Menkominfo Selidiki Perusahaan Telekomunikasi yang Bermitra dengan Israel
Oleh Althaf pada Jum'at 18 Desember 2009, 05:50 AM
JAKARTA (Arrahmah.com) - Kantor Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi (Menkominfo) mengatakan hari Selasa (15/12) kemarin berencana menyelidiki perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang terlibat dalam transaksi bisnis dengan Israel. Pernyataan ini disampaikan sehari setelah pihak kementerian melarang perusahaan telekomunikasi lokal bermitra dengan perusahaan-perusahaan Israel.
"Kami akan menyelidiki keterlibatan perusahaan Israel yang terafiliasi dalam industri telekomunikasi, dan kami akan memberi sanksi (perusahaan lokal) jika ditemukan ada pelanggaran peraturan," ujar jurubicara kementerian Gatot S. Dewa Broto, dikutip the Jakarta Globe.
Sebagaimana diketahui, hari Senin (14/12), pihak kementerian memberikan penegasan terkait dengan rencana PT Abhimata Cipta Abadi yang akan menjalin kemitraan dengan Alvarion Ltd, perusahaan penyedia jasa telekomunikasi asal Israel yang dikenal sebagai penemu teknologi WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access).
PT Abhimata Citra Abadi sendiri merupakan perusahaan lokal yang bergerak di bidang pengadaan perangkat telekomunikasi dan networking system, yang kabarnya tengah mengajukan izin sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi berbasis WiMax dengan frekuensi 3,3 GHz, yang dimiliki Alvarion Ltd.
“Kami memang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, jadi bagaimana mungkin kami bisa menjalin kemitraan bisnis dengan mereka,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Depaetemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) Gatot S. Dewa Broto.
Menurut Gatot, dalam UU Telekomunikasi No 36 Tahun 1999 Pasal 21 juga disebutkan bahwa setiap penyelenggara telekomunikasi dilarang melakukan kegiatan usaha penyelenggaraan telekomunikasi yang bertentangan dengan kepentingan umum, kesusilaan, keamanan, atau ketertiban umum.
“Kalau kemitraan dengan perusahaan Israel itu jadi disepakati tentu saja melanggar isi Undang-Undang Telekomunikasi, khususnya Pasal 21 tersebut, karena ini menyangkut tentang keamanan negara,” tukasnya.
Lebih jauh mengenai proposal pengajuan izin sebagai penyelenggara jasa telekomunikasi berbasis WiMax dengan frekuensi 3,3 GHz yang diajukan oleh PT Abhimata Citra Abadi kepada Depkominfo, Gatot sendiri mengaku belum menerimanya. Dia juga menyangkal kalau PT Abhimata Citra Abadi termasuk dalam konsorsium atau perusahaan yang telah ditetapkan sebagai pemenang tender pengadaan WiMax di Indonesia.
Sebelumnya, Depkominfo sendiri telah menetapkan delapan peserta yang terdiri dari enam perusahaan dan dua konsorsium sebagai pemenang seleksi penyelenggaraan jaringan tetap lokal berbasis packed-switched yang menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHz. Kedelapan peserta tersebut adalah PT Telkom, PT Indosat Mega Media, PT Inter-nux, PT First Media, PT Jasnita Telekomindo, PT Berca Harda-yaperkasa, PT Rahajasa Media Internet atas nama Konsorsium Wimax Indonesia dan Konsor-sium PT Comtronics Systems dan PT Adiwarta Perdania. (hdytlh/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
harus tuh..hancurkan kepentingan israel di negara kt ini
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Dinilai Cari Untung, Maxima Kembali Pancing Amarah Muslim
- Software Murah Bantu Mujahidin Irak Cegat Predator AS
- Pernyataan Imarah Islam Afghanistan: Strategi Perang Amerika Dalam Ucapan Brown
- Militer AS Menambah Jumlah Pesawat Predatornya Di Afghanistan
- Korsel Sepelekan Ancaman Taliban Mengenai Pengiriman Pasukan Tambahan
- Microchip Kecil Jadikan Ponsel Murah
- Pasukan Koalisi Salibis Bangun Bungker Di Perbatasan Afghanistan-Pakistan
- Pakistan Enggan Tindak Haqqani, AS Dalam Bahaya
- FUI: Rencana Perampokan Uang Negara Melibatkan Para Elit di Negeri Ini
- Pemerintah Boneka Irak Tawarkan Uang Tuk Informasi Pabrik Bom
Berita Terbaru
- Beberapa Penduduk Gaza Terluka dalam Serangan Udara Terbaru Israel
- Biden : AS Tidak Memiliki Teman yang Lebih Baik Selain Israel
- Korsel : Perjalanan ke Moscow Membahayakan
- Serangan Mematikan Misil AS Kembali Memakan Korban Jiwa Dari Kalangan Sipil
- Mujahidin Afghan Akui Ledakkan Pangkalan NATO Di Khost
- Sertifikasi Halal LPPOM-MUI Standar Internasional
- Bali Sambut Obama, Jalan Berlubang Mendadak Ditambal
- Internet Heboh Bocoran Catatan Pejabat China
- Kunjungan Biden Tegaskan AS Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa Terhadap Israel
- Tentara Kafir Rusia Tewas dan Terluka dalam Serangan di Chechnya
Berita Terkait
- Beberapa Penduduk Gaza Terluka dalam Serangan Udara Terbaru Israel
- Biden : AS Tidak Memiliki Teman yang Lebih Baik Selain Israel
- Kunjungan Biden Tegaskan AS Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa Terhadap Israel
- Biden Yakinkan Israel Soal Komitmen AS
- Serangan Israel Batal Karena Bocor di Facebook
- Israel Tunda Rencana Pembangunan Taman Silwan
- Dalam Sehari, Zionis Israel Tangkap 19 Penduduk Palestina di Tepi Barat
- Kembali Berulang, Tank Zionis Tembak Penduduk Gaza
- Polisi Israel Dan Warga Yahudi Serbu Al Aqsa
- Mesir Ekspor Gas Terang-Terangan Ke Israel
. on 18/12/09 03:46 PM said:
Biasanya kalo ada berita yang menyudutkan israel, banyak yang menyanjung subjek yg menyudutkan israel. tp kok gak ada koment ttg berita ini?
Apa karena Menkominfo dipegang oleh PKS?