Tawanan Palestina Semakin Teraniaya Di Dalam Penjara Israel

Oleh Althaf pada Ahad 13 Desember 2009, 06:09 AM

Print Recommend (0) Comment (1)

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Sejumlah rabi Israel mengeluarkan 'fatwa' bahwa semua tahanan Palestina harus dibunuh di tempat jika tentara Israel yang ditangkap HAMAS diketahui terbunuh.

"Jika Gilad Shalit dieksekusi atau tidak dikembalikan dalam keadaan selamat, maka tahanan Palestina akan dieksekusi segera," sebagaimana putusan yang dikelurkan oleh organisasi rabbi sayap kanan, Sandhedrin.

Para rabi bahkan menyarankan agar Israel menangkap tokoh-tokoh Palestina, termasuk menteri, perdana menteri, dan siapa pun yang terkait dengan kepemimpinan musuh, sebagai bagian dari upaya untuk membawa Shalit pulang.

Shalit ditangkap dalam operasi lintas batas oleh Hamas pada tahun 2006. Hamas menuntut pembebasan 1.000 orang Palestina yang dipenjarakan di Israel sebagai imbalan bagi pembebasan tentara Israel itu.

Belum ada kesepakatan yang tercapai antara Hamas dan Tel Aviv. Rabi Israel adalah pihak yang terus-menerus memainkan peran dalam menghalangi kesepakatan pertukaran tersebut.

"Untuk menghindari kerugian dan bencana lainnya yang lebih besar, setiap upaya harus diambil untuk segera menyelamatkan Shalit dengan menggunakan kehidupan pembunuh teroris yang kita tawan sebagai sandera," kata para rabi. (althaf/prtv/arrahmah.com)

Tawanan Palestina Semakin Teraniaya Di Dalam Penjara Israel

sponsored links

Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com

The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net

. on 16/12/09 02:19 PM said:

kalau sampai terjadi, maka HALAL juga darah para rabi dimanapun juga. ini menjadi berita bagi Mujahidin Anshae Islam di Indonesia, persiapan bagi kalian untuk memenggal kepala rabi di sinagog di seluruh Indonesia.

Anda harus login untuk memberikan komentar



Auto-login on future visits

Show my name in the online users list

Forgot your password?