SBY: Boediono-Mulyani Tak Perlu Nonaktif (?)
Oleh Althaf pada Sabtu 19 Desember 2009, 06:07 AM
JAKARTA (Arrahmah.com) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya menanggapi putusan Panitia Khusus Hak Angket Bank Century Dewan Perwakilan Rakyat yang mengimbau kepada Wakil Presiden Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani agar menonaktifkan diri dari jabatannya.
Menurut Presiden, penonaktifan kedua pejabat itu tidak perlu. Pasalnya, penonaktifan dalam arti pemberhentian sementara wakil presiden tidak ada dalam undang-undang.
"Undang-undang Dasar 1945 tidak mengenal nonaktif. Yang ada pengangkatan dan pemberhentian presiden dan wakil presiden. Pada pasal 7 gamblang diatur masalah itu," kata Presiden dari Kopenhagen, Denmark, seperti dikutip tvOne, Kamis (18/12).
Sedangkan penonaktifan bagi Sri Mulyani, dia mengatakan, dalam Undang-undang Nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara, seseorang bisa diberhentikan sebagai menteri bila berstatus terdakwa dengan ancaman hukuman pidana minimal delapan tahun. "Menkeu tidak dalam kondisi seperti itu," ujarnya.
Karena itu, menurut dia, Boediono dan Sri Mulyani tidak perlu diberhentikan dengan catatan bisa melakukan pekerjaan dengan baik. "Saya bicara dengan mereka (Boediono-Sri Mulyani) melalui telepon, mereka katanya sanggup menjalankan tugas dengan maksimal dan bisa kooperatif dengan Pansus," katanya. (viva/arrahmah.com)
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
semoga ndang cepat mati aja…...biar aman dunia ini!!!!.
رب لا تذر على الأرض من الكافرين ديارا + إنك إن تذرهم يضلوا عبادك ولا يلدوا إلا فاجرا كفارا
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Acer Bakal Hadirkan 2 dari 3 Jenis 3D
- Korupsi, Mendagri Pakistan Terancam Masuk Bui
- Rusia Dan AS Menjelang Perjanjian START Baru
- Lagi, Serangan Bom Kembali Guncang Waziristan Utara
- Sambut Muharram, Gunakan Dinar Dirham
- Pakistan Dan AS Tetap Bersitegang Seputar Perluasan Perang
- Tentara Kafir Filipina Tawarkan Dua Juta Peso Tuk Tangkap Komandan MILF
- Predator AS Kembali Renggut Nyawa Sipil Pakistan
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 17 Desember 2009
- Menkominfo Selidiki Perusahaan Telekomunikasi yang Bermitra dengan Israel
Berita Terbaru
- Obama & Medvedev Sepakat Tandatangani Transaksi Nuklir Segera
- Tujuh Kapal Perang Amankan Kunjungan Obama
- Pemerintah Provinsi Kandahar Minta Pasukan Ditambah Demi ‘Keamanan’
- Polres Pastikan Mamuju Steril dari Aksi, Persembunyian Teroris
- Putri Munawaroh Akan Diadili
- Penjahat Cyber ‘Bonceng’ Info Windows Update Palsu
- Tentara Israel Brutal Terhadap Warga Palestina Yang Melakukan Protes Pendudukan Negara Zionis
- Mesir Tolak Laporan HAM AS
- Afghanistan Dan Pakistan Siap Melawan Terorisme Bersama-sama
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
. on 19/12/09 10:28 AM said:
Dasar bodoyono