Obama Putuskan Kebijakan Perang Afghanistannya Hari Ini
Oleh Althaf pada Selasa 01 Desember 2009, 09:04 AM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Administrasi Obama kelabakan atas desakan komandannya mengenai dua kali lipat penambahan tentara AS di Afghanistan. Keraguan ini diklaim merupakan skeptisisme Gedung Putih atas pemerintah Afghanistan.
Di hadapan Akademi Militer AS di West Point pada hari Selasa (1/12), Barack Obama akan mengumumkan bahwa pihaknya akan mengirim sekitar 30.000 pasukan tambahan Amerika ke Afghanistan di luar angka 21.000 yang ia kirimkan pada masa awal pemerintahannya. Sehingga total pasukan AS akan mencapai 100.000 orang, jumlah pasukan terbanyak sejak invasinya ke Afghanistan pada tahun 2001 yang menggulingkan pemerintahan Taliban.
Pembahasan hal ini telah menyebabkan perdebatan yang cukup sengit antara kubu Republik yang pro penambahan pasukan dengan kubu Demokrat yang anti perang.
Dalam wawancara telepon dari Afghanistan, salah satu anggota kubu Republik, Tom Price, yang mengamini permintaan McChrystal untuk melipatgandakan pasukan, mengatakan bahwa pihaknya merasa skeptis jika sikap yang setengah-setengah dari pemerintahnya dilakukan hanya untuk menyenangkan kedua belah pihak.
"Jika apa yang anda coba lakukan adalah untuk menyenangkan semua orang, maka mungkin hal itu tidak masuk akal," katanya.
Tapi tampaknya pemerintah AS disinyalir akan menolak permintaa Jenderal McChrystal. AS lebih condong pada rencana alternatif untuk menambah pasukannya di Afghanistan, namun jumlah pasukan yang dikirimnya akan jauh lebih kecil daripada yang diinginkannya McChrystal.
Obama kemungkinan besar akan merbicarakan tentang pasukan ini pada Selasa.
"Presiden memiliki pandangan yang realistis tentang bagaimana pasukannya dapat memperoleh keberhasilan, dan hal itulah yang telah membantunya membuat keputusan," kata seorang pejabat tinggi administrasi AS pada Minggu (29/11). (althaf/fox/ansr/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Inggris Akan Kirim Pasukan Tambahan Ke Afghanistan Desember Ini
- Serangan Bom Tewaskan Pemimpin Anti-Taliban
- Pengalamanku Bertemu Syekh Usamah bin Ladin
- "Muslim Tak Akan Dihargai Sebelum Memiliki Negara Sendiri"
- Pesan Hari Raya Idul Adha Dari Mujahidin Taliban
- Microsoft Bayar Berita, Murdoch Blok Google
- Judicial Review Agenda Liberalisme Agama
- Masood: Pakistan Yakin Taliban Akan Dan Harus Kalah
- Intelejen Inggris Siksa Muslim Pakistan
- Pentagon Siapkan 34.000 Pasukan Untuk Afghanistan
Berita Terbaru
- Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
- Seorang Tentara India Tewas, Dua Terluka Dalam Serangan Sopore, Kashmir
- Diskriminasi Agama, Agen Swedia Diseret Ke Pengadilan
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Perang Tablet PC Kian Memanas
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Solusi Ba’asyir Agar Presiden Tidak Di’kerbau’kan Pendemo
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
- 30 Persen Utang Indonesia Berupa Pinjaman Mengikat
- Lagi, Dua Tentara Kafir dan Seorang Penerjemah Tewas di Afghanistan
Berita Terkait
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
- Lagi, Dua Tentara Kafir dan Seorang Penerjemah Tewas di Afghanistan
- NATO Menyeru Mujahidin Imarah Islam Afghanistan Untuk Menyerah?
- Keputusan Hukum Aafia Siddiqui Memicu Lebih Banyak Aksi Anti-AS
- Demi Keamanan, NATO Mesti Lebarkan Sayap Intervensinya Di Dunia Internasional
- McChrystal: Operasi Afganistan Mendatang Akan Integrasikan operasi Militer Dan Upaya-upaya Sipil
- Desak Terus Rekonsiliasi Damai, AS Berdalih Sangkal Kontak Isu Yang Digembar-gemborkannya Sendiri
- Imarah Islam Afghanistan Gunakan Bom Modern Anti-deteksi
fathoni011 on 02/12/09 09:54 AM said:
Kafilah membentak,anjing(baca obama) tetap berlalu