Clinton Kritisi Kebijakan Bush Mengenai Kepentingan AS Di Afghanistan
Oleh Althaf pada Senin 16 November 2009, 06:56 AM
WASHINGTON (Arrahmah.com) - Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton telah menyatakan bahwa misi AS di Afghanistan hanya untuk memberantas Al-Qaidah dan bukan untuk membangun demokrasi modern.
Clinton mengkritik kebijakan-kebijakan mantan presiden George W. Bush di Afghanistan dalam sebuah wawancara dengan ABC News hari Minggu (15/11).
"Saat ini berbeda dengan sebelumnya ketika orang-orang datang pada acara anda dan berbicara tentang bagaimana kami akan membantu Afghanistan membangun demokrasi modern dan menjadikannya sebagai negara yang lebih berfungsi, dan melakukan semua hal indah ini," tegas Clinton.
Pemerintahan Bush telah berjanji untuk menyebarkan demokrasi di Afghanistan tahun 2001 setelah meruntuhkan kekuasaan Taliban melalui invasi yang dipimpin Amerika.
Clinton menekankan bahwa Washington mengejar kepentingannya sendiri di negara yang dilanda perang di mana rasa tidak aman dan kemiskinan telah meningkat secara signifikan selama beberapa tahun ini.
"Fokus utama kami adalah keamanan Amerika Serikat dan bagaimana kami melindungi dan melawan serangan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang," ujarnya.
Clinton juga mengkritik Presiden Afganistan Hamid Karzai atas dugaan korupsi dalam pemerintahannya.
"Harus ada tindakan pemerintah Afghanistan terhadap orang-orang yang telah mengambil keuntungan dari uang yang telah dikucurkan ke Afghanistan dalam delapan tahun terakhir ini sehingga kita dapat melacak dan menindak siapapun. Dan hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kebebasan hukum atas para koruptor," katanya.
Namun, media AS melaporkan pada bulan Oktober bahwa saudara kandung Karzai (Ahmad Wali Karzai) telah menjadi pembantu CIA dalam perdagangan obat bius di Afghanistan.
Karzai sendiri pernah tinggal dan menerima pendidikan di AS selama bertahun-tahun dan dilaporkan secara luas menjadi kaki tangan AS di Afghanistan.
Selain itu, perbedaan mengenai kebijakan selanjutnya dalam misi Afghanistan ini terjadi di antara beberapa pejabat tinggi AS.
Duta Besar AS untuk Kabul, Karl Eikenberry, baru-baru ini menyatakan keberatan serius tentang pengiriman lebih banyak pasukan ke Afghanistan jika pemerintahan Karzai masih ada dalam genggaman korupsi.
Sementara itu, komandan Amerika Serikat dan NATO Stanley McChrystal telah memperingatkan bahwa perang akan menemui kekalahan kecuali lebih dari 40.000 tentara segera dikirim ke Afghanistan.
Presiden AS Barack Obama diperkirakan tidak akan mengumumkan keputusan akhir mengenai masalah tersebut selama beberapa minggu ini. (althaf/prtv/arrahmah.com)
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
demokrasi = produk budaya buatan manusia, manusianya kafir lagi!!!
ada istilah vox populi vox dei
suara rakyat suara tuhan?!?!
dlm demokrasi keputusan dilakukan berdasarkan suara terbanyak
kalo suara mayoritas mendukung homosex
apakah ini berarti suara Tuhan?
kalo suara terbanyak menyetujui ‘bunga/interest’ (RIBA), ABORSI, PROSTITUSI dll untuk diterapkan di masyarakat
apa berarti ini suara Tuhan?
buat para pecinta demokrasi
tolong deh jangan menipu diri sendiri
ada istilah vox populi vox dei
suara rakyat suara tuhan?!?!
apa pernah ALLAH SWT berfirman kayak gitu dlm Al-Qur’an atau Hadist Qudsi?
perkataan itu (vox populi vox dei) adalah suara manusia pagan dr Romawi(sesuai dg bahasanya)
suara ALLAH SWTT (Tuhan yg Haq) yaitu Al-Qur’an
maka ikutilah
bukan vox populi vox dei
apaan tuh!!!
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Boediono: "Perdamaian Aceh Jadi Inspirasi Dunia"
- Polisi Keamanan Internet Iran Siap Beraksi
- Taliban Siapkan 25 Kendaraan Istisyhad
- Kunjungan Menteri Jerman Ke Afghanistan Disambut Tembakan
- Rabbi Tentara Israel Menganjurkan Perang Tanpa Ampun
- Gates Larang Publikasi Foto Kekerasan AS Di Irak Dan Afghanistan
- Inggris Ingin Tentaranya Keluar Dari Afghanistan Dalam Satu Tahun
- Ponsel Dell Melenggang di China dan Brazil
- Masa Depan Islam di Wondama di Ujung Tanduk
- Tentara Uni Eropa Akan Bantu Somalia
Berita Terbaru
- Israel Berencana Memperluas Pencaplokan Wilayah
- Grup ‘Teroris’ Tumbuh 20% di Jejaring Sosial?
- Ketegangan Terus Memuncak Di Tepi Barat
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Perusahaan Australia Siap Investasi Rp 9 Triliun
- F-16 Disiagakan Selama Kunjungan Obama
- Pakistan Tetapkan Lima Mujahid Asal Amerika Dengan Tuduhan Terorisme
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Lagi, Tujuh Tentara Rusia Tewas dan Terluka di Chechnya
Berita Terkait
- McChrystal Tetap Berhasrat Untuk Menangkap Bin Ladin Hidup-Hidup
- AS Sediakan Suku Cadang Helikopter Bagi Pakistan
- Bom Tepi Jalan Tewaskan Dua Tentara Kafir Inggris di Afghanistan
- Wawancara Dengan Komandan Imarah Islam Afghanistan, Tasal dan Mullah Haji Mohammad di Marjah
- Jaksa AS: Usamah bin Laden Tidak Akan Hadir Di Pengadilan AS Dalam Keadaan Hidup
- Zardari Fokuskan Kerjanya Dalam Strategi Menumpas ‘Teror’
- Lagi, Serangan Rudal AS Di Waziristan Utara, 20 Tewas
- Tentara AS Akhiri Hidup Dalam Kecelekaan Mobil Di Irak
- Pemerintah Afghan Akan Kirim Polisi Tambahan Ke Kandahar
- Bentrokan Yerusalem Berkelanjutan, Pejabat AS Batal Ke Israel
. on 18/11/09 07:11 AM said:
Semakin membuktikan bahwa demokrasi adalah Dien Modern yang menjadikan Rakyat sebagai Illah selain Allah. Anshorut Demokrasi adalah AS dan PBB sbg Khilafahnya.