Rumsfeld Menghindar Dari Kasus Penyiksaan Guantanamo
Oleh Althaf pada Selasa 15 Desember 2009, 03:20 PM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Mantan Menteri Pertahanan AS, Donald Rumsfeld, telah menghindar dari kasus penyiksaan setelah Mahkamah Agung menolak banding yang diajukan mantan tahanan Teluk Guantanamo.
Mahkamah Agung mengatakan pada hari Senin (14/12) bahwa ia tidak akan mendengar banding yang dibawa oleh para tahanan yang mengklaim bahwa diri mereka disiksa.
Keempat laki-laki asal Inggris itu ditangkap di Afghanistan setelah serangan 11 September 2001 dan dipindahkan ke Guantanamo. Mereka dibebaskan tanpa tuduhan pada tahun 2004.
Keempat orang itu menyalahkan Rumsfeld dan 10 komandan militer berpangkat tinggi lainnya atas penyiksaan yang menimpa mereka.
Menurut gugatan itu, dalam satu contoh perlakuan buruk AS, seorang penjaga penjara melemparkan Al-Quran ke dalam toilet. Mereka menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran atas hak beragama yang seharusnya dilindungi oleh hukum dan Konstitusi Amerika Serikat.
"Penyiksaan dan penghinaan agama para tahanan Muslim di Guantanamo merupakan episode paling memalukan dalam sejarah kita," kata pengacara para mantan tahanan itu.
Mereka terus mendesak hakim untuk membawa kasus mereka sebagai salah satu langkah yang secara tidak langsung memperlihatkan otoritas moral bangsa dan hukum-hukumn Amerika.
Mahkamah Agung satu tahun yang lalu mengirim kasus tersebut ke pengadilan banding untuk dipertimbangan lebih lanjut mengingat putusan pengadilan tinggi bahwa tahanan Guantanamo pun memiliki hak hukum.
Namun, pengadilan banding untuk kedua kalinya menolak gugatan. Menurut pengadilan, tuntutan para tahanan itu tidak memiliki dasar hukum (karena pengadilan Amerika tidak pernah mau menerima argumentasi "agama" dalam pembahasan sidang mereka), dan selain itu para pejabat Pentagon memiliki hak kekebalan hukum. (althaf/prtv/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Sikap Berlebihan Pembuatan Patung Obama di Menteng
- "CIA Dan GHQ Adalah Ancaman Serius Bagi Pakistan"
- Tentara Tambahan Didatangkan Setelah Pembobolan Penjara di Basilan, Philipina
- Tentara Musyrik India Kembali Bunuh Tiga Muslim Kashmir
- Dalam Dua Serangan, 16 Polisi Boneka Afghan Tewas
- Tentara Zionis Kembali Tangkap Pemuda Palestina
- Tentara Penjajah AS Bunuh Seorang Perempuan dan Lima Laki-laki di Laghman
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 13 Desember 2009
- AS Akan Perluas Serangan Misil Hingga Wilayah Kota di Pakistan
- Petraeus Kembali Desak Pakistan Tindak Serius Taliban
Berita Terbaru
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
- Provokasi Anti-Islam Tak Henti Dihembuskan Media Barat
Berita Terkait
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Bentrokan Yerusalem Berkelanjutan, Pejabat AS Batal Ke Israel
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
. on 16/12/09 02:29 PM said:
siapapun yg terlibat dlm melakukan penyiksaan tahanan itu, mudah2an kepadanya dan keluarganya diberikan azab yg menghinakan..