India Ingin Lebih ‘Mesra’ Dengan AS
Oleh Althaf pada Selasa 24 November 2009, 02:58 PM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Perdana Menteri India telah menyerukan hubungan ekonomi yang lebih erat dengan Amerika Serikat.
Manmohan Singh membuka empat hari kunjungan AS pada hari Senin (23/11) dengan pertemuan para pemimpin bisnis di Washington. Ia mengatakan bahwa pertemuan itu sangat penting untuk membangun hubungan antara kedua negara.
"Sebuah hubungan strategis yang tidak didukung oleh hubungan ekonomi yang kuat tidak akan mungkin dapat tercapai," katanya pada malam menjelang pembicaraan dengan presiden AS Barack Obama.
Singh mendesak para pelaku bisnis untuk terus terlibat dalam mengubah India dari negara berpenghasilan rendah menjadi pasar yang di dalamnya hidup lebih dari satu miliar orang dengan daya beli yang terus bertambah.
"Kami memerlukan investasi besar dalam energi, transportasi dan infrastruktur perkotaan untuk dapat mendukung tingginya tingkat pertumbuhan ekonomi," Singh mengatakan kepada Kamar Dagang AS dan Dewan Bisnis AS-India saat makan siang.
Singh mengatakan dia dan Obama akan menandatangani kesepakatan mengenai keamanan energi, energi bersih dan perubahan iklim untuk memperdalam kerja sama didukung oleh hubungan ekonomi yang kuat.
Mengomentari kunjungan kenegaraan tersebut, Robert Gibbs, juru bicara Gedung Putih, mengatakan India terletak di wilayah yang sangat penting di dunia.
Amerika melihat India sebagai incaran yang empuk untuk dijadikan sebagai perpanjangan tangan dalam misinya melawan Taliban di Afghanistan dan Pakistan, sebagai penyeimbang pengaruh Cina di kawasan Asia, dan sebagai kunci penting perdagangan dunia dan kesepakatan perubahan iklim.
Tetapi beberapa pejabat New Delhi menilai bahwa Obama telah memberikan prioritas pada beberapa rival India, terutama dalam membiayai militer Pakistan untuk perang melawan Taliban di barat laut negara itu.
Berbicara kepada The Washington Post dan Newsweek menjelang kedatangannya, Singh berkomentar sangat penting bagi pasukan AS untuk tetap berada di Afghanistan dan menyerukan Obama untuk menekan Pakistan agar mengekang kebijakan negara seputar terorisme.
"Kami telah menjadi korban terorisme yang didana Pakistan selama hampir 25 tahun. Kami ingin Amerika Serikat menggunakan semua pengaruhnya terhadap Pakistan untuk menghentikan semua itu," katanya dalam wawancara.
"Pakistan tidak memiliki ketakutan sedikitpun dari dari India. Sungguh merupakan tragedi saat Pakistan menggunakan teror sebagai instrumen kebijakan negara."
Singh mengatakan dia berharap Obama akan melengkapi kesepakatan yang telah diperjuangkan oleh George Bush, mantan presiden AS, untuk mengakhiri dekade status pasar energi nuklir sipilnya.
Kongres AS sendiri telah menyetujui resolusi Singh dan menyerukan kerjasama yang lebih besar dengan India. (althaf/alj/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
lihatlah “Sabilith Thoghut” saja bersatu” padahal dia sudah eksis. Bagaimana dengan “Sabilillah (baca: NII)” di Indonesia?.
http://abuqital1.wordpress.com/2009/11/25/wasiat-imam-negara-islam-indonesia-s-m-kartosuwiryo/
kafir bersatu muslim tak bisa dikalahkan. Allahuakbar.!
ASU mmg sdh lama mcari partner dlm mmerangi mjahidin, misal:pak, indo, dll&kni; mrka mjabat tangan india u m’goalkan misi mereka
_abu muwahhid: تحسبهم جميعا وقلوبهم شتى_ kamu mngira mrka brsatu,pdhal hati mrka bpecah. msg2 hny mncari k’untungan.ktka k’untungan sdh dpt, mk stlhny adl p’pecahan.
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Obama Desak Diadakannya Rapat Nasional Mengenai Perang Afghanistan
- Bayi Penderita Gizi Buruk di Kediri Kritis
- Dokumen Konferensi Iklim Dicuri Hacker
- Warga AS Jadi Sasaran Penembakan di Aceh
- Konvoi Calon Gubernur Maguindanao Diserang, 21 Tewas
- Militer Pakistan Serang Mujahidin Di Barat Laut
- Al Shabab Rebut Kota Selatan Somalia
- Loya Jirga, Ajang Karzai 'Melunakkan' Kelompok-Kelompok Islam
- Laura Pistorious, Dari Pub Cocktail Ke Islam
- Lagi, Kapal Tenggelam di Riau, 29 Tewas, 17 Hilang
Berita Terbaru
- Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
- Seorang Tentara India Tewas, Dua Terluka Dalam Serangan Sopore, Kashmir
- Diskriminasi Agama, Agen Swedia Diseret Ke Pengadilan
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Perang Tablet PC Kian Memanas
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Solusi Ba’asyir Agar Presiden Tidak Di’kerbau’kan Pendemo
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
- 30 Persen Utang Indonesia Berupa Pinjaman Mengikat
- Lagi, Dua Tentara Kafir dan Seorang Penerjemah Tewas di Afghanistan
Berita Terkait
- Seorang Tentara India Tewas, Dua Terluka Dalam Serangan Sopore, Kashmir
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Longsoran Salju Bunuh 11 Tentara Musyrik India di Kashmir
- Keputusan Hukum Aafia Siddiqui Memicu Lebih Banyak Aksi Anti-AS
- Demi Keamanan, NATO Mesti Lebarkan Sayap Intervensinya Di Dunia Internasional
- McChrystal: Operasi Afganistan Mendatang Akan Integrasikan operasi Militer Dan Upaya-upaya Sipil
- Desak Terus Rekonsiliasi Damai, AS Berdalih Sangkal Kontak Isu Yang Digembar-gemborkannya Sendiri
- Imarah Islam Afghanistan Gunakan Bom Modern Anti-deteksi
- Pentagon Siapkan Strategi Untuk Musuh Baru Pasca 11 September
- “Menangkan Perang Ini,” Ujar Obama Di Basis CIA
abu_dzar on 25/11/09 08:25 AM said:
2 kafir
Bergandengan tdk akan membuat mujahidin ciut