hijrah Momentum Kebangkitan Kekuatan Ummat
- Perancis Luncurkan Satelit Mata-Mata Militer Ke Luar Angkasa
- Salibis Tak Pernah Berhenti Alami Kerugian, Pasukannya Kembali Jadi Korban Di Afghanistan
- Sejumlah Rabi Kecam Menteri Pertahanan Israel
- Kongres AS Sahkan $636 M Lagi Untuk Anggaran Perang Obama
- Penembakan di Papua, Satu Orang Tewas
- Desentralisasi Kesehatan Dinilai Setengah Hati
- Obama Hibahkan Bantuan Miliaran Dolar Pada Israel
- CIA Bantu Otoritas Palestina Siksa Pendukung Hamas
- NATO Bunuh 3 Sipil Lewat Serangan Udaranya Di Afghanistan Selatan
Berita Terbaru
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
Berita Terkait
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Bentrokan Yerusalem Berkelanjutan, Pejabat AS Batal Ke Israel
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim