Pesan Hari Raya Idul Adha Dari Mujahidin Taliban
Oleh Althaf pada Kamis 26 November 2009, 10:35 AM
KABUL (Arrahmah.com) - Pemimpin mujahidin Taliban mengeluarkan pesan hari raya Muslim pada Rabu (25/11) yang isinya menyerukan rakyat Afghan untuk memutuskan hubungan dengan pemerintah yang tidak lain adalah antek orang-orang kafir.
Pesan Mullah Omar menjelang Idul Adha ini muncul seminggu setelah Presiden Hamid Karzai mencoba 'menarik hati' Taliban dalam pidato pelantikannya yang berisi urgensi memasukkan anggota Taliban yang siap meninggalkan terorisme ke dalam pemerintahan.
Mujahidin Taliban dengan cepat menolak hal tersebut, dan mengulangi penolakannya untuk bernegosiasi dengan pemerintah Karzai atau berpartisipasi dalam administrasi boneka thaghut.
"Saya harap anda akan terus melanjutkan jihad yang sah dan berjuang untuk mewujudkan Islam ... dan memutuskan semua hubungan dengan kaki tangan pemerintah Kabul," kata Omar dalam pesan yang diposting di situs yang biasa digunakan Taliban.
Mullah Omar pun mengatakan tidak akan pernah ada perundingan apapun yang akan memperpanjang atau mengesahkan kehadiran pasukan asing di negara itu.
"Mereka yang telah menduduki negeri kami dan menculik orang-orang kami sebagai sandera, ingin menggunakan siasat negosiasi seperti halnya drama pemilihan beberapa waktu yang tidak lain dilakukan dalam rangka mencapai tujuan-tujuan kolonialisme mereka," katanya.
"Namun demikian, rakyat Afghanistan tidak akan pernah setuju untuk memperpanjang dan juga bernegosiasi dalam rangka mengesahkan kehadiran para penjajah.
Ketidakhadiran Mullah Omar yang terbilang cukup lama, telah menyebabkan para pejabat munafik Afghanistan berpendapat bahwa ia bersembunyi di Pakistan.
Mullah Omar bersikeras bahwa mujahidin telah menggenggam peperangan dan tengah memenangkannya.
"Realita lapangan di negeri kami tercinta menunjukkan bahwa para penjajah itu hendak melarikan diri," katanya.
Presiden Barack Obama telah mempertimbangkan rencana untuk mengirim puluhan ribu tentara tambahan AS ke Afghanistan, dan pejabat militer AS mengharapkan penambahan sekitar 32.000 menjadi 35.000 tentara untuk memulai operasi pada bulan Februari atau Maret. Jumlah ini akan menjadi penambahan terbanyak dari pasukan asing sejak awal perang tahun 2001.
Dalam pernyataannya, Mullah Omar menyerukan mujahidin untuk terus berjuang melawan pemerintah dan sekutunya, namun mendesak mereka untuk menghindari kematian warga sipil.
Selama ini, pemerintah serta media pro-Barat selalu menyalahkan Taliban atas kematian warga sipil, meskipun pada kenyataannya yang biasa melakukan kekejian tersebut adalah pasukan AS dan NATO.
Seperti biasa, dalam setiap pernyataan, Mullah Omar selalu mengulangi bahwa perang di Afghanistan merupakan sebuah upaya Barat untuk melemahkan Islam.
"Amerika dan sekutu-sekutunya telah membuat rencana terang-terangan maupun yang tersembunyi untuk mengacaukan dunia Islam dan memprovokasi perbedaan di negara-negara Islam," kata Omar. (althaf/ansr/tum/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
trus berjuang
Hanya engkaulah yang patut diteladani…. hanya engkau yang berwibawa….. di masa sekarang ini…. bukan sby, bukan pancasial, bukan soekarno, bukan merah putih, apalagi uud90/2
Mereka hidup utk islam, matipun utk islam..ndak spt jamarto/lukman boaboh/hallo/kamen yg sama2 koplaknya..
Allah Akbaaarr!!!!!!!!!!!!!!!!!
SEMANGAT BERKORBAN NABI IBRAHIM YANG LURUS!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Hidup Taliban!!!!!
ALLAHU AKBAR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
ALLAHU AKBAR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
ALLAHU AKBAR!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Allahu akbar!! hancurkan thoghut dan kuffar!! Allahu akbarr!!
they are the chosen people who fight for brighter ISLAM. And I pray for them: may ALLAH protect them from the kafirun and give them the strenghest power to win all the war ALLAHU AKBAR!.
Allohumansur mujahidina fii Afgant….
Thaliban is the best of the best…....bangeeeeet
Khilafah adalah solusi kejayaan ummat.
Insya Allah Taliban akan menuju kesana. Allohu Akbar
Taliban adlh bermanhaj salafussholeh sejati
imarah islam afghan keep away your strength power and tactical to creat a disaster for fucking colonial AS…
ومكروا مكر الله والله خير الماكرين
Saatnya kita bersatu ! lupakan semangat golongan, kelompok ! hanya satu Gerakan Islam, Ukhuwah Islamiyah !
Semakin hari semakin jelas gerakan musuh Islam
1. Rakyat Somalia “diusik” setelah pemerintahan mereka, Somalia, sepakat untuk menjalankan pemerintahan Islam
2. Rakyat Palestina “diusik” setelah rakyat sepakat memberikan suara mayoritas pada Hamas dalam pemilu terakhir.
3. Sebuah analisa bahwa kejatuhan Suharto (semula “good boy” Amerika) karena ada kemungkinan jika kekuasaan Suharto “diperpanjang” maka akan terjadi kebangkitan Islam di Indonesia.
Amerika mulai “terusik” oleh kelakuan Suharto, diawali pada tahun 1992, Gerakan Non Blok putuskan untuk mengirim utusan Palestina ke negara-negara Arab adalah untuk langsung terlibat dalam negosiasi-negosiasi yang mendukung usaha Palestina
memperoleh haknya kembali yang mana keputusan yang diambil oleh Ketua GNB - Presiden Soeharto mendapat dukungan dari Menlu Palestina Farouk Kaddoomi seusai sidang Komite Palestina GNB di Bali
yang dalam hal ini menurutnya keputusan tersebut menunjukkan dukungan Gerakan Non Blok kepada rakyat Palestina dalam memperoleh haknya kembali dan akan berusaha membuat warga Israel mundur dari kawasan yang diduduki
Komite Palestina GNB terdiri dari Aljazair, India, Bangladesh, Senegal, Gambia, Zimbabwe, Palestina dan Indonesia, komisi GNB untuk Palestina diketuai oleh Indonesia.
Saat ini kita belum dapat berharap banyak kepada pimpinan saat ini (SBY) untuk kemajuan Islam. Sebagai contoh Jelas terlihat pemerintah saat ini membiarkan aliran sesat seperti Liberalisme Agama walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa.
Berita terkini bisa kita lihat, http://www.arrahmah.com/index.php/news/read/6138/judicial-review-agenda-liberalisme-agama Pemerintah berlindung kepada kebebasan pendapat / beragama.
Terlebih lagi SBY pernah mengatakan “I love the United State, with all its faults. I consider it my second country” ? http://english.aljazeera.net/archive/2004/07/20084913557888718.html Sulit diharapkan jika beliau memang berteman.
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Microsoft Bayar Berita, Murdoch Blok Google
- Judicial Review Agenda Liberalisme Agama
- Masood: Pakistan Yakin Taliban Akan Dan Harus Kalah
- Intelejen Inggris Siksa Muslim Pakistan
- Pentagon Siapkan 34.000 Pasukan Untuk Afghanistan
- Kenaikan Tarif Listrik Masuk Skenario Depkeu
- Obama Ucapkan Selamat Menyambut Hari Idul Adha
- Pakistan Luncurkan Serangan Ofensif Khyber
- Jumlah Korban Tewas Pembantaian Politik Filipina Bertambah
- God Father Spam Dijatuhi Hukuman
Berita Terbaru
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
- Provokasi Anti-Islam Tak Henti Dihembuskan Media Barat
Berita Terkait
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Serangan Roket Tewaskan Seorang Tentara di Basis NATO
- Pakistan Bombardir “Posisi Taliban”?
- Insiden Kandahar Peringatan Bagi NATO
- Pemerintah Provinsi Kandahar Minta Pasukan Ditambah Demi ‘Keamanan’
- Afghanistan Dan Pakistan Siap Melawan Terorisme Bersama-sama
- Obama Adakan Pertemuan Perang Afghanistan
- Lagi, Tentara AS Akhiri Hidup Di Afghanistan
- Putin: ‘Kelompok-Kelompok Teror’ Di Pakistan Dan Afghanistan Mengkhawatir Dunia
. on 26/11/09 11:49 AM said:
long life a king…long life Islam..long life taliban..