Jerman Pertimbangkan Jumlah Pasukannya Di Afghanistan Tahun Depan
Oleh Althaf pada Jum'at 20 November 2009, 07:53 AM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Jerman, penyumbang pasukan terbesar ketiga dalam misi yang dipimpin NATO di Afghanistan, pada Kamis (19/11) memperkecil kemungkinan mengirim lebih banyak pasukan.
Menteri Pertahanan Jerman, Karl-Theodor zu Guttenberg, mengatakan setiap peningkatan bergantung pada strategi perang baru Presiden AS Barack Obama yang diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa minggu mendatang.
Guttenberg mengatakan pihaknya juga akan bergantung pada komitmen Afghanistan, di mana Presiden Hamid Karzai yang dilantik pada Kamis berjanji untuk memerangi korupsi yang merajalela dan mengendalikan keamanan Afghanistan.
"Hari ini adalah hari yang sangat menarik di Afghanistan dan kami akan melihat apa hasilnya, dan kami memerlukan yang lebih dari sekedar kata-kata. Kami perlu tindakan pemerintah Afghanistan," katanya kepada wartawan setelah melakukan pembicaraan dengan Sekretaris Pertahanan AS Robert Gates di Pentagon.
Guttenberg mengatakan Jerman akan "meninjau kembali" jumlah angkatan perangnya di Afghanistan yang saat ini, katanya, berjumlah 4.500 personil, setelah konferensi yang akan disponsori Eropa mengenai Afghanistan yang diperkirakan terselenggara pada akhir Januari mendatang.
"Jerman akan meninjau kembali mandat dan membuat keputusan kemudian setelah konferensi," katanya.
Gates mengatakan ia menyambut baik inisiatif Eropa untuk mengadakan konferensi Afghanistan. Dia mengatakan terlalu dini untuk berbicara tentang kontribusi dari negara tertentu menjelang keputusan Obama.
Jajak pendapat menunjukkan sebagian besar warga negara Jerman menentang keterlibatan pasukan mereka di Afghanistan, namun pemerintah Jerman pada hari Rabu sepakat untuk memperpanjang keberadaan tentara mereka di sana selama satu tahun.
Pemerintah Jerman telah menolak tekanan dari Amerika Serikat pada tahun-tahun sebelumnya untuk menempatkan para tentaranya di wilayah selatan Afghanistan. Pekan lalu, kementerian pertahanan Jerman mengumumkan akan mengirim 120 pasukan tambahan ke Afghanistan. (althaf/rtrs/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
brothers, perangilah sasaran2 amerika dan eropa di tempat antum berada
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- 74 Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
- Siap-Siap Kuras Uang, Pemerintah Usul 164 RUU Thaghut Pada Prolegnas 2010-2014
- Kanada Bantu IAIN Rp 60 M untuk Kembangkan Kurikulum Berbasis HAM
- Ledakan Peshawar, Kepolisian Kembali Menjadi Target
- Predator Tak Berawak Tewaskan Tiga Orang Di Waziristan Utara
- Sebulan, Situs Militer China Diserang 2,3 Juta Kali
- Karzai Janjikan Stabilitas Afghanistan Dalam 5 Tahun
- Sejumlah Negara Siap Perang Cyber
- MUI Pusat Sebut Film 2012 Hanya Imajinasi
- Meningkatnya Tentara Yang Bunuh Diri, Jadi Kekhawatiran Pentagon
Berita Terbaru
- Serangan Mematikan Misil AS Kembali Memakan Korban Jiwa Dari Kalangan Sipil
- Mujahidin Afghan Akui Ledakkan Pangkalan NATO Di Khost
- Sertifikasi Halal LPPOM-MUI Standar Internasional
- Bali Sambut Obama, Jalan Berlubang Mendadak Ditambal
- Internet Heboh Bocoran Catatan Pejabat China
- Kunjungan Biden Tegaskan AS Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa Terhadap Israel
- Tentara Kafir Rusia Tewas dan Terluka dalam Serangan di Chechnya
- Kakak Kandung Dulmatin Masih Ragukan Keterangan Polri
- Gates Tonton Pelatihan Militer Afghanistan
- 16 Pemuda Kashmir Tak Bersalah Ditangkap Polisi Musyrik India di Chennai
Berita Terkait
- Serangan Mematikan Misil AS Kembali Memakan Korban Jiwa Dari Kalangan Sipil
- Mujahidin Afghan Akui Ledakkan Pangkalan NATO Di Khost
- Kunjungan Biden Tegaskan AS Tidak Bisa Berbuat Apa-Apa Terhadap Israel
- Gates Tonton Pelatihan Militer Afghanistan
- Pemerintah AS Tidak Mengenal Anggota Al Qaeda yang Ditangkap di Pakistan
- Biden Yakinkan Israel Soal Komitmen AS
- Al-shabaab Nyatakan Siap Melawan AS
- Pemerintah: Namru Menjadi Agenda Kemitraan Strategis Indonesia-AS
- Jerman Mungkinkan Ponsel Membaca Gerakan Bibir
- Hezb-i-Islami Membelot, Membebek Pada Pemerintah Afghanistan
fathoni011 on 20/11/09 12:38 PM said:
itulah watak penjajah licik,rakus,sadis,pengecut,pengianat,mau nya menang sndr,aragan dan ujung2 nya matrealistik alia cari duit! bangsa TERRORIST