Dinilai Cari Untung, Maxima Kembali Pancing Amarah Muslim

Oleh Althaf pada Jum'at 18 Desember 2009, 05:50 AM

Print Recommend (0) Comment (5)

JAKARTA (Arrahmah.com) - Setelah gagal mengundang bintang porno asal Jepang Maria Ozawa atau Miyabi dalam film “Menculik Miyabi” beberapa waktu lalu, kini pihak Maxima Pictures mengulang lagi. Bahkan yang diundang adalah bintang porno yang di negerinya lebih ngetop ketimbang Miyabi, yakni Rin Sakuragi yang bermain dalam film “Suster Keramas”.

Rin Sakuragi bahkan telah merilis lebih dari 20 film porno dan sempat duduk di peringkat dua Chart Japanese AV.

KH. Anwar Ibrahim, Ketua Fatwa MUI Pusat ketika dimintai pendapat mengenai hal itu dia mengatakan, moral bangsa ini telah dicederai. Anwar pun berharap agar Maxima tidak melanjutkan memutar film porno itu dan tidak memanas-manasi situasi.

 “Janganlah hal itu terjadi. Sebab hal tersebut telah bertentangan dengan moral bangsa ini,” ujar Anwar kepada hidayatullah.com, Kamis (17/12) siang.

Dia menambahkan, moral bangsa ini jangan diperburuk lagi dengan film dan bintang porno seperti itu. Sebab, moral bangsa ini sudah buruk.

Anwar juga mengingatkan agar Maxima  dalam berkreasi tidak melulu mencari profit, tapi juga memperhatikan moral bangsa.

“Jangan hanya mencari keuntangan dengan mengorbankan moral bangsa,” tegas Anwar.

Dengan akan dirilisnya film tersebut, menurutnya, indikasi bahwa Lembaga Sensor Film (LFS) dan masyarakat sudah kurang kritis. Seharusnya bintang porno dan film tersebut tidak  tayang.

Dia pun berharap agar amar ma’ruf nahi mungkar diaktifkan lagi. “Agar akhlak bangsa ini terjaga, maka masyarakat harus melakukan amar ma’ruf nahi mungkar,” tegas Anwar.

Kritikan juga datang dari tokoh sineas, Chaerul Umam. Sutradara Ketika Cinta Bertasbih ini mengatakan, Maxima Pictures memang suka “berdagang” hal-hal yang berbau pornografi. Sebab dagangan pornografi dinilai menguntungkan.

Dia bergarap, meski ingin mencari untung, tapi jangan sampai merusak moral bangsa.

Sutradara kawakan ini meminta agar standar moral yang dipakai Maxima adalah moral bangsa, bukan standar syetan.

Anehnya, hingga kini belum ada gelombang protes dan demo dari umat Islam. Padahal, film “Suster Keramas” tersebut pada 31 Desember mendatang siap dirilis. (hdyt/arrahmah.com)

 

Berita Lainnya Tentang

Dinilai Cari Untung, Maxima Kembali Pancing Amarah Muslim

sponsored links

Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com

The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net

. on 18/12/09 06:26 AM said:

kemaksiatan itu kebiadaban krn abaikan perintah dan larangan Allaah, dan yg abaolam perintah & larangan Allaah adlh tdk beradab, alias biadab; manusia yg ngaku beradab di negri ini ternyata terang terangan upayakan ketidak beradaban, kebiadaban

Mujaheed on 18/12/09 06:58 AM said:

perusak moral. siapa yang memboncengi maxima ini?

. on 18/12/09 10:55 AM said:

saya kira Max ini pintar,disaat orang disibukan dng bank centuri dia ambil kesempatan !
Dimanakah tanggung jawab para pemimpin bangsat ini?

. on 18/12/09 12:57 PM said:

Tolak Abis…!!!jangan di kasih kesempatan yang kayak gitumah…bunuh aja bila perlu.

fathoni011 on 19/12/09 04:22 AM said:

hancurkan maxima..bunuh pemiknyaa!(tp knp ana bisanya cuman ngomong ya!!,tak tanya dulu keimanan ane)

Anda harus login untuk memberikan komentar



Auto-login on future visits

Show my name in the online users list

Forgot your password?