Italia Cari Cara Untuk Tutup Facebook
Oleh Hanin Mazaya pada Selasa 15 Desember 2009, 03:23 PM
MILAN (Arrahmah.com) - Italia sedang mendiskusikan cara memblokir situs yang mendorong kekerasan. Langkah itu muncul setelah lebih dari 300 kelompok di Facebook menyerang PM Silvio Berlusconi.
"Kami akan mendiskusikan langkah-langkah untuk menutup semua halaman Web yang melanggar hukum di depan sidang kabinet 17 Desember," kata Menteri Dalam Negeri Roberto Maroni dalam sebuah konferensi pers di Milan.
Berlusconi kemarin dirawat di rumah sakit setelah menderita luka di wajah dan hidung patah akibat serangan di sebuah rapat umum politik di pusat kota Milan.
Polisi telah menahan Massimo Tartaglia (42) sehubungan dengan serangan itu. Dia telah menjalani perawatan psikiatris selama 10 tahun.
Beberapa jam setelah serangan itu, beberapa pengguna Facebook mendirikan kelompok mendukung Tartaglia dan menggunakan slogan-slogan seperti "Ayo Buat Tartaglia jadi Pahlawan."
Halaman fan Massimo telah dibuat di Facebook dan sejauh ini menarik lebih dari 62.000 anggota. Maroni, yang meminta Facebook untuk menutup forum mengatakan, blog yang memicu perilaku kriminal dapat mempengaruhi orang menjadi memiliki "masalah-masalah kesehatan mental."
Ini adalah kedua kalinya Italia meminta Facebook untuk menghapus kelompok yang menentang Berlusconi.
Sebuah kelompok "Mari Bunuh Berlusconi" telah menarik hampir 17.000 anggota pada Oktober.
Jurubicara Facebook Inc di Milan mengatakan perusahaan yang berbasis di Palo Alto California itu akan merilis sebuah pernyataan mengenai masalah itu.[inilahnews/arrahmah.com]
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Rumsfeld Menghindar Dari Kasus Penyiksaan Guantanamo
- Sikap Berlebihan Pembuatan Patung Obama di Menteng
- "CIA Dan GHQ Adalah Ancaman Serius Bagi Pakistan"
- Tentara Tambahan Didatangkan Setelah Pembobolan Penjara di Basilan, Philipina
- Tentara Musyrik India Kembali Bunuh Tiga Muslim Kashmir
- Dalam Dua Serangan, 16 Polisi Boneka Afghan Tewas
- Tentara Zionis Kembali Tangkap Pemuda Palestina
- Tentara Penjajah AS Bunuh Seorang Perempuan dan Lima Laki-laki di Laghman
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 13 Desember 2009
- AS Akan Perluas Serangan Misil Hingga Wilayah Kota di Pakistan
Berita Terbaru
- Beberapa Penduduk Gaza Terluka dalam Serangan Udara Terbaru Israel
- Biden : AS Tidak Memiliki Teman yang Lebih Baik Selain Israel
- Korsel : Perjalanan ke Moscow Membahayakan
- Serangan Mematikan Misil AS Kembali Memakan Korban Jiwa Dari Kalangan Sipil
- Mujahidin Afghan Akui Ledakkan Pangkalan NATO Di Khost
- Sertifikasi Halal LPPOM-MUI Standar Internasional
- Bali Sambut Obama, Jalan Berlubang Mendadak Ditambal
- Internet Heboh Bocoran Catatan Pejabat China
- Kunjungan Biden Tegaskan AS Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa Terhadap Israel
- Tentara Kafir Rusia Tewas dan Terluka dalam Serangan di Chechnya
Berita Terkait
- Serangan Israel Batal Karena Bocor di Facebook
- Pentagon Tak Lagi Paranoid dengan Facebook
- Ingin Aman? Jangan Posting Lokasi di FB
- Orang Tua di Gorontalo Mulai Waspadai Facebook
- Membungkam Artikel Facebook yang Menyudutkan Muslim Indonesia di Hong Kong
- Ulama Besar Mesir Haramkan Facebook
- Waspadalah, 2010 Virus Facebook Kian Marak
- MUI Situbondo Larang Berhubungan Dengan Facebook PKI
- Grup Fans Perempuan Penyerang Paus Dikecam?
- Grup Turunkan Patung Obama Disusupi Spam
. on 16/12/09 02:24 PM said:
perdana menteri yg diduga korup dan terlibat skandal seks dgn WTS kok dibela-bela sih??