Insiden Tewasnya 13 Warga Abu Ghraib, Dikhawatirkan Memicu Bangkitnya Al-Qaidah Di Irak
Oleh Althaf pada Kamis 19 November 2009, 08:28 AM
BAGHDAD (Arrahmah.com) - Pembunuhan terhadap 13 warga Abu Ghraib akhir pekan ini menimbulkan banyak kekhawatiran bahwa Al Qaidah di Irak akan mengambil keuntungan antara penarikan pasukan AS dan ketidaksiapan pasukan Irak.
Pejabat keamanan Irak mengklaim pada hari Selasa (17/11), 13 warga ditembak mati pada hari Minggu oleh sejumlah orang bersenjata yang menyamar sebagai tentara Irak di dua desa di distrik Abu Ghraib, pinggiran Baghdad.
Serangan ini terjadi di wilayah yang pernah menjadi tempat Al Qaidah Irak mengumpulkan kekuatan untuk melawan AS .
Pakar keamanan mengatakan AQI, yang sementara ini masih sangat lemah, tampaknya akan mengambil keuntungan dari kondisi penjagaan keamanan negara tersebut yang sedang melemah.
"Saya melihat musuh mengambil kesempatan ketika kami mengatur ulang potongan-potongan puzzle ini," kata John Nagl, presiden Center for a New American Security di Washington.
"Orang-orang Irak telah meminta penarikan mundur pasukan Amerika dan mereka telah meminta untuk memikul tanggung jawab keamanan sendiri. Sebetulnya kami masih bisa melakukan apapun bagi mereka jika mereka memintanya."
Nagl, yang dikenal sebagai seorang perwira Angkatan Darat AS yang membantu perencanaan strategi kontra 'terorisme', mengatakan bahwa ia yakin AQI tidak lagi menjadi ancaman strategis sejak beberapa tahun yang lalu, tetapi bukan berarti tidak ada kerusakan yang cukup besar yang ditimbulkan di Irak.
"Serangan ini bagi saya adalah sebuah gambaran bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukan dan pasukan keamanan Irak masih terus membutuhkan bantuan kami, khususnya dalam aksi intelijen. Saya pikir, ada beberapa pihak yang menginingkan Irak berjalan sendirian, padahal mereka tidak memiliki semua kemampuan teknis yang mereka butuhkan untuk memenangkan perang ini."
Sementara itu, di Ramadi, pejabat militer Amerika mengatakan AQI sedang melakukan regenerasi sel, dimana bulan lalu sebuah jembatan utama penghubung Yordania dan Suriah diledakkan.
Jenderal Ray Odierno, yang bertanggung jawab atas pasukan AS di Irak, mengatakan bahwa salah satu prioritas AS sebagai pasukan Amerika adalah untuk mencegah pemberontakan di beberapa daerah yang bermasalah.
Odierno akan mengumumkan pembentukan struktur keamanan bersama dengan Kurdi, Arab, dan pasukan AS di Irak utara yang dirancang untuk meredakan ketegangan di daerah-daerah tersebut dan untuk mencegah AQI dan kelompok lainnya mengambil keuntungan dari celah keamanan.
Rencananya, kesepakatan yang baru-baru ini disetujui oleh Perdana Menteri Nouri al-Maliki, akan mencakup patroli bersama oleh tiga kekuatan sebagai salah satu upaya untuk membangun kepercayaan masyarakat di daerah-daerah sepanjang perbatasan utara yang dikuasai suku Kurdi Irak. (althaf/almsl/ansr/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
sama sama berjuang membebaskan iraq dr salibis..wahai mujahedeen habisin semua salibis dan anteknya pemerintah boneka dan kurdinya, s mg ALLAH meridloi
Bedanya hanya nama saja karena Daulah Islam Iraq menaungi semua Muslimin dan Muslimat termasuk al-Qaidah. Hanya orang Kafir saja yang bingung.
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Meningkatnya Tentara Yang Bunuh Diri, Jadi Kekhawatiran Pentagon
- Administrasi Islam Somalia Eksekusi Perempuan Yang Melakukan Perzinahan
- Tentara Salibis Inggris Keteteran Akibat Kurang Peralatan
- Tolak Pembatasan Berekspresi di Media Baru ???
- Banyak Sejarah Umat Islam tak Dimasukkan Sejarah Nasional
- Brown Akan Bahas Rencana Penarikan Pasukan Dari Afghanistan
- Israel Legalkan Pembangunan Perumahan Baru Di Yerusalem Timur
- Uni Eropa Akan Berikan Lampu Hijau Pada Misi Somalia
- Akankah mereka menjadi Mayor Nidal Berikutnya ?
- Penjara Baru AS Pengganti Bagram
Berita Terbaru
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
Berita Terkait
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Bentrokan Yerusalem Berkelanjutan, Pejabat AS Batal Ke Israel
- AS Ingatkan Eropa Soal Diskriminasi Muslim
Солдат Аллаха SWT on 19/11/09 02:28 PM said:
AQI ama daulah Islam Iraq bedanya apa yah??