Disinyalir Bantu Mujahidin Somalia, Eritrea Kena Sanksi PBB
Oleh Althaf pada Sabtu 21 November 2009, 07:21 AM
JENEWA (Arrahmah.com) - Dewan Keamanan PBB tengah menyerukan embargo senjata terhadap Eritrea, larangan melakukan perjalanan internasionla, dan membekukan aset anggota pemerintah dan militer karena dianggap membantu mujahidin Somalia.
Resolusi yang diumumkan pada hari Kamis (19/11), telah dirancang oleh anggota Dewan Keamanan Uganda dan telah diedarkan pada anggota lain dari 15 negara, kata para diplomat PBB.
Amerika Serikat dan anggota dewan lainnya menuduh Eritrea memasok uang dan senjata pada mujahidin Somalia ketika berperang untuk menggulingkan pemerintahan transisi pimpinan Sharif Ahmed yang didukung PBB.
Pertempuran di Somalia telah menewaskan hampir 19.000 warga sipil sejak awal tahun 2007 dan telah menyebabkan 1,5 juta orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.
Sanksi yang diusulkan itu di antaranya melarang semua penjualan senjata dan amunisi, kendaraan dan peralatan militer, peralatan paramiliter, dan suku cadang untuk Asmara (ibukota Eritrea).
Draf itu juga menyerukan larangan untuk menyediakan bantuan teknis, pelatihan, keuangan dan bantuan lainnya yang berkaitan dengan kegiatan militer pada Eritrea.
Dewan Keamanan PBB, Uni Afrika dan Amerika Serikat telah memperingatkan Asmara karena telah ikut andil dalam mendestabilisasi Somalia.
Eritrea menyangkal klaim bahwa pihaknya mendukung kelompok Islam Somalia dan mengatakan bahwa ancaman sanksi PBB itu membuatnya khawatir.
Sebuah badan pengawasan senjata PBB, yang didirikan untuk merekam pelanggaran embargo senjata tahun 1992 di Somalia, telah mengatakan Asmara mengirimkan pesawat dan amunisi kepada 'pemberontak' Somalia, serta menyediakan mereka dengan dukungan logistik.
Tidak jelas kapan dewan mengesahkan rancangan resolusi tersebut. Para diplomat mengatakan bahwa resulis tersebut kemungkinan perlu direvisi jika ingin menghindari hak veto dari Cina dan Rusia, yang biasanya tidak menyukai sanksi.
Resolusi akan memberi pengesahan pada negara-negara anggota PBB untuk memeriksa semua kargo dari dan menuju Somalia dan Eritrea, baik melalui darat maupun laut jika barang-barang yang dikirimkan itu mencurigakan.
Resolusi itu juga berisi pemberlakuan larangan melakukan perjalanan dan membekukan aset dari kepemimpinan politik dan militer Eritrea serta individu maupun perusahaan yang disinyalir mendukung mujahidin Somalia. (althaf/rtrs/ansr/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
PBB:pembantu bangsa babi..maklumkan?harusnya belanda jg kena saksi krn jg bantu pemrth somalia..t api knp tdk?,
dasar PBB bajingan! mudahnya mereka menjatuhkan sangsi kepada negara lemah, jika anggota sekutu mereka yang melakukannya tentu tidak akan seperti ini.! haleluya gerombolan binatang PBB! By Fdefence
harusnya Indonesia juga bantu kaum muslim di Mindanao dan Thailand selatan dengan senjata dan amunisi kalu perlu dengan tentaranya.
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Skeptisisme Pakistan Terhadap Strategi AS Di Afghanistan
- Lagi, Israel Serang Gaza, Tiga Cedera
- Jerman Pertimbangkan Jumlah Pasukannya Di Afghanistan Tahun Depan
- 74 Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
- Siap-Siap Kuras Uang, Pemerintah Usul 164 RUU Thaghut Pada Prolegnas 2010-2014
- Kanada Bantu IAIN Rp 60 M untuk Kembangkan Kurikulum Berbasis HAM
- Ledakan Peshawar, Kepolisian Kembali Menjadi Target
- Predator Tak Berawak Tewaskan Tiga Orang Di Waziristan Utara
- Sebulan, Situs Militer China Diserang 2,3 Juta Kali
- Karzai Janjikan Stabilitas Afghanistan Dalam 5 Tahun
Berita Terbaru
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
- Provokasi Anti-Islam Tak Henti Dihembuskan Media Barat
- Yerusalem, Riak-Riak Intifadhah Ketiga
- Satu Tentara Tewas Dua Terluka Dalam Baku Tembak di Srinagar, Kashmir
- Sidang Pendiri dan Pemilik Arrahmah Media Akan Kembali Digelar
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
Berita Terkait
- Pemerintah Transisi Somalia dan Kelompok Ahlu Sunnah Berbagi Kekuasaan
- Al-shabaab Nyatakan Siap Melawan AS
- Duet Pemerintah-Kelompok ‘Islam Moderat’ Melawan Al Shabaab
- AS Akan Bantu Latih Angkatan Perang Somalia
- PBB: Saatnya ‘Berbicara’ Dengan Taliban
- Al-Shabaab Maafkan Mantan Anggota TFG di Wilayah Bay dan Bakol
- Ratusan Mujahid Al-Shabaab Penuhi Mogadishu
- Dakwah Al-Shabaab Juga Untuk Para Siswa Sekolah Dasar
- Al-Shabaab Bergabung Dengan Kelompok Jihad Internasional, Al-Qaeda
- Klarifikasi Propaganda Para Penjajah di Afghanistan Terkait Isu Pembicaraan Damai
. on 21/11/09 01:56 PM said:
Bagus, kapan ya Indonesia mendukung Mujahidin?