17 Tentara Boneka Pakistan Tewas Dalam Operasi Menyisir Taliban
Oleh Althaf pada Sabtu 14 November 2009, 11:47 AM
PESHAWAR (Arrahmah.com) - Perlawanan gigih Taliban pada hari Kamis (12/11) menewaskan sedikitnya 17 tentara boneka Pakistan. Hari itu diklaim pejabat militer sebagai hari paling mematikan sejak pihaknya melancarkan serangan ofensif besar-besaran di Waziristan Selatan.
Pakistan telah menurunkan sekitar 30.000 pasukan, yang didukung oleh serangan pesawat tempur dan helikopter, dalam pertempuran yang dilakukan untuk mendukung misi AS menghancurkan Tehrik-e-Taliban di distrik Waziristan Selatan.
Tetapi pasukan boneka ini justru terjebak dalam perlawanan kuat Taliban saat mencoba membersihkan mujahidin dari wilayah Kanigurram yang merupakan daerah perbatasan Pakistan dengan Afghanistan di mana pejabat Amerika mengatakan di tempat itulah al-Qaidah merencanakan serangan terhadap Barat.
Setidaknya ada 15 tentara yang tewas dalam pertempuran, sementara sebuah bom pinggir jalan di daerah Sararogha menyebabkan dua orang pasukannya tewas, kata para pejabat.
Kantor pers militer sebelumnya mengklaim bahwa lima tentara dan 22 mujahid tewas dalam 24 jam terakhir minggu keempat serangan ofensif ini.
Tetapi tentara dan pejabat keamanan di daerah itu mengatakan kepada AFP bahwa kematian di tubuh militer Pakistan adalah sejumlah 17 orang dalam pertempuran yang diklaim paling mematikan sejak tentara beroperasi di tiga bidang di Waziristan Selatan 17 Oktober lalu.
"Lima belas tentara tewas dalam bentrokan," kata seorang perwira militer pada AFP.
"Ini adalah pertama kalinya kami telah melihat perlawanan rumit seperti itu," katanya.
Insiden Kamis itu terjadi satu hari setelah ranjau dan sergapan terpisah menewaskan 10 tentara Pakistan di distrik Mohmand, yang memperlihatkan bahwa perlawanan mujahidin telah menyebar.
Amerika Serikat telah menempatkan Pakistan di garis depan perang melawan al-Qaidah. Dan Pakistan semakin sibuk dengan memburuknya keamanan di negara tersebut, di mana serangan dan pemboman telah menewaskan sekitar 2.500 orang dalam waktu 28 bulan.
Pakistan yang telah meluncurkan serangan ofensif terhadap Waziristan untuk melawan sekitar 10.000 mujahid Tehrik-e-Taliban, bersumpah untuk menghancurkan benteng-benteng Taliban dan menyalahkan beberapa kelompok Islam yang menurut pemerintah ada di balik beberapa serangan bunuh diri paling mematikan di negara itu.
Tehrik-e-Taliban telah bersumpah untuk membalas pembunuhan pemimpin mereka, Baitullah Mehsud oleh rudal AS di bulan Agustus dan melawan serangan ofensif pemerintah yang sedang berlangsung.
Menurut militer, pertempuran tersebut telah menyebabkan lebih dari 250.000 orang terpaksa mengungsi, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mendesak Pakistan untuk menjamin keselamatan dan keamanan warga sipil selama operasi. (althaf/afp/ansr/arrahmah.com)
Baca Juga
Berita Lainnya Tentang
sponsored links
Website Resmi Ust Abu Jibriel
Quran sebagai Pedoman dan Pedang sebagai Pengawal
www.abujibriel.com
The Voice, The Eyes, and The Ears of Moslem
Suara, Mata, dan Telinga Kaum Muslimin
www.almuhajirun.net
Kuuaapookkk kon.. Sayange @kamen blm keliatan, klu tahu bs tambah stres dia..
Anda harus login untuk memberikan komentar
Berita Sebelumnya
- Imarah Islam Afghanistan: Helmand, Masih Sama Seperti Dulu
- Aku Seorang dari 85 BURON DPO Ingin Menyerahkan Diri
- Teknologi Baru Cegah Baterai Ponsel & Laptop Meledak
- Baasyir: Pakai Sistem Islam, Tak Ada Penzaliman
- Ekstrimis Yahudi Amerika Diseret Ke Pengadilan
- 5 Tentara Pakistan Tewas di Waziristan Selatan
- Clinton Dukung Filipina Melawan 'Terorisme'
- Penahanan Ilegal, FBI Digugat
- Ilaa Ukhtinaa Al-Habiibah..
- KPI: Iklan Jangan Bingungkan Masyarakat
Berita Terbaru
- Al-Qaeda Jazirah Arab Serukan Kaum Muslim Bergabung Dalam Jihad
- Seorang Tentara India Tewas, Dua Terluka Dalam Serangan Sopore, Kashmir
- Diskriminasi Agama, Agen Swedia Diseret Ke Pengadilan
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Perang Tablet PC Kian Memanas
- Mujahidin Afghanistan Siap Hadapi Pertempuran Besar
- Solusi Ba’asyir Agar Presiden Tidak Di’kerbau’kan Pendemo
- Karzai Minta NATO Akhiri Serangannya?
- 30 Persen Utang Indonesia Berupa Pinjaman Mengikat
- Lagi, Dua Tentara Kafir dan Seorang Penerjemah Tewas di Afghanistan
Berita Terkait
- AS Akui Senang Dengan Perubahan Sikap India Terhadap Pakistan
- Keputusan Hukum Aafia Siddiqui Memicu Lebih Banyak Aksi Anti-AS
- Ledakan Hantam Kota Quetta, Baluchistan
- Barat : Taliban Tolak Kesepakatan dengan Afghanistan
- Konflik India-Pakistan, Dilema AS
- Pakistan Siap Bantu Perdamaian Afghanistan
- AS Percaya Diri Bahwa Pemimpin Taliban Pakistan Telah Meninggal
- Mujahidin Kembali Serang Tangki Oli NATO di Pakistan
- Serangan Bom Bunuh Tiga Tentara Kafir AS di Dekat Tempat Pelatihan Militer di Pakistan
- Tiga Karyawan USAID Tewas Dalam Ledakan Di Peshawar
. on 14/11/09 08:41 PM said:
Sungguh tragis nasib para tentara itu disaat akhir ajalnya mereka justru tersesat dengan memerangi saudaranya sendiri, Semoga Allah membalas kedholiman para pemimpin yg telah menyesatkan mereka.