Militer AS Menambah Jumlah Pesawat Predatornya Di Afghanistan
Oleh Althaf pada Kamis 17 Desember 2009, 10:12 AM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Di samping mengirimkan pasukan, militer AS pun mengirimkan sejumlah pesawat predator tanpa awak dan menyebarkan lebih banyak video mata-mata di Afghanistan untuk mempermudah operasi militernya di wilayah yang dilanda perang itu.
Menurut pejabat Angkatan Udara AS, Jenderal DAvid Deptula, pesawat itu akan menyempurnakan kinerja 30.000 pasukan yang rencananya akan dikirim ke Afghanistan tahun depan.
Deptula mengatakan masing-masing pesawat dilengkapi dengan 10 unit video transmisi dan mengirimkan informasi yang ditangkapnya ke 10 user yang berbeda.
Laporan ini muncul seiring dengan tekanan terus-menerus yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, agar Angkatan Udara AS menemukan cara untuk menyediakan informasi intelejen yang lebih baik bagi AS dan sekutu-sekutunya di Afghanistan.
Unit pertama pasukan yang ditugaskan Obama telah sampai di Afghanistan, seorang pejabat Pentagon menyatakan pada Rabu.
Obama telah meningkatkan serangan pesawat tanpa awak ke Afghanistan dan Pakistan, dan mengklaim bahwa serangan itu dilakukan semata-mata untuk menargetkan mujahidin Taliban dan Al Qaidah. Pada kenyataannya, warga sipillah yang selalu menjadi korban mereka, dan hal tersebut hanya membuat para penguasa di kedua negara (Afghanistan dan Pakistan) memberikan kecamannya, tanpa mengeluarkan tindakan apapun. (althaf/prtv/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Korsel Sepelekan Ancaman Taliban Mengenai Pengiriman Pasukan Tambahan
- Microchip Kecil Jadikan Ponsel Murah
- Pasukan Koalisi Salibis Bangun Bungker Di Perbatasan Afghanistan-Pakistan
- Pakistan Enggan Tindak Haqqani, AS Dalam Bahaya
- FUI: Rencana Perampokan Uang Negara Melibatkan Para Elit di Negeri Ini
- Pemerintah Boneka Irak Tawarkan Uang Tuk Informasi Pabrik Bom
- Tiga Polisi Irak Terluka dalam Serangan Bom Ranjau
- Polisi Irak Tewas Saat Melancarkan Operasi Penangkapan
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 15 dan 16 Desember 2009
- Bom Tewaskan 4 Polisi Boneka Afghan
Berita Terbaru
- Kakak Kandung Dulmatin Masih Ragukan Keterangan Polri
- Gates Tonton Pelatihan Militer Afghanistan
- 16 Pemuda Kashmir Tak Bersalah Ditangkap Polisi Musyrik India di Chennai
- Sidang M Jibriel : Jaksa Gunakan Pasal Karet
- Pemerintah AS Tidak Mengenal Anggota Al Qaeda yang Ditangkap di Pakistan
- Biden Yakinkan Israel Soal Komitmen AS
- Al-shabaab Nyatakan Siap Melawan AS
- Pemerintah: Namru Menjadi Agenda Kemitraan Strategis Indonesia-AS
- Jerman Mungkinkan Ponsel Membaca Gerakan Bibir
- Hezb-i-Islami Membelot, Membebek Pada Pemerintah Afghanistan
Berita Terkait
- Gates Tonton Pelatihan Militer Afghanistan
- Pemerintah AS Tidak Mengenal Anggota Al Qaeda yang Ditangkap di Pakistan
- Biden Yakinkan Israel Soal Komitmen AS
- Al-shabaab Nyatakan Siap Melawan AS
- Pemerintah: Namru Menjadi Agenda Kemitraan Strategis Indonesia-AS
- Hezb-i-Islami Membelot, Membebek Pada Pemerintah Afghanistan
- Serangan Bom Kembali Tewaskan Tentara Kafir NATO di Afghanistan
- Pejabat Pakistan : Yang Tertangkap di Pakistan Bukan Gadahn
- Predator AS Kembali Memakan Korban Sipil Pakistan, Lima Tewas
- Ledakan Bom Bunuh 15 dan Hancurkan Kantor Intelijen di Lahore
. on 17/12/09 11:24 AM said:
http://abuqital1.wordpress.com/2009/12/17/memahami-makna-diizinkannya-berperang/