Bayi Penderita Gizi Buruk di Kediri Kritis
Oleh Althaf pada Selasa 24 November 2009, 07:46 AM
SURABAYA (Arrahmah.com) - Kasus gizi buruk kembali terjadi di Kediri. Kali ini korbannya, Nabila Khairunisa, bayi berumur 5 bulan. Gara-gara supli gizi kurang selama kehamilan, dia menderita penyakit fabio palato schicis, gangguan pada saluran pernafasan dan pencernaan. Kondisinya saat ini kritis, karena penyakitnya parah dan kompleks.
Putri kedua pasangan Ari Kusmianto dan Kasinatun hingga Minggu (22/11) dirawat di RSUD Pelem Kediri. Untuk membantu Nabila bertahan hidup, dipasang alat bantu pernafasan.
Sedangkan sebagai pengganti makanannya harus dilewatkan infus, karena bayi dengan kelainan ini tak bisa mengonsumsi makanan secara langsung. Akibatnya, kondisi kesehatan bayi yang menderita kelainan tersebut semakin hari semakin melemah.
“Rata-rata penyakit fabio palato schicis diderita oleh keluarga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Karena saat hamil suplai gizi bayi kurang sehingga saat dilahirkan dia tidak sehat dan punya kelainan bawaan,” kata Sri Endah Kepala Ruang Anak RSUD Pelem Pare, Senin (23/11).
Dari pemeriksaan sementara yang dilakukan tim dokter setempat, lanjut Sri diketahui saluran pernafasan dan pencernaan Nabila jadi satu, sehingga dia sulit untuk makan dan bernafas. Selain itu bayi tersebut juga mengalami kelainan pada ukuran tengkorak kepalanya sehingga ada bagian otak yang kurang berfungsi.
Saat pertama kali lahir, Nabila mempunyai berat dan ukuran tubuh layaknya bayi normal. Namun karena menderita kelainan bawaan, berat badannya terus berangsur turun.
“Saat lahir beratnya 3,5 kg dan panjangnya 30 cm. Namun sekarang beratnya tinggal 2 kg dan kondisi kesehatannya tidak baik,” kata Kasinatun yang setia merawat dan menunggu putri keduanya itu.
Kondisi seperti itu menurutnya dialami Nabilas sejak menginjak usia 2 bulan. Pada usia tersebut dia sudah tidak dapat mengonsumsi makanan karena gangguan pada alat pencernaannya. “Bibirnya yang atas sumbing dan saluran mulut dan hidungnya tidak terpisah,” jelas Kasinatun kelihatan pasrah.
Melihat kondisi kesehatan putrinya yang semakin hari-semakin memburuk, Kasinatun pun segera memeriksakan balitanya ke puskesmas di desanya.
Namun pihak puskesmas memberi rujukan agar bayi tersebut segera dibawa ke RSUD Pelem Pare untuk mendapat perawatan intensif. “Kalau di puskesmas alatnya tidak ada, akhirnya saya membawanya ke rumah sakit,” ucapnya.
Yang lebih memilukan lagi bagi Kasinatun, saat dia harus merawat putrinya yang sedang sakit, Ari Kusmianto suaminya harus berurusan dengan yang berwajib gara-gara kasus kecelakaan. Meski berat, dia mencoba tetap tegar dan terus bertahan.
"Suami saya seorang sopir rruk, sekarang dia ditahan karena menabrak orang sampai meninggal di Semarang," keluh Kasinatun. (sp/viva/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
kondisi sudah memprihatinkan begini, para menteri & pejabat masih mau minta kenaikan gaji??!!
Semoga pejabat2 negeri ini yg tdk memperhatikan kasus spt ini, matinya mengenaskan dan tersiksa lebih dulu..
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Dokumen Konferensi Iklim Dicuri Hacker
- Konvoi Calon Gubernur Maguindanao Diserang, 21 Tewas
- Al Shabab Rebut Kota Selatan Somalia
- Loya Jirga, Ajang Karzai 'Melunakkan' Kelompok-Kelompok Islam
- Laura Pistorious, Dari Pub Cocktail Ke Islam
- Lagi, Kapal Tenggelam di Riau, 29 Tewas, 17 Hilang
- Seluruh Jamaah Indonesia Sudah Tiba di Mekah
- PB Pemuda Al-Irsyad Tolak Pengapusan UU Anti Penodaan Agama
- Kayani: 550 Tentara Pakistan Gugur Di Swat
- Urusan Hacker, Indonesia Juaranya
Berita Terbaru
- Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
- Seorang Tentara India Tewas, Dua Terluka Dalam Serangan Sopore, Kashmir
- Diskriminasi Agama, Agen Swedia Diseret Ke Pengadilan
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Perang Tablet PC Kian Memanas
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Solusi Ba’asyir Agar Presiden Tidak Di’kerbau’kan Pendemo
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
- 30 Persen Utang Indonesia Berupa Pinjaman Mengikat
- Lagi, Dua Tentara Kafir dan Seorang Penerjemah Tewas di Afghanistan
. on 25/11/09 01:21 AM said:
Ya Allah…......sungguh berdosa kami karena lalai dalam hidup dan bermewah-mewah sedangkan saudara2 kami tidur dengan perut yg kosong lagi perih…....T_T
Astaqfirullah