Muhammadiyah: Bangsa Indonesia Masih Terpuruk

Oleh Althaf pada Rabu 25 November 2009, 09:27 AM

Print Recommend (0) Comment (11)

JAKARTA (Arrahmah.com) - Kondisi Bangsa Indonesia saat ini masih terpuruk. Pandangan itu disampaikan Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam peringatan hari lahir Muhammadiyah.

Din menuturkan, Indonesia belum bisa maju dan tampil setara dengan bangsa lain. "Kita masih terpuruk," kata Din di Kantor PP Muhammadiyah di jalan Menteng Raya nomor 62 Jakarta, Selasa (24/11).
 
Padahal, lanjutnya, Indonesia memiliki potensi yang besar. Potensi itu di antaranya bagaimana posisi geografis negara yang bersilangan, penduduk yang termasuk kelompok terbesar, jumlah penduduk yang bersuku bangsa dan potensi sumber daya alam yang melimpah.
 
Untuk itulah, Muhammdiyah mengajukan kesemua elemen bangsa juga partai politik sebuah nasakah revitalisasi visi dan karakter bangsa. Naskah ini merupakan amanat sidang tanwir Muhammadiyah pada Maret lalu yang dibuka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan ditutup Wakil Presiden Yusuf Kalla.
 
"Kami sudah menyampaikan nasakah ini ke Presiden dan diusulkan menjadi bagian dalam pembangunan Indonesia lima tahun ke depan," kata Din.
 
Muhammadiyah, Din mengaku berkeinginan revitalisasi nasional bisa diletakkan sebagai founding father. Pasalnya, selama ini dalam pembangunan visi misi strategis belum sesuai seiring berjalannya waktu.
 
"Kami mengusulkan pembangunan sustainable development with meaning, baik dibidang ekonomi, politik, dan sosial-budaya. Kenapa 'meaning', karena dalam setiap pembangunan itu harus ada arti," ujarnya. (viva/arrahmah.com)

 

Berita Lainnya Tentang

Muhammadiyah: Bangsa Indonesia Masih Terpuruk

sponsored links

Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com

The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net

. on 25/11/09 12:16 PM said:

Ya emang begini kenyataannnya. Makanya ketika pemerintah bilang negara kita dah berhasil itu bohong belaka. Yang benar kita lagi terpuruk, terjajah.

. on 25/11/09 12:27 PM said:

baru sadar pak? ukuran kemajuan bukan dari sisi ekonomi tetapi dari penerapan hukum Islam secara ideologi Negara, lihatlah NII sudah berhasil secara hakiki
http://abuqital1.wordpress.com/2009/11/25/wasiat-imam-negara-islam-indonesia-s-m-kartosuwiryo/

. on 25/11/09 02:26 PM said:

Bangsa ini tak akan pernah bangkit sebelum syriat islam tegak di negeri ini, sesuai dg pembukaan UUD 45 17 Agustus 1945,

. on 25/11/09 02:28 PM said:

Kewajiban umat islam menjalanka syariat islam bg pemeluknya.

. on 25/11/09 02:32 PM said:

Janganlah mimpi, apakah para tokoh Muhammadiyah tak sadar bencana demi bencana suatu peringatan Allah.

. on 25/11/09 02:35 PM said:

Kalaulah kita mau merenung kemerdekaan 17 Agustus 1945 Insya Allah diberkahi Allah, tapi sayang dengan dicabutnya,

. on 25/11/09 02:40 PM said:

Kewajiban umat islam menjalankan syariat islam bg pemeluknya, bersamaan dg itu Allah pun mencabut berkahnya dr bumi indonesia.

. on 25/11/09 02:42 PM said:

Sadarlah wahai saudaraku seiman sebelum maut menjemput.

. on 25/11/09 08:20 PM said:

din syamsudin, kamu punya berapa juta org dibelakang kamu? berapa ratus milyar dana dibelakang kamu? Kok belon gerak juga tuh jihadnye? apanya yg salah? tanya kenapa.

. on 25/11/09 08:27 PM said:

bro abuafdol, gak usah nyebut2 UUD negri kafir ini deh, syariat tegak itu bukan amanat siapa atau apapun, itu perintah Allaah. Kita selama ini belum cukup membuktikan kpd Allaah kalo kita layak dianugerahi tegaknya dienul Islam di jagat ini

ZR70 on 02/12/09 11:00 AM said:

Din Syamsyudin, Amien Rais, Syafi’i Ma’arif sampai pimpinan tingkat bawah . . . semua penumpang gelap di Muhammadiyah. Karena Qur’an yang mereka dipakai tolok ukurnya Indonesia, bukan Sunnah Rasulullah Saw dan Khulafaur Rasyidien.

Anda harus login untuk memberikan komentar



Auto-login on future visits

Show my name in the online users list

Forgot your password?