CIA Pastikan Pakistan Memperbesar Keterlibatannya
Oleh Althaf pada Sabtu 21 November 2009, 07:56 AM
ISLAMABAD (Arrahmah.com) - Kepala intelijen AS telah memperoleh otorisasi dari Islamabad untuk melibatkan militer dan intelejen Amerika dalam urusan dalam negeri Pakistan.
Kepala Badan Intelijen Pusat AS (CIA), Leon Panetta pada hari Jumat (20/11) bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani untuk memastikan "fungsi operasional militer dan badan-badan intelijennya" AFP melaporkan.
CIA bekerjasama dengan Pentagon dalam melancarkan serangan rudal terhadap beberapa titik yang diduga menjadi benteng pertahanan militan di wilayah perbatasan Pakistan.
Serangan yang menggunakan pesawat pengintai tak berawak itu telah membunuh banyak warga sipil serta meningkatkan sentimen anti-Amerika di kalangan penduduk setempat.
Kedua belah pihak juga membahas mengenai perkembangan pembahasan Washington mnengenai penambahan hampir 40.000 pasukan di negara tetangga Afghanistan.
Kunjungan Panetta ke Pakistan ini muncul di tengah-tengah meningkatnya tekanan Washington terhadap Islamabad untuk melakukan agenda perang melawan terorisme.
Beberapa pejabat Pakistan percaya rencana AS untuk gelombang pasukan di Afghanistan akan mendorong militan ke Pakistan. Namun pada saat yang sama, para munafikin itupun takut penarikan mundur pasukan AS dari Afghanistan justru akan semakin mentidakstabilkan keamanan negaranya karena dengan kekosongan itu, menurut pejabat, Taliban akan bebas keluar masuk Pakistan-Afghanistan. (althaf/prtvafp/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Pakistan PM Raza Gilani has declare to be friend of kufar in fighting to Moslem and he ‘ll be responsible for this to face of Allah. Who declare to be friend of kufar exacly he is also the kufar (Al Hadist)
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Disinyalir Bantu Mujahidin Somalia, Eritrea Kena Sanksi PBB
- Skeptisisme Pakistan Terhadap Strategi AS Di Afghanistan
- Lagi, Israel Serang Gaza, Tiga Cedera
- Jerman Pertimbangkan Jumlah Pasukannya Di Afghanistan Tahun Depan
- 74 Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
- Siap-Siap Kuras Uang, Pemerintah Usul 164 RUU Thaghut Pada Prolegnas 2010-2014
- Kanada Bantu IAIN Rp 60 M untuk Kembangkan Kurikulum Berbasis HAM
- Ledakan Peshawar, Kepolisian Kembali Menjadi Target
- Predator Tak Berawak Tewaskan Tiga Orang Di Waziristan Utara
- Sebulan, Situs Militer China Diserang 2,3 Juta Kali
Berita Terbaru
- Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
- Seorang Tentara India Tewas, Dua Terluka Dalam Serangan Sopore, Kashmir
- Diskriminasi Agama, Agen Swedia Diseret Ke Pengadilan
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Perang Tablet PC Kian Memanas
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Solusi Ba’asyir Agar Presiden Tidak Di’kerbau’kan Pendemo
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
- 30 Persen Utang Indonesia Berupa Pinjaman Mengikat
- Lagi, Dua Tentara Kafir dan Seorang Penerjemah Tewas di Afghanistan
Berita Terkait
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Keputusan Hukum Aafia Siddiqui Memicu Lebih Banyak Aksi Anti-AS
- Pentagon Kembangkan ‘Organisme Abadi’
- Demi Keamanan, NATO Mesti Lebarkan Sayap Intervensinya Di Dunia Internasional
- McChrystal: Operasi Afganistan Mendatang Akan Integrasikan operasi Militer Dan Upaya-upaya Sipil
- Desak Terus Rekonsiliasi Damai, AS Berdalih Sangkal Kontak Isu Yang Digembar-gemborkannya Sendiri
- Imarah Islam Afghanistan Gunakan Bom Modern Anti-deteksi
- Ledakan Hantam Kota Quetta, Baluchistan
- Pentagon Siapkan Strategi Untuk Musuh Baru Pasca 11 September
- “Menangkan Perang Ini,” Ujar Obama Di Basis CIA
fathoni011 on 22/11/09 05:38 AM said:
tdk ada manusia beriman yg berteman karib dgn manusia kafir