Intelejen Inggris Siksa Muslim Pakistan
Oleh Althaf pada Kamis 26 November 2009, 08:02 AM
LONDON (Arrahmah.com) - Inggris diminta untuk segera menyiapkan penyelidikan tuduhan terhadap agennya yang terlibat dalam penyiksaan muslim yang diduga 'ekstremis' di Pakistan, sebuah kelompok hak asasi manusia mengatakan pada Selasa (24/11).
Human Rights Watch dalam sebuah laporan terbaru yang mengutip dua sumber pemerintah Inggris serta pejabat militer Pakistan yang tidak ingin disebutkan namanya, memverifikasi klaimnya mengenai tuduhan perlakuan buruk dari lima anggota agen intelejen Inggris terhadap muslim asal Pakistan antara 2004 dan 2007.
"Intelijen dan penegak hukum Inggris melakukan kolusi dan menutup mata terhadap fakta penyiksaan tersangka terorisme di Pakistan," kata peneliti HRW, Ali Dayan Hasan, penulis laporan ini.
"Para pejabat Inggris mengetahui bahwa badan-badan intelijen Pakistan yang secara rutin menggunakan penyiksaan, menyadari kasus-kasus tertentu dan tidak campur tangan." Ada beberapa dugaan yang mengatakan bahwa tahanan itu dipukuli, dirantai dan disuntik dengan obat-obatan.
Laporan tersebut menyebabkan semakin meningkatnya permintaan untuk menyelidiki klaim serupa di Inggris.
Gabungan parlemen telah memilih komite hak asasi manusia pada Agustus yang menyerukan penyelidikan independen atas klaim keterlibatan Inggris dalam penyiksaan tersebut.
Polisi Inggris sedang menyelidiki klaim dari Binyam Mohamed, seorang mantan tahanan Guantanamo, yang mengatakan bahwa mengalami penyiksaan seperti penyiksaan pada abad pertengahan di Pakistan, Maroko dan Afghanistan, dan dinas keamanan MI5 terlibat dalam penyiksaan terhadapnya.
Organisasi perempuan MI6 juga sedang diselidiki atas kasus yang terpisah.
Sebagai tanggapan terhadap laporan HRW, Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan bahwa tidak ada kebenaran dalam klaim yang seolah menuduh bahwa kekerasan itu merupakan kebijakan Inggris dan menolak pihaknya melakukan kolusi atau bahkan secara langsung berpartisipasi dalam penyiksaan tahanan.
"Tuduhan-tuduhan semacam itu bukan hal baru dan kami telah menanggapi mereka di parlemen. Beberapa kasus tersebut telah dipertimbangkan dan ditolak oleh pengadilan Inggris," kata juru bicara Kementrian. (althaf/afp/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Mrk adlah hewan meski wujudnya manusia
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Pentagon Siapkan 34.000 Pasukan Untuk Afghanistan
- Kenaikan Tarif Listrik Masuk Skenario Depkeu
- Obama Ucapkan Selamat Menyambut Hari Idul Adha
- Pakistan Luncurkan Serangan Ofensif Khyber
- Jumlah Korban Tewas Pembantaian Politik Filipina Bertambah
- God Father Spam Dijatuhi Hukuman
- Kendaraan NATO Dibakar di Jafarabad
- Blackwater Lancarkan 'Perang' Rahasia Di Pakistan
- Muhammadiyah: Bangsa Indonesia Masih Terpuruk
- Syekh Aweys: "Kami Minta Maaf Atas Pertempuran di Somalia Selatan"
Berita Terbaru
- Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
- Seorang Tentara India Tewas, Dua Terluka Dalam Serangan Sopore, Kashmir
- Diskriminasi Agama, Agen Swedia Diseret Ke Pengadilan
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Perang Tablet PC Kian Memanas
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Solusi Ba’asyir Agar Presiden Tidak Di’kerbau’kan Pendemo
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
- 30 Persen Utang Indonesia Berupa Pinjaman Mengikat
- Lagi, Dua Tentara Kafir dan Seorang Penerjemah Tewas di Afghanistan
Berita Terkait
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Keputusan Hukum Aafia Siddiqui Memicu Lebih Banyak Aksi Anti-AS
- Ledakan Hantam Kota Quetta, Baluchistan
- Konflik India-Pakistan, Dilema AS
- Pakistan Siap Bantu Perdamaian Afghanistan
- AS Percaya Diri Bahwa Pemimpin Taliban Pakistan Telah Meninggal
- Mujahidin Kembali Serang Tangki Oli NATO di Pakistan
- Serangan Bom Bunuh Tiga Tentara Kafir AS di Dekat Tempat Pelatihan Militer di Pakistan
- Tiga Karyawan USAID Tewas Dalam Ledakan Di Peshawar
- AS ‘Bersumpah’ Selidiki Tuduhan Kekerasan Yang Menimpa Lima Tahanan Amerika Di Pakistan
. on 26/11/09 10:27 AM said:
Kafir tak penah jujur kalau berhadapan dengan umat islam, pengecut.