Pernyataan Imarah Islam Afghanistan: Strategi Perang Amerika Dalam Ucapan Brown
Oleh Althaf pada Jum'at 18 Desember 2009, 05:23 AM
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah dan Maha Pengasih,
Suatu hari, perdana menteri Inggris, Gordon Brown, muncul tiba-tiba di Kandahar selatan dalam sebuah konferensi pers. Dia mengatakan kepada para wartawan saat itu, bahwa Inggris mendukung strategi baru Amerika karena strategi itu ditujukan untuk melemahkan Taliban. Menurutnya, perlawanan di Afghanistan menurun dalam kurun waktu 18 bulan berikutnya dan pemerintahan Kabul akan mengambil alih tanggung jawab atas keamanan di negara ini.
Bersama Karzai, pimpinan rezim boneka di Kabul yang berdiri di sampingnya, Brown berpendapat tentang impian dan antek Karzai selalu mengiyakan hal tersebut. Namun, keduanya tanpa malu-malu mengabaikan fakta bahwa mereka telah dan sedang berperang habis-habisan, menggunakan berbagai macam siasat, taktik dan kebrutalan selama delapan tahun ini, namun usaha mati-matian itu tidak pernah memberikan keberhasilan apa-apa di tangan mereka. Sekarang, taktik, strategi, dan sifat kebinatangan apalagi yang dapat mereka gunakan selama 18 bulan mendatang yang akan memberi mereka kemenangan?
Seseorang mungkin bertanya: Tuan Brown, anda tidak akan mampu mendatangkan stabilitas hanya dengan berkonsentrasi pada satu provinsi (Helmand) dari 31 provinsi Afghanistan selama beberapa tahun terakhir meskipun anda menggunakan semua kekuatan ekonomi dan politik? Apakah anda sudah merasa mampu melemahkan dan memperlambat gelombang jihad dan patriotisme di Helmand? Apakah Inggris selama bertahun-tahun ini merasa telah mampu menggunakan teknologi terbaru dan kehadiran militer yang berjumlah sepuluh ribu tentara untuk memastikan kontrol penuh atas Afghanistan?
Apakah Inggris telah merancang kebodohannya yang bernilai 80 juta untuk melatih dan membiarkan tentaranya hidup di tanah Helmand - tanah yang patriotik dan penuh dengan orang-orang yang terhormat?
Beberapa bulan yang lalu, sembilan ribuan tentara Inggris, bergabung dengan tentara Amerika dan pasukan Afghanistan dengan jumlah yang sama, harus menyaksikan hasil pahit operasi militer mereka yng bernama Operasi Pedang dan Cakar Harimau. Mereka menggunakan semua kemampuan militer mereka di hampir setengah wilayah provinsi Helmand. Namun hasilnya di luar dugaan. Mereka harus menyediakan ribuan peti mati bagi pasukan mereka. Mereka tidak punya prestasi kecuali itu.
Dan saat ini, setelah sibuk melaksanakan akal bulus iblis yang adan gunakan di masa lalu, taktik apa lagi yang masih tersisa untuk Brown bicarakan? Mengharapkan bahwa pihaknya akan mampu mencapai kemenangan yang meyakinkan dalam 18 bulan mendatang?
Kami yakin, bahwa kebijakan, strategi dan peta perjalanan para penyerang itu tidak dapat diterima sama sekali oleh rakyat Afghanistan dan masyarakat dunia. Dengan mengumumkan strategi baru itu, para penguasa negara-negara penjajah ingin menaruh pengaruh dengan kekacauan dan aib mereka. Beberapa kali mereka mengumumkan strategi baru; beberapa kali mereka berjanji untuk menghapus kecacatan dalam pemerintah; beberapa kali mereka memberi kabar baik di Afghanistan dengan mengadakan konferensi pers di London, Paris, Jerman dan tempat-tempat lain.
Demikian pula, para politisi yang licik dan tidak berperasaan ini melakukan inspeksi mendadak melalu perjalanan politis ke Afghanistan. Tujuan di balik semua usaha dan aktivitas diplomatis ini adalah untuk menunjukkan kepada dunia bahwa mereka masih terfokus pada Afghanistan.
Tapi Brown harus memahami bahwa selama delapan tahun terakhir, rakyat Afghan telah menguji semua strategi, slogan dan simpati dari Barat dan Amerika. Beberapa hari lalu, puluhan warga sipil tewas akibat pemboman membabi buta pesawat Amerika di provinsi Laghman. Menurut laporan lain, brutal Amerika telah melepaskan anjing-anjing terlatih mereka untuk menggigit orang-orang saat mereka melakuka penggerebekan ke rumah-rumah di Khost, Paktika, Maidan Wardak, Ghazni dan Kandahar. Kemudian, yang paling menyedihkan, rakyat Afghan dibunuhi oleh penjajah itu dengan dipotong lehernya. Belum kering dalam ingatan Afghanistan mengenai peristiwa yang mengerikan ini, dan gambaran inilah yang memperlihatkan betapa ironisnya 'kepedulian' dan 'simpati' Amerika terhadap rakyat Afghanistan. Dan pastinya, rakyat Afghan pun tahu bagaimana menanggapi semua itu.
Imarah Islam Afghanistan
30 Dzulhijjah 1430 H, 17 Desember 2009
(althaf/tum/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
USA + NATO = Mati and road to jahanam
sadarlah rakyat indonesia yang terbaik buat negeri ini
bukan BARAT Tapi Islam
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Militer AS Menambah Jumlah Pesawat Predatornya Di Afghanistan
- Korsel Sepelekan Ancaman Taliban Mengenai Pengiriman Pasukan Tambahan
- Microchip Kecil Jadikan Ponsel Murah
- Pasukan Koalisi Salibis Bangun Bungker Di Perbatasan Afghanistan-Pakistan
- Pakistan Enggan Tindak Haqqani, AS Dalam Bahaya
- FUI: Rencana Perampokan Uang Negara Melibatkan Para Elit di Negeri Ini
- Pemerintah Boneka Irak Tawarkan Uang Tuk Informasi Pabrik Bom
- Tiga Polisi Irak Terluka dalam Serangan Bom Ranjau
- Polisi Irak Tewas Saat Melancarkan Operasi Penangkapan
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 15 dan 16 Desember 2009
Berita Terbaru
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
Berita Terkait
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Bentrokan Yerusalem Berkelanjutan, Pejabat AS Batal Ke Israel
fathoni011 on 19/12/09 04:26 AM said:
kafir itu licik pasti suatu hari nanti mrk gunakan bom 2 nuklir dan sejenisnya u segera memenangkan perang itu