Microsoft Bayar Berita, Murdoch Blok Google
Oleh Althaf pada Kamis 26 November 2009, 08:10 AM
JAKARTA (Arrahmah.com) - Setelah mengancam bakal memblokir Google untuk mengakses konten-konten berita milik imperium medianya, News Corp, Rupert Murdoch kabarnya juga telah melakukan pembicaraan dengan Microsoft demi memuluskan rencananya itu.
Menurut situs Financial Times, News Corp dan Microsoft kini tengah berdiskusi menjajaki rencana mereka menghilangkan indeks link berita-berita milik News Corp di mesin telusur Google, untuk mendapat bayaran ketika dimunculkan di mesin pencari milik Microsoft: Bing.
Pertemuan ini sendiri diprakarsai oleh News Corp, setelah mengetahui bahwa Microsoft sedang mendekati beberapa publisher online besar, agar mereka menghilangkan indeks link-link mereka dari Google.
Salah satu publisher website yang didekati Microsoft, mengatakan bahwa Microsoft menawarkan sebuah opsi di mana Microsoft bisa memberikan 'harga yang tinggi' bila mereka bersedia untuk mengindekskan link-link konten mereka ke Yahoo. "Ini dilakukan Yahoo untuk memotong margin Google," kata sumber publisher itu kepada Financial Times.
Dalam hal ini, baik News Corp maupun Microsoft memang menemukan musuh bersama mereka, yakni Google. Rupert Murdoch, Chairman News Corp, telah mengungkap niatnya mencari cara untuk mencegah Google 'mencuri berita' yang dipublikasikan di medianya.
Sementara Microsoft, selama ini juga sudah hampir frustrasi mencari cara mengejar ketertinggalan mesin pencarinya dari Google.
Setelah menghabiskan sekitar lima tahun dan rugi jutaan dolar, Chief Executive Steve Ballmer meluncurkan mesin pencari Bing Juli lalu, sebagai salah satu ambisi barunya menjadi saingan serius Google dalam hal mesin pencari.
Selain itu, model bisnis baru yang ditawarkan Microsoft, merupakan kabar baik bagi industri media cetak, yang hingga kini masih belum menemukan model bisnis online yang bisa diandalkan, di tengah terus menurunnya keuntungan iklan dan percetakan mereka.
Sementara Matt Brittin, Director Google Inggris, malah sempat mengatakan bahwa tak begitu membutuhkan konten berita untuk bertahan hidup. "Secara ekonomis, berita bukan bagian besar dari cara kami mendapatkan keuntungan," kata Matt kepada Society of Editors Conference. (viva/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Judicial Review Agenda Liberalisme Agama
- Masood: Pakistan Yakin Taliban Akan Dan Harus Kalah
- Intelejen Inggris Siksa Muslim Pakistan
- Pentagon Siapkan 34.000 Pasukan Untuk Afghanistan
- Kenaikan Tarif Listrik Masuk Skenario Depkeu
- Obama Ucapkan Selamat Menyambut Hari Idul Adha
- Pakistan Luncurkan Serangan Ofensif Khyber
- Jumlah Korban Tewas Pembantaian Politik Filipina Bertambah
- God Father Spam Dijatuhi Hukuman
- Kendaraan NATO Dibakar di Jafarabad
Berita Terbaru
- Tentara Israel Ringkus Lima Bocah Palestina
- Indonesia di ‘Daftar Hitam’, Pemerintah Diminta Tegas?
- Virus Lokal Seret Nama Antivirus
- Militer Israel Konfirmasi Serangan Udara Ke Gaza
- Aksi Penjajahan NATO Di Kandahar Pun Dimulai
- Hubungan AS-Pakistan Bukan Hanya Soal Keamanan
- Dua Penduduk Palestina Terluka Akibat Bombardir Israel di Jalur Gaza
- SBY Diminta Amalkan Surat Al Mumtahanah:9
- NATO Berencana Gelar Operasi Besar di Utara Afghanistan
- Serangan Bom Ranjau di Afghanistan Semakin Mematikan
Berita Terkait
- Google Dituding Curangi Eropa
- Dituduh Serang Google, Sekolah China Tersinggung
- ‘Gogole’ Dongkrak Pendapatan Google
- Google Suntikkan Wikipedia Rp 18 Miliar
- Bos Google Curhat Soal Sengketa dengan China
- Microsoft Selidiki ‘Luka’ Baru Internet Explorer
- Tiruan Google Muncul di China
- China Tak Takut Ancaman Google
- Pornografi-Penipuan Ancam Keamanan Internet
- Google Bantah Lebih Utamakan Islam
. on 26/11/09 09:22 AM said:
ckckckck..lama2 makin menumpuk yah image jelek microsoft..