Murdoch: Google Rugikan Perusahaan Media
Oleh Althaf pada Rabu 02 Desember 2009, 02:45 PM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Konglomerat bisnis media massa, Rupert Murdoch, merasa optimistis akan masa depan jurnalisme seiring dengan berkembangnya teknologi internet. Namun, dia mengingatkan bahwa para konsumen tidak akan bisa lagi mengakses berita dari internet secara cuma-cuma, apalagi berita yang eksklusif dan mengeluarkan biaya yang mahal.
Demikian menurut Murdoch saat berbicara dalam forum yang diselenggarakan Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (AS) di Washington DC, Selasa (1/12). "Ada pihak-pihak yang berpikir bahwa mereka berhak untuk mengambil berita dari media-media kami dan menggunakannya untuk kepentingan mereka sendiri tanpa menyumbang sepeser pun dalam penyusunan berita," kata Murdoch seperti yang dikutip harian The Los Angeles Times.
"Beberapa pihak ada yang menulis ulang - bahkan ada yang tanpa penyebutan sumber - berita-berita yang kami peroleh secara mahal dari para jurnalis ternama yang mencurahkan waktu selama berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan untuk menulis artikel-artikel mereka," lanjut Murdoch.
Dia pantas kesal. Pasalnya perusahaan yang dia miliki News Corp - yang menaungi sejumlah media besar di manca negara, baik cetak maupun elektronik - sering mendeteksi pihak-pihak yang mencatut berita-berita yang dihasilkan media milik Murdoch tanpa membayar atau menghargai hak cipta.
Pola itu semakin terlihat di tengah berkembangnya media internet (online). Maka, Murdoch pun menyayangkan sikap laman-laman pencari informasi gratis seperti Google, yang membantu pihak-pihak yang mencatut berita-berita karya anak-anak perusahaan News Corp.
Bagi Murdoch, Google bukanlah cara cepat bagi para pembaca untuk mendapatkan berita-berita yang mereka cari. Sebaliknya, laman pencari informasi terfavorit itu dipandang Murdoch sebagai oportunis digital yang mengambil keuntungan dari data (content) yang tidak mereka buat. (viva/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Ditemukan, Gudang Senjata Blackwater Di Islamabad
- Remaja Afghan Ungkap Kekejian Penjara Militer AS Di Bagram
- Sharif Kunjungi Pangkalan Militer Tentaranya Di Mogadishu Selatan
- Empat Tentara Musyrik India Tewas dalam Serangan Bom
- Strategi Baru Obama di Afghanistan: Kirim Lebih Banyak Tentara untuk Bisa Segera Pulang
- Obama Sesumbar Afghanistan Tidak Akan Seperti Vietnam
- Psikolog: Musik dan Pornografi Pintu Terjangkitnya AIDS
- Tank-tank Israel Kembali Targetkan Rumah-rumah Penduduk di Gaza
- Di Bulan November, Tentara Musyrik India Bunuh 28 Muslim Kashmir
- Ringkasan Operasi Militer Mujahidin Afghanistan 1 Desember 2009
Berita Terbaru
- Pakistan Bombardir “Posisi Taliban”?
- Israel Perintahkan Tuk Hancurkan Masjid di Nablus
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
- Hugo Chavez Mulai Geram dengan Internet
- PKS Dukung Kunjungan Obama???
- Menag: Pesantren Jadi Benteng Anti Terorisme (?)
- Mesir Batalkan Peresmian Sinagog Yahudi Di Kairo
- Insiden Kandahar Peringatan Bagi NATO
- Obama & Medvedev Sepakat Tandatangani Transaksi Nuklir Segera
- Tujuh Kapal Perang Amankan Kunjungan Obama
Berita Terkait
- Hugo Chavez Mulai Geram dengan Internet
- Internet Heboh Bocoran Catatan Pejabat China
- WiMAX Diprediksi Lambat Berkembang di RI
- Google Dituding Curangi Eropa
- Dituduh Serang Google, Sekolah China Tersinggung
- ‘Gogole’ Dongkrak Pendapatan Google
- Google Suntikkan Wikipedia Rp 18 Miliar
- Bos Google Curhat Soal Sengketa dengan China
- Tiruan Google Muncul di China
- Kazakhstan Blokir 14 Situs Internet